Lalisa terbangun di kamar apartement nya, kepalanya terasa sangat berat, dan perutnya panas karena terlalu banyak minum semalam.
Dia merintih, dan memegang dahinya "Awwhhh... sstt", Lalisa bahkan tak kuasa mengangkat dirinya dari ranjang hingga dia membiarkan dirinya terbaring.
Sejenak dia mengingat kejadian semalam bersama Taehyung, Suga dan Chahee sampai akhirnya Lalisa berakhir kembali di apartement nya,
"Haaahh~~, semalam itu hampir saja." Ucap Lalisa dengan hembusan nafas berat. Dia kecewa dengan apa yang dilakukan Chahee padanya semalam, itu membuat Lalisa enggan bertemu apalagi dekat dengan Chahee.
Cekreeekkk....
Pintu kamar Lalisa terbuka, seorang wanita berpipi tembam membawakanya air jahe dan roti lapis. Wanita itu menghampiri Lisa dan mengangkat tubuh Lisa agar bersandar di headboard ranjang,
Lalisa tersenyum melihat wanita itu, dan kemudian saat wanita itu menyodorkan air jahe, Lalisa memajukan wajahnya untuk meneguk air jahe yang gelasnya masih dipegamg wanita itu,
"Gomawo Chaeng-ah" Lalisa kembali menyandarkan kepalanya di headboard.
Roseanne Park alias Chaeyoung atau Chaeng, semalaman dia menjaga Lisa yang terus meracau karena mabuk, Rose tidak tidur hanya untuk menidurkan Lalisa yang takut tidur sendiri, Lalisa menangis dan memeluk Rose erat saat Rose ingin beranjak ke ranjangnya.
"Andwaee... Chaeng-ah, aku takut... aku takut sendiri. Tidurlah diranjangku" ucap Lalisa sambil menangis semalam, dan kemudian Rose menuruti Lisa.
Rose mendengar semua racauan Lalisa,
"Aku mencintaimu...." racau Lalisa dengan mata tertutup dan masih memeluk tubuh Rose,
Rose terkejut mendengar itu, sontak dia menolehkan wajahnya menghadap Lalisa, dia tatapnya wajah Lisa yang merah padam karena mabuk,
"JENNIE-yaaaaa!!!!!" Teriak Lisa kencang dan kemudian dia tertawa seperti orang gila.
"Hehehehe... aku mencintaimu Jennie Kim." Kekeh Lisa lagi dan kemudian dia tertidur.
"Tidak usah kuliah hari ini yah, aku akan menemanimu disini." Rose bicara lembut sambil mengusap rambut panjang Lalisa,
Lalisa memasang wajah lesu dan menatap Rose dengan senyum tulusnya, "pergilah kuliah, kau bilang ada ujian. Kau tidak boleh bolos Chaeng" balas Lalisa sambil memegang sebelah tangan Chaeng yang berada di pahanya.
Rose memang ada ujian minggu depan, itu sebabnya dia terus berlatih menjahit untuk menghadapi ujian kelas Design gaun nanti.
Rose menundukan kepala sejenak, kemudian menatap Lisa dengan senyum tipisnya, dia mengusap pipi Lisa lembut,
"Jangan lakukan hal bodoh lagi, kau tau.... semalam itu berbahaya!" Rose menasehati Lisa layaknya Lisa adik kandungnya,
Rose merasa jika semalam terlambat sedikit saja, sudah bisa dipastikan kalau cairan ampuh dari tubuh Lisa akan tertanam di tubuh Chahee.
Lalisa mengangguk sambil tersenyum tipis, dia bersyukur karena teman temanya datang untuk menolong nya semalam.
"Mianhe...." Lalisa berucap lesu, namun Rose membalasnya dengan senyum tulus dan kemudian memeluknya.
"Aku tau Jun butuh teman, tapi Chahee unnie bukan teman yang baik untuk Jun" ucap Rose sembari mengelus punggung Lalisa.
Lalisa tertawa kecil mendengar ucapan Rose dan kemudian mengeratkan pelukanya "Aku tidak tau, apa jadinya aku tanpa kalian di hidupku..." wajah mungil itu tenggelam di sela sela leher Rose dan Rose setia mengusap kepala belakang Lisa.
