Sore-sore mereka sudah siap untuk ke mall dan membawa catatan yang akan di beli segala keperluan. Biasanya yang belanja aku dan ibu di antar supir.
“Bu aku mau belanja bulanan sama Ka Willy ?
“Apa ? kamu minta tolong diantar tuan ?” Ibunya sampe terbelalak.
“Iya Bu, mulai sekarang aku yang nemenin El belanja sekalian main dulu mungkin pulang agak malam.” Sahut Willy.
“Ga apa-apa tuan ?”
Willy menggeleng dan tersenyum.” Ibu ga usah nyiapkan makan malam yaa.”
Sesampai di mall mereka nyoba jajanan segalaa macam, duduk dikedai saling suap saling cicip makanan, Willy kadang maksa El untuk beli kalo ada barang yang menarik. El belikan baju ibu dan bapaknya. Setelah puas mencicipi berbagai jajanan, baru belanja di supermarket. Willy yang pegang catatan El yang belanja. Mereka tertawa bersama kalau ada hal yang lucu, atau saling ngotot ketika belanja dengan barang yang sama merk yang berbeda.
“El, ternyata hidup seperti ini sangat menyenangkan.” Willy terlihat senang, lalu meraih pinggang El dikecupnya kepala El. El hanya tertawa.
“Besok pagi kita ke CFD yuk kak,”
Willy mengangguk. Setelah belanja selesai mereka mendorong trolly menuju mobil, mereka pulang dengan hati yang membuncah.
Di dalam mobil.
“Aku gak menyangka bareng dengan orang yang di cinta mengerjakan hal-hal kecil semenyenangkan ini.” Ujar Willy,
“Dunia ini indah. Tidak melulu alkohol dan cewek, hidup sehatpun bisa menyenangkan.” El tersenyum sambil merebahkan kepalanya di lengan Willy.
“Kakak gak malu bareng aku yang anak seorang pembantu ?”
“Kalau malu kakak ga akan bertahun-tahun tersiksa melihat kamu apalagi denger kamu bareng Glad,”
“Lucu ya kak, hidup ini bener-bener seperti permainan. Aku tinggal di rumah kakak pacaran dengan yang lain akhirnya kembali ke rumah. Ke depan hubungan kita gak tau, akan terjadi apa.
"Apaa akan seperti Glad atau nggak.”
“Kamu jangan bicara gitu. Berfikir positif saja, hidup pasti ada godaan gangguan, kita jangan emosi dulu, seperti Glad karena mendahulukan emosi menjadi kehilangan kamu.”
El mengangguk.
“Glad sebenarnya sangat baik, pengertian sangat menjaga perasaanku, saat bersamanya aku merasa di manja diperhatikan, aku cukup bahagiaa bersamanya. tapi gak nyangka selagi emosi gak kontrol. Padahal dalam hidup sangat perlu kontrol emosi.” El menyesalkan.
“Jadikan kita pelajaran untuk menjaga emosi. Mengumbar emosi itu pasti merugikan’
“Ga menyangka El, semenyenangkannya hari ini.”
Besok jangan lupa pukul tujuh pagi sudah siap yaa
= = = = =
Mereka berjalan di arena CFD, niatnya sih olah raga, ujung-ujungnya malah nyicip banyak makanan yang di jajakan.
Untuk Willy hal ini merupakan pertama kali, untuk El sudah beberapa kali kadang sama Olin atau sama Glad.
Setiap membeli makanan selalu sepiring berdua, sungguh hal yang mengasyikan buat Willy.
“El.. gimana kita setiap sabtu atau minggu kita menikmati berdua kemana gitu, ya seperti ini juga boleh.”
“Aku ingin sekali ke Bali atau Lombok.” El berharap.
“Beneran ? ayo kita ke Bali ya jumat sore kita pergi, minggu sore kita pulang.” Willy akan menyiapkan liburan yang menyenangkan.
Willy berusaha membuat El semakin bahagia. Ga berasa mereka telah jauh berjalan. Karena kecapaian kursi-kursi pada penuh. Mereka selonjoran di trotoar. Hal yang luar biasa buat Willy.
