Andrea mengacak rambutnya kasar. “Aaaaaah! Ini sebenarnya ada apa sih?” serunya kesal. Johan dan Gerald menatapnya prihatin. Mengetahui bahwa mayat teman-temannya masih tertinggal dan membusuk di dalam sekolah lama sudah cukup mengguncangnya, sekarang ditambah fakta bahwa dua orang yang bertemu dengannya dan menolongnya pasca kejadian itu masih diragukan eksistensinya. Mereka jadi ragu, apakah ada ujung dari tragedi ini? “Tenang dulu, Re. kita bisa—“ “Tenang? Kamu nggak ngeliat semua yang kulihat. Kamu nggak ada di sini saat kejadian itu dan kamu juga nggak tahu bagaimana semua ini terjadi. Kejadian ini bukan tragedi biasa, kamu nggak bisa menyuruhku tenang begitu saja sementara aku—hhhmmmff.” Johan membekap mulut Andrea sebelum kawannya itu semakin lepas kendali. Berteman cukup lama d