"Mereka menunggumu diluar.." Rose melepas pelukan, Mereka yang dimaksud Rose adalah Jennie dan Jisoo.
Jennie dan Jisoo duduk di sofa tanpa membicarakan apapun, mereka hanya diam dan menatap nanar TV LED yang tidak menyala sembari memikirkan kejadian semalam. Amarah menggebu di keduanya, melihat anggota paling muda di persahabatan mereka diperlakukan tidak senonoh semalam oleh wanita lain, membuat mereka berdua murka. Terlebih kejadian tambahan antara Jisoo dan Taehyung, itu menambah pikiran Jisoo, namun Jisoo berusaha melupakan kejadian dia bertemu Taehyung dan berharap Taehyung pun melupakan pertemuan mereka.
Ceklekk....
Pintu kamar Lisa dan Rose terbuka, dan kedua penghuni kamar itu pun keluar bersamaan. Jennie dan Jisoo yang melihat kehadiran Lalisa di ruang tengah pun berdiri dan menatap Lalisa dengan datar. Hal yang tidak terduga di lakukan oleh wanita bermata kucing bernama Jennie Kim. Dia melangkahkan kaki nya perlahan mendekati Lisa, dan Lisa hanya bisa menatapnya dengan tatapan sayu,
Plaaaaakkkkkk
Wajah Lalisa terlempar ke kanan dan memegang pipi kirinya. Semua orang disana terkejut dengan tindakan Jennie yang tiba tiba menampar pipi Lisa dengan keras, Air mata turun dari pelupuk mata Lisa, menatap Jennie dengan tajam dan mengeraskan rahangnya.
Jennie menangis sesaat dia menampar Lisa, dia sangat marah pada apa yang sudah terjadi akhir akhir ini,
"Kau... kauu memang benar benar b******n Lalisa! Kau Berandal gila!" Umpat Jennie sambil menunjuk nunjuk wajah Lisa, membuat Lisa seakan dihakimi oleh kata kata Jennie.
Jisoo menahan tubuh Jennie dan menjauhkanya dari Lisa, "Jennie... jennie apa yang kau lakukan?"
Lisa hanya diam, tidak menjawab dan hanya fokus pada kepedihan di pipi dan juga hatinya. Kejadian semalam, apakah itu kesalahan Lalisa??
Lalisa bahkan tidak menginginkan Chahee sedikitpun!
Rose memegang pundak Lisa, mengelus pelan dan menatap lirih sahabatnya itu,
"Kau tau! Kau hampir sama bercinta dengan nya! KAU m***m LALISA!!!" Teriak Jennie memaki Lisa lagi, dan Lisa hanya bisa diam sembari menatap tajam wajah Jennie yang sudah dibanjiri air mata.
"Unnie... kau tau kalau Lisa tidak sadar semalam." Rose membela Lisa dan mengusap punggung Lisa lembut. Rose tau, sesuatu di d**a Lisa terluka mendengar cacian Jennie.
"Rose benar Jen... kita liat sendiri kalau Lisa tidak merespon Chahee." Jisoo merangkul Jennie dan menahan tubuhnya yang daritadi memberontak ingin mendekati Lisa.
"Dia mengajak Chahee ke Bar! Apa maksudnya itu huh??!!" Teriak Jennie lagi pada Jisoo dan Rose.
"Bahkan p*****r pun berkumpul disana, lalu.... dia mengajak wanita yang jelas jelas menyukainya ke Bar??!! Kau tidak lebih dari seorang b******n tengik Lalisa!!" Jennie menggebu, amarah dan rasa cemburunya menggila! Ingatanya soal semalam bahkan terus berputar di pikiranya, membuat dia tidak bisa tidur dan menangis sepanjang malam.
Lisa masih diam, seakan air mata Lisa yang menjawab betapa sakit pendengaranya saat Jennie terus berucap buruk tentangnya.
"Chaeng-ahh , bawa Lisa kembali ke kamar." Jisoo mencoba melerai Jennie dan Lisa dengan memisahkan mereka, Jennie tidak akan berhenti memaki Lisa kalau Lisa tetap berada di depannya.
"Lisa.. ayoo..," ujar Rose dan merangkul Lisa, menarik pundak untuk membalikan tubuh Lisa, namun Lisa menolaknya.
