“A-apa itu artinya kamu mau menjadi istri. Em ... maksudku menjadi pendamping hidupku?” yanya Xiaoshan dengan tampang bodohnya. “Tidak, aku tidak mau menjadi pendamping hidupmu, aku hanya ingin menjadi ibu dari Jodi.” Senyum Jovanka. Jonatan tersenyum, mendekati sosok wanita yang ada di hadapannya. Ia baru saja bertemu, tetapi entah mengapa ia seperti sudah mengenal lama sosok wanita ini. “Boleh aku memelukmu?” tanyanya. Jovanka menitikkan air mat harunya, ia hanya bisa mengangguk. Dengan cepat Jonatan berlari memeluk tubuh sosok wanita tersebut, menghirup aroma lembut yang menguar dari tubuh Jovanka, sungguh sangat menenangkan. Xiaoshan meremat d**a kirinya yang terasa sangat sakit, ia merasa menjadi orang paling jahat di sini. Demi mendapatkan cintanya ia sampai rela menggunakan kese

