Maura mendatangi Daren di kamar pemuda tersebut, sekedar menanyakan perihal siapa sebenarnya sosok Jonatan itu. Kenapa anak itu kabur dari keluarga Ivander dan memilih hidup duluaran sana. Bukankah hidup bergelimang harta adalah idaman semua orang? Lalu, kenapa anak itu jutru pergi? Padahal anak itu mewarisi seluruh kekayaan perusahaan Zhong. “Kakak, apa aku boleh masuk?” tanya Maura, sembari menyembulkan kepalanya di mulut pintu ruang kamar Daren. Daren yang awalnya sibuk berkutat dengan layar laptopnya sontak menoleh ke arah sumber suara. “Maura? Kau belm tidur? Masuklah.” Maura tersenyum dan masuk ke dalam kamar sang kakak, mendudukkan di atas kasur empuk pemuda tersebut. Menelisik ke segala penjuru ruangan di sana, melihat betapa jantannya sang kakak hanya melihat dari interior tat