Lisa justru mendekati Jennie perlahan, menatap matanya tajam. Wajah keduanya sudah dipenuhi air mata, dan tidak ada keinginan untuk menyeka nya. Mereka mengekspresikan kesakitan mereka melalui air mata,
"Kau yang memintaku mendekati dia." Lisa berkata baritone rendahnya, "dan sekarang kau bersikap seakan akan semua ini adalah keinginanku???" Imbuh Lisa.
Mendengar ucapan Lisa, Jennie hanya mampu memalingkan wajah perlahan dari Lisa, meruntuki diri sendiri karena permintaan bodohnya 3 hari yang lalu.
"Kau hebat unnie...kau sungguh hebat!" Lisa bertepuk tangan pelan melihat reaksi Jennie, memandang sinis dan menjauh dari Jennie,
"Kau bersikap seperti kau lah pengendali hidupku! Aku tidak boleh ini, aku tidak boleh itu, aku harus begini dan aku harus begitu... semua nya kamu yang atur. Lalu, sekarang kau bilang aku adalah b******n?" Lalisa melanjutkan ucapanya dan memandang asing Jennie yang berada cukup jauh dari tempatnya berdiri,
"Cih~, mungkin kau benar! Aku adalah b******n. Tapi... yang membuat aku menjadi b******n adalah KAU! JENNIE KIM." Lalisa menunjuk Jennie dengan telunjuknya, tatapan penuh amarah dan kecewa ditunjukan oleh pemilik marga Manoban itu.
Jisoo dan Rose hanya bisa menyaksikan dan menahan amarah keduanya agar tidak lebih saling menyakiti lagi. Jisoo membawa Jennie keluar apartement, dia membawakan tas selampang Jennie dan keluar begitu saja melewati Lisa dan Rose. Sedangkan Rose yang tadinya mau berangkat kuliah sesuai perintah Lisa, jadi mengurungkan niatnya.
Rose memilih di apartement untuk menemani Lisa sementara waktu.
Jennie Pov
Aku keluar apartement bersama Jisoo. Kami berjalan menuju kampus seperti biasanya, sedangkan Rose dan Lisa... aku rasa mereka tidak kuliah pagi ini.
Aku merasa buruk sekarang.
Hatiku berkecamuk meruntuki diriku sendiri karena telah menampar Lisa tadi.
Aku sangat marah dan cemburu, yaa... aku cemburu.
Chahee tidak boleh berbuat itu pada Lisa-ku, tidak ada yang boleh berbuat seperti itu!
Aku sangat membenci Chahee, aku bersumpah aku tidak akan memaafkan dirinya!
"Kau tidak seharusnya berbuat seperti itu pada Lisa, dia pasti terluka..." Jisoo menasehatiku soal tindakanku tadi,
well, Jisoo-yaa... kau tidak perlu menasehatiku, karena aku kini sudah menyesali perbuatanku padanya.
"Beri aku alasan, kenapa kau melakukan itu pada Lisa?" tanya Jisoo padaku dan menghentikan langkahnya menghadap diriku, Aku menarik nafas pelan, dan kemudian menatap Jisoo lekat, "Tentu saja karena aku kesal Lisa dan Chahee berbuat itu di Bar!" jawabku masih dengan wajah marah.
Ayolah... Aku tidak bisa berhenti marah setiap aku mengingat kejadian semalam!
"Bukan itu maksudku... kenapa kau lakukan itu? Meminta Lisa untuk dekat dengan Chahee!" Jisoo kembali mengintrogasiku, dan kali ini pertanyaanya membuat lidahku keluh menjawabnya.
Apa yang harus aku jawab?! Masa aku harus jawab karena Lisa menciumku di lift dan itu hal paling gila yang pernah Lisa lakukan padaku, di sisi lain Chahee terus mendesak ku untuk mendekatkan dirinya dengan Lisa.
Aku belum menjawab, aku hanya terus saling menatap dengan Jisoo hingga seorang pria berteriak ke arah kami sambil berlari,
"Jisoo!!" Taehyung berhenti di tempat kami berdiri dan menyapa Jisoo dengan senyuman lebarnya,
"Hey Jennie.." dia baru menyapaku ckckckckc, Dia masih menyukai Jisoo rupanya.
"Jisoo, sepertinya ada barangku yang terjatuh tadi di jalan. Aku harus mencarinya, Mian... Kalian bicara saja dulu berdua yah, Bye!!" ucapku tergesa-gesa lalu langsung berlari meninggalkan Jisoo dan Taehyung. Jisoo berteriak memanggilku namun aku mengacuhkanya,
Aku berlari ke arah apartement, aku.... berencana kembali kesana dan menemui Lisa. Aku ingin meminta maaf padanya, Yaa... karena aku telah meminta dia mendekati Chahee, dan karena aku menamparnya tadi.
i swear to God, aku sungguh menyesal.
Mengingat kejadian semalam sungguh membuat aku gila!
air mataku hampir habis semalam, dan aku tidak akan lagi menyia-nyiakan Lisa-ku!
para wanita-wanita di luar sana akan berhadapan denganku jika berani menyentuh my Lisa!
End Jennie Pov
"Pergilah berangkat Chaeng-ah... aku baik baik saja disini." Lisa bicara sambil memegang remote TV dan menyetel saluran Network Cartoon. Dari luar, Lisa memang terlihat baik-baik saja, tapi... siapa yang tau di dalam hatinya tertancap ucapan kasar Jennie yang membuat dia masih merasa sesak sampai sekarang.
"Ani... aku disini menemanimu." Rose membawa 2 gelas berisikan jus jeruk dan memberikan Lisa 1 gelas.
"Kau akan menghadapi ujian, bagaimana bisa kau melewatkan materimu hari ini. cepatlah berangkat bodoh!"
"Hyaak Lalisa! kau harusnya bercermin... kau pikir berapa kali dalam minggu ini kau membolos, huh?!" Rose bicara keras di depan wajah Lisa, mencibir bibirnya kearah Lisa dan hampir menyiram Lisa dengan jus nya.
" Jangan meniruku bodoh! kau tau, selain IQ ku lebih tinggi darimu, jurusanku juga tak terlalu mementingkan teori untuk di hafal. IT adalah sesuatu bidang yang lebih bagus di explore dengan cara praktek sendiri. Cepatlah bersiap CHIPMUNK!" Balas Lisa dan mendorong tubuh Rose yang berada di sampingnya.
Huhh... Rose tidak ada pilihan, semua ucapan Lisa hampir benar, kecuali tentang IQ, dia tidak terima kalau Lisa bilang IQ nya lebih rendah dari Lisa.
"Berandal gila ini memang harusnya kubunuh saja!" Batin Rose kesal pada ucapan Lisa tentang IQ.
Rose beranjak dari sofa, dan kembali ke kamar untuk bersiap berangkat kuliah. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada salah satu teman Lisa, yaitu Suga.
Rose
"Suga, kamu sedang dimana sekarang? Bisakah kita bertemu hari ini?"
Suga
"Tentu. Aku di cafe coffee and cake samping kampus.
Rose
"Kau bersama Taehyung?"
Suga
"Ani... Aku sendiri."
Rose
"Baiklah, aku akan kesana sebentar lagi."
Rose keluar kamar dengan setelan casualnya, memakai celana Jeans dan kaos berwarna putih sudah cukup membuat dirinya terlihat menawan. Lisa mengalihkan pandanganya dari TV ke arah Rose, dia tersenyum melihat Rose menurutinya untuk bersiap ke kampus.
"Aku akan pergi Lisa, kau yakin akan baik baik saja?" Rose menghampiri Lisa dan bertanya.
Lisa mengangguk yakin, "Pergilah Chaeng-ah"
Rose pun pergi dari apartment, dan tersisa Lalisa seorang diri di apartment saat ini.
Lalisa Pov
Haaahh~, ini cukup... menyakitkan Jennie.
Aku memegang dadaku, walaupun pipiku yang di tampar olehnya.... tapi rasanya dadaku yang lebih terasa perih dan terluka. Aku menyandarkan kepalaku di sofa, menengadah keatas dan menatap langit langit apartment kami.
Seandainya cinta ini, tak pernah terjadi,,,
Takkan ada air mata dan hati perih terluka...
Aku berharap aku melupakan perasaan ini, perasaan ini terasa berat aku rasakan. Chaeng dan Jisoo unnie tidak akan merestui perasaanku pada Jennie unnie, apalagi... Jennie unnie sudah menolak ku dengan permintaan bodoh nya padaku kemarin,
Sebaiknya.. aku lupakan perasaan ini.