“yang, kapan kita bicara ke ibumu tentang hubungan kita.” Willy tanya, narik badan El ke dadanya.
“Nanti malam saja ya,” El bergumam.
“Aku ingin kamu pindah kamar jangan di belakang. Masa pacarku tinggal di belakang sedang di dalam kamar banyak. Ibu dan bapakpun suruh pindah ke dalam tinggal pilih yang mana.”
“Entahlah apa ibu mau, aku ga yakin,”
“Ya minimal kamu harus pindah, masa pacarku tinggal di tempat yang sumpek.”
“Ga sumpek, kamarku cukup nyaman kok.”
“Kamu harus pindah, ga boleh nolak.” Rayu Willy.
“Lucu ya kita, kamu kemana mana dulu, aku kepelukan Glad, akhirnya ketemunya dengan orang rumah.”
Willy tersenyum. Ngebayangin masa-masa brengseknya. Ternyaata kenikmatan bukan melulu s*x dan alkohol saja ada hal yang lebih membuatnya bahagia seperti ini.”
“Setelah magang kamu skripsi, terus rencana mu gimana ?” tanya Willy.
“Aku ingin jadi dosen, makanya aku ingin sekolah terus, boleh ?”
Willy mengangguk, ”aku suka cewek pintar, pintar itu sexy menurutku.”
Dulu aku selalu berusaha jadi juara karena motivasiku kak Harari, aku ga mau kalah dari dia, “ inget ketika aku dapat juara 2, dia juara 1, aku nangis guling-guling saking kecewa.”
“kesini nya hanya sebagai tanggung jawab pelajar saja aku berusaha yang terbaik. Dan salah satunya juga supaya tidak ada yang berani menghina kita.”
“Seperti kuliah nyari beasiswa, itu karena the power of kefefet juga.” El ketawa diikuti Willy.
“Kamu kan cantik, kamu bisa memanfaatkan kecantikanmu untuk mendapatkan uang. Kenapa ga memilih jalan itu.’
“Karena aku merasa ga cantik saja, minder aku gak semampai seperti model dan harus jaga makan sebegitunya. Kayaknya ga kuat deh.”
Setelah lelah hilang mereka kembali ke parkiran mobil sebelumnya membeli oleh-oleh buat yang di rumah.
Sambil rebahan, aku ambil ponsel, melihat beberapa chat masuk.
Willy : I love you
El : ihh baru saja ketemu.
Willy : sudah kangen lagi, nanti makan malam bareng ya.
El : Iya
Willy : setelah makan malam kita kumpul untuk bilang sama ibu bapakmu.
El : Iya
Willy : kita nikah saja yuk,
El : kakaaaak
Willy : salah ?
El : Belum 2 hari kita jadian.
Willy : tapi cintaku sudah bertahun-tahun.
El : Tau ahhh
Willy : kan sudah dikasih tau pasti tau laah.
El tersenyum geli, walau garing candaannya, tapi lumayan gak kaku.
= = = =
El keinget Olin akhirnya chat.
El : gue jadian sama tuan.
Olin : Sumpahhhhhh.
El : iya.
Olin : Gimana ceritanya.
El : Ga ada cerita, ya gitu saja.
Olin : kasihan Glad, dia kayaknya belum terima putus.
El : ya gimana lagi, walau bilang belum ada cinta setidaknya gue ga perlu ada yang ditutupi kalau sama tuan.
Olin : lu emang Edun, direbutin 2 cowok keren.
El : ga ngerasa gitu.
El : Sudah ya, gue mau makan malam dulu.
= = = = =
Willy akhirnya chat di grup
Willy : Gue sudah jadian sama Ellen.
Xen : Hebaat euuuy, lu pantas mendapatkannya, lu sabar luar biasa.
Trigon : Selamat..
Jery : Gue ikut jadi saksi kesabaran lu semoga langgeng.
Willy : makasih. Ternyata bareng belanja dan CFD yang hanya sederhana, sebegitu menyenangkannya, ternyata jauh lebih bahagia dr sebuah permainan s*x.
Xen : Tobaaaat.
Jery : Ga nyangka seorang El bisa mengubah seorang Willy.
Trigon : Gue juga akan berubah kalau dapat El.
Jery : Lu harus jaga dia, dia sangat menarik, pasti banyak yang goda, kalau bukan milik elu gue jg bisa tergoda.
Xen : Yakin lo tobat ?
Willy : Kalo tau hidup bahagia gini, gue dari dulu tobatnya.
= = = = =
El inget ke kaka knya Harari lalu chat juga.
El : Kaka..
Ari : Yoi, kamu sehat ? kakak kangen.
El : El juga kangen.
Ari : ada apa ?
El : Aku sudah jadian sama ka Willy.
Ari : secepat itu ?
El : Prosesnya emang cepat tapi kan kami kenalnya sudah bertahun-tahun. Sekarang atau nanti hasilnya sama. Buat apa ditunda.
Ari : kamu belum mengenal dia diluar seperti apa. Kaka khawatir, Glad itu ga suka main cewek, kakak hapal sekali, Willy itu b******k banget. Kamu harus siap kalo suatu saat ada efek dari kenakalan masa lalunya..
El : iya El tau…. Dia berjanji berubah.
Ari : berubah itu tidak semudah membalikkan tangan.
El : Ya semoga saja kita mah berdoa saja.
= = = = =
El menyiapkan makan malan berdua, mereka makan berdua, becanda, saling suap, Willy merasakan kebahagian yang membuncah yang belum pernah dirasakan.
Selesai makan mereka pindah ke ruang tengah, lalu ibu dan bapak dipanggil. Setelah kumpul.
“Bu ada yang mau dibicarakan, kami sekarang pacaran,” Willy sambil melirik El.
“El bukannya kamu punya pacar ?” Ibu bingung.
“Sudah putus Bu.”
“Rencana mau gimana ?”
“Saya sih ingin cepet menikah walau pacaran baru, tapi kan kenal sudah bertahun-tahun.
Tapi mungkin El ingin selesaikan dulu kuliahnya.”
“Sekarang bibi dan mamang sudah menjadi orangtua saya, jadi saya akan bilang ibu dan bapak. Juga sekarang jangan bilang saya tuan. Bilang nama saja kalau kagok ya bilang kaka saja.
“Duh tuan bibi dan mamang masih kaget.”
“Satu lagi carilaah tambahan pembantu, ibu dan bapak pindah ke rumah induk carilah kamar diatas bersebelahan dengan El.”
“Tuan, walau tuan pacaran sama anak angkat Bibi ga usah berubah bibi mah ikhlas. Ga apa-apa, bibi senang sekarang ada yang tanggung jawab lebih sama El hidup bibi tenang.”
“Ga bisa Bu, saya harus menghormati ibu bapaknya El. Tolong carilah pembantu tambahan biar ibu tidak terlalu cape.”
“Dari sekarang El tidur dikamar sini, masa pacar saya tidur di belakang. Itu ga boleh terjadi.”
“Kita sekarang keluarga. Kamu ke kampus ga boleh naik KRL lagi, nanti diantar jemput supir.
“Kaaa…”
“Aku ga ingin pacarku berdesak-desak di kereta.”
“mulai besok ke tempat magang bareng saya, pulang kalau sempat dengan saya, kalau saya ga bisa nanti dijemput sopir.”
El langsung menjatuhkan badannya ke kursi.
“Kaaaa… kalau kita putus kembali ke asal ?”
“Kamu berfikir untuk putus ?"
“Kan bisa saja tidak ada hal yang mustahil.”
“Makanya kita saling jaga supaya ga putus.”
El merasa bangga ternyata di balik wajah datarnya, dan terkenal b******k, Willy sosok yang baik.
Setelah selesai bicara orang tuanya El ke belakang, El duduk disebelahnya.
Willy menarik El untuk rebahan di pahanya.
“I love you El.”
***TBC