Taehyung dan Suga baru keluar dari cafe coffee and cake samping kampus, masih dengan tas ransel berisikan Laptop, mereka berniat untuk pergi ke Bar Bae. Yaaaa... Mereka gagal ke Bar Bae kemarin karena Lisa membatalkan rencana, jadi hari ini mereka ingin mencicipi wine campuran terbaru dari Bar itu.
Di perjalanan, Taehyung dan Suga melihat Rose dan Jisoo yang baru keluar dari gedung kampus. Mereka yang memang mengenal keduanya pun menghampiri Rose dan Jisoo.
"Anneyong unnie... " Suga menyapa Jisoo dan Rose sambil melambaikan tangan.
"Anneyong Suga-sii" balas Rose ramah dan membalas lambaian tangan Suga.
"Kalian baru pulang?" Taehyung bertanya dengan santai kepada Chaesoo.
"He'um" Jisoo hanya menjawab dengan anggukan dan wajah datarnya.
Ada alasan kenapa Jisoo terlihat datar dan dingin menjawab pertanyaan Taehyung, dia bahkan menatap risih dengan kedatangan kedua teman Lisa saat ini.
Rose menyenggol pundak Jisoo, menegurnya agar lebih ramah pada kedua teman Lisa sedangkan Jisoo hanya melirik sinis Rose dan menghela nafas tipis untuk menetralkan perasaanya.
"Kami akan ke Bar Bae, apa unnie mau gabung?" Suga mengajak dengan semangat pada Rose dan Jisoo. Untunglah ada Suga yang bisa membuat suasana antara Jisoo dan Taehyung tidak terlalu menonjol.
"Ah.. iya! Aku dengar Irene memasukan menu Wine campuran terbaru di Bar nya yah?!" Rose tersenyum antusias saat Suga mengajak mereka.
Kreekkk
"Awh!!" Rintih Rose yang kaki nya di injak keras oleh Jisoo.
Jisoo menatap garang kearah Rose, membulatkan mata dan mendekatkan wajahnya seakan ingin menerkam Rose. Rose bahkan memundurkan kepalanya karena ngeri.
"Suga.. apa yang kau bicarakan bodoh??!! Kita akan pergi berdua saja!" Taehyung berbisik di kuping Suga dengan penekanan.
"Ah.. Hahahhaa hahaha Baiklah baiklah... mianhe Jisoo unnie, " Suga tertawa kaku dan memasang wajah tak enak hati karena membuat Jisoo risih dengan ajakanya, dia tersenyum canggung sambil melambaikan tangan kearah Rose, "Kami akan pergi, Byee!" Imbuh Suga.
Taehyung tersenyum manis kearah Rose dan Jisoo, mencoba menghilangkan kecanggungan antara dirinya dan juga Jisoo. Biar bagaimanapun Taehyung berusaha melupakan perasaanya pada Jisoo.
Taehyung sakit hati saat itu, ingin rasanya meninju pacar Jisoo dan membawa Jisoo kepelukanya;tapi dia tidak bisa.
Taehyung memukul kencang otot tangan Suga karena telah lancang mengajak Jisoo tanpa persetujuanya tadi, itu sungguh membuat dia dan Jisoo risih.
"Kau gila huh?!! Aku sudah susah payah melupakan dia, lalu kau ingin kita pergi bersama ke Bar?!" Omel Taehyung sambil berjalan dan menjambak rambut Suga.
"Aak akk akk sakit sakit, hyaakk!!!" Suga merintih sakit dan kemudian berteriak melepaskan cengkraman Taehyung di rambutnya, "Aku tidak bermaksud begitu bodoh! Aiiishh... Kalau mereka ikut dengan kita, Ace pasti akan menyusul ke Bar! Itu tujuanku, sial kau!" Suga merapihkan rambutnya yang menjadi kacau karena di jambak Taehyung, dia memasang wajah kesal pada Taehyung karena bereaksi berlebihan atas ajakanya tadi.
"Ace akan ke Bar nanti, dia bersama teman nya Jennie unnie, " ucap Taehyung.
"Mwoo?? Wanita? Atau Pria??" Tanya Suga dengan menaikan sebelah alisnya.
Lisa jarang sekali membawa serta orang lain ke pertemuan mereka di Bar. Lisa hanya akan membawa Jisoo, Rose atau tidak ya Jennie. Itu sebabnya Taehyung dan Suga mengenal Jenchulichaeng, mereka bertemu di Bar Bae.
"Wanita!" Jawab Taehyung singkat.
"Jjinjaa??!!!" Suga menghentikan langkah dan berteriak kearah Taehyung. Dia terkejut dengan informasi yang diberikan Taehyung padanya.
"Ace bilang Jennie yang menyuruhnya untuk dekat dengan wanita itu! Dia terpaksa melakukanya... " Taehyung berucap sambil menoleh kebelakang menghadap Suga yang masih terkejut.
"Yak... kenapa si Ace bodoh itu tidak menolak permintaan Jennie? Dia menyukai Jennie kan?! Aishh.." Suga memiringkan wajah, berfikir dan berucap dengan tegas.
Taehyung hanya berjalan tanpa menghiraukan perkataan Suga. Namun, Suga tidak ingin menghiraukan ini.... dia jelas tau kalau Lisa menyukai Jennie, dan dia tidak ingin teman nya itu melakukan hal bodoh dengan membawa wanita lain.
Suga
"Rose unnie... Datanglah ke Bar Bae nanti, ajak Jisoo, dan Jennie unnie. Malam ini, aku yang traktir!" Suga mengirim pesan singkat pada Rose, dia berharap mereka semua datang, jadi Lisa tidak akan berbuat aneh aneh nanti di Bar.
Terakhir Lisa ke Bar bersama mereka, dia mabuk berat dan kemudian semua wanita mengerubunginya di lantai dansa.
Suga tidak bisa membayangkan kalau Lisa mabuk, dan disampingnya jelas ada wanita yang sedang ingin mendekatinya.
Haahh... mereka akan berakhir di Hotel nantinya.
Rose
"Kau serius Suga-sii?? Wine itu mahal, Kau tau itu??! Lalu.. Bagaimana dengan Lisa?" Isi pesan singkat Rose pada Suga.
Suga
"Yupss... aku akan bayar unnie, ayahku menang tender project besar, jadi uang jajanku ditambah hehe. Ace akan datang juga nanti. Taehyung yang bilang." Balas Suga lagi.
Rose
"Baiklah... kami akan datang jam 7 malam ke Bar Bae! Sampai Jumpa." Rose membalas pesan singkat Suga untuk terakhir kalinya
~¤~
Deguman musik disko di putar di Bar milik Bae Irene, tempat biasa anak kampus menghabiskan uangnya untuk bersenang senang, sekedar menikmati minum-minuman keras sambil berjoget di dance floor yang berada di lantai dasar.
Taehyung, Lisa, dan Suga sudah duduk di table dengan sofa setengah bundar mereka. Mereka asik menghentakan kaki dan menggoyangkan kepala sambil duduk mengikuti alunan musik yang menggema. Wine campuran keluaran terbaru Bar Bae memang benar benar nikmat, bahkan Suga menghabiskan 2 sloki dalam waktu berdekatan.
"Huaaakkhh... ini Dashyat!" Suga berucap setelah dia meneguk sloki ke 3 nya.
Taehyung dan Lisa menggelengkan kepala dan tertawa kecil melihat ekspresi dan cara Suga menikmati Wine nya.
"Ace, Mana teman wanita mu? Kau tak jadi membawanya?" Tanya Taehyung pada Lisa yang sedang memegang sloki nya untuk segera di minum.
Menggeleng pelan, kemudian meneguk sloki ke 6 nya dengan santai, "Hhhuaahh..." Raungan Lalisa saat wine yang diteguknya terasa panas di mulut sampai tenggorokanya.
"Ani... dia datang! Aku hanya tidak menjemputnya. Haahh...... Kau tau, Jennie unnie mencoba menyiksaku dengan memintaku seperti ini." Lisa bicara dengan kesal, dia menegaskan pada Taehyung kalau dirinya sedang terluka.
Taehyung dan Suga bisa melihatnya, semangat Lisa yang biasanya menggebu tiap harinya, tapi seketika sirna sejak dia menyadari perasaanya pada Jennie.
"Lakukanlah hal yang membuatmu dan Jennie unnie bisa bersama Ace! Jangan turuti permintaan bodohnya.." saran Suga untuk Lisa sambil menepuk pundaknya.
"Tidak semudah itu, i***t!" Lalisa mengumpat Suga yang dengan lembut memberinya saran dan sentuhan. Tapi mau bagaimana, Lalisa sedang kesal pada dirinya sendiri! dia juga ingin melakukan apa yang Suga katakan, tapi..... bagaimana bisa Lisa menolak permintaan Jennie, apalagi disaat dia melakukan kesalahan pada Jennie di lift apartement! Lalisa menyalahkan dirinya sendiri, dan dia sangat marah karena itu.
"Yaaaakkk!!! Jjinjaa!!!" Teriak Suga kesal dan melepas rangkulan nya pada Lisa. Suga jadi ingin meninju Lisa karena umpatanya barusan, namun Taehyung menepuk paha Suga, menyadarkan Suga kalau Lalisa sedang tidak serius mengumpatnya.
"Dia menyebalkan Tae!" Adu Suga kepada Taehyung.
"Dia sedang gila, kau tau! Dia di tolak Jennie dengan cara menyedihkan seperti ini. Cih... meminta Lisa mendekati wanita lain?? Yang benar saja..." Taehyung berkata sinis dengan menarik senyum di satu sisi bibir nya.
"Dia bahkan tidak mengizinkan Lisa tersenyum pada orang lain sebelumnya! Aishh.. Jisoo dan Jennie, itu memang sama brengseknya." Taehyung berucap lagi, dan kali ini dia malah membawa nama Jisoo dalam percakapan.
"Yaak...Kenapa kau menyebut nama Jisoo? Dia tidak ada hubunganya!" Suga membela Jisoo, kenapa juga Jisoo dibawa bawa, sama sekali tidak ada korelasinya antara masalah Lisa dengan Jisoo. Taehyung kembali meneguk slokinya, dan ini sudah sloki ke 7 baginya. 1 botol wine yang dipesan Suga hampir habis di teguk 2 orang bodoh yang sedang sakit hati di depan Suga.
"Hey... Hyung!" Lalisa memanggil Taehyung dengan sebutan Hyung karena memang sebenarnya Taehyung lebih tua darinya 2 tahun, hanya saja Taehyung terlambat kuliah, makanya dia masih satu angkatan dengan Lisa.
"Kau masih menyukai Jisoo unnie kan? Hahahahaha" Lalisa bertanya dengan tawa pada Taehyung, kesadaran Lalisa mulai berkurang setelah meminum Wine lebih dari 6 sloki,
Suga melirik Taehyung untuk mendengar jawabanya.
"Yakk Ace! Kau tau... ada rahasia diantara kami! Hahahhaa" Taehyung menjawab juga dengan kesadaran yang berkurang saat ini,
"kau pikir mudah untuk ku melupakan Jisoo setelah apa yang kami lakukan bersama, Aigooo..." lanjut Taehyung sambil merebahkan tubuhnya ke belakang sofa. Taehyung mulai merasakan lunglai di tubuhnya, panas dan pusing dikepala;dia lemah soal mabuk.
Suga dan Lisa saling lirik mendengar ucapan Taehyung saat ini. Sesaat Taehyung berkata kalau dia memiliki rahasia, membuat Suga dan Lisa penasaran. Suga dan Lisa mendekatkan tubuh mereka kepada Taehyung,
"Hyung... Apa rahasia kalian??" tanya Lisa dan menghimpit Taehyung di tengah tengah antara dia dan Suga.
Taehyung melihat samar kedua sahabatnya, tersenyum bodoh seperti orang gila, kemudian dia merangkul keduanya lekat, "Ace, Suga.. Aku dan Jisoo......... kami pernah bercinta, Hahahahaaha" Taehyung tertawa keras di telinga Lisa dan Suga.
Reaksi Suga saat mendengar itu hanya terkejut dalam diam, dia membelakakan mata dan menatap lekat Taehyung atas ucapanya barusan, tapi... berbeda dengan Lisa.
Lisa sontak berdiri dan kemudian menyingkirkan Suga dari sisi Taehyung. Lisa dengan emosi tiba tiba mencengkram kerah Taehyung yang tubuhnya sudah lunglai akibat Wine,
"b******k kau Tae!" Teriak Lisa dan hampir meninju wajah Taehyung karena kepalan tanganya sudah siap untuk memukul wajah tampan Taehyung. Beruntung masih ada Suga yang kesadaranya masih bisa dikendalikan, hingga dia berdiri dan mendorong Lisa menjauh dari Taehyung yang bahkan tidak melawan saat Lisa mencengkram kerahnya,
"Ace.. Ace!! Sadarkan dirimu Ace!!" Suga menggoyangkan tubuh Lisa yang masih berdiri dan melihat Taehyung dengan tatapan membunuh.
"Kau berani menyentuh unnie ku Tae! kau memang b******n!" Lalisa bicara dengan amarah pada Taehyung yang bersandar di sofa dengan lemas,
Taehyung berusaha berdiri walaupun tubuhnya terus bergoyang karena lemah, dia merasa bumi sedang bergerak karena kepalanya pusing tak terkendali saat ini,
"Apa maksudmu aku menyentuhnya Ace??! Dia duluan yang memulainya padaku!" balas Taehyung,
"b******k!" Lisa mendorong Suga dan langsung meninju wajah Taehyung tepat di ujung bibirnya, hingga bibir sexy Taehyung berdarah.
Buukkkkk
"Arghh!" rintih Taehyung.
"Ace... Ace!!" Suga kembali menahan tubuh Lalisa agar dia tidak brutal memukul Taehyung lagi.
"Hahahahahah Baiklah baiklah Ace! Tak apa kau memukulku, tapi... satu hal yang kau harus tau." Taehyung menerima pukulan itu dan hanya diam tanpa membalas, dia sama sekali tidak ingin melawan Lisa, dia hanya ingin terus mengoceh karena suasana hatinya memburuk saat bertemu Jisoo di kampus tadi.
"Aku dan Jisoo melakukanya atas dasar suka sama suka. Aku sudah terbawa suasana denganya, hingga akhirnya aku memintamu membantuku, lalu.... kau bilang dia punya kekasih, Hahahahhahaa itu gila kan Ace??! Dia bercinta denganku, tapi dia punya kekasih Hahahahaa...." Jelas Taehyung dengan kondisi mabuk pada Lalisa, Taehyung menahan sakit di dadanya, hingga tiba tiba dia memasang wajah sedih dan air mata mengembang di pelupuknya,
"Cih~, Aku memang bodoh!" Taehyung berdecih sinis dan kemudian berusaha memejamkan mata nya yang mulai terasa berat.
Lalisa menutup wajahnya dan kemudian dia menyisir rambut dengan jarinya kasar, dia tak habis pikir dengan apa yang dia dengar barusan. Lalisa marah karena Taehyung meniduri Unnie nya, tapi dia sadar.... ini bukan kesalahan Taehyung, dia tau bagaimana sifat Taehyung, jadi.... tidak mungkin Taehyung bersikap buruk pada Jisoo.
Tak lama dari pertengkaran Lalisa dengan Taehyung, Chahee pun datang ke table mereka. Pakaian Chahee cukup menggoda malam ini, dia memakai crop top skirt yang menampilkan pundaknya, dan short jeans pants.
"Hey Lisa!" Sapa Chahee dari jauh sambil melambaikan tangan pada Lisa, membuat Lisa mengalihkan pandanganya dari Taehyung ke arah Chahee.
"Huhh~" Hembusan nafas Lisa tipis melihat kedatangan Chahee, dan kemudian dia mencoba menetralkan kembali emosinya pada Taehyung.
"Kau ku maafkan Hyung! Aku akan membunuhmu jika kau berani menceritakan soal Jisoo unnie pada orang lain!" Lalisa berkata dengan nada rendahnya, mengurai kemarahan dan kembali mencoba memasang senyum di depan Chahee.
"Jisoo unnie, kau sungguh di luar dugaan." Batin Lisa.
Kedatangan Chahee memecah ketegangan antara 3 orang anak Informatics Engineering ini, karena sesaat kedatanganya Lalisa mulai membagi fokusnya pada Chahee dan melupakan konfliknya dengan Taehyung. Ia juga mengenalkan Chahee kepada Suga dan Taehyung yang masih setengah sadar. Suga menyambut kedatangan Chahee biasa saja, tidak tertarik untuk mengetahui lebih jauh kepribadian Chahee, kalau dari kesan pertama Suga pada Chahe, sudah bisa di tebak Chahee adalah tipe penggoda.
"Dia bahkan memakai pakaian sexy di depanmu, Ace." bisik Suga di telinga Lalisa, dan Lalisa hanya mendengarnya acuh.
"Jadi.... kalian sudah minum banyak yah?" Chahee berkata sambil memeluk lengan Lisa erat, dia melirik Taehyung yang sudah hampir kehilangan kesadaran.
Suga mengangguk malas, begitu juga dengan Lisa,
"Wahh... apa seenak itu Wine campuran mereka?" ucap Chahee yang kemudian meraih botol wine dan menuangkanya di sloki,
Chahee merasakankan wine itu memang benar enak, terasa hangat dan manis. Chahee terkagum-kagum dengan rasa wine itu hingga dia terus meminum wine itu hingga 4 sloki dalam waktu kurang dari 10 menit,
"Unnie.. jangan terlalu terburu-buru... tenggorokanmu bisa terbakar jika cara minum mu seperti itu." Lalisa bicara dengan suara parau karena dia sudah kehilangan 50% kesadaaranya.
Suga memperhatikan tingkah Chahee sejak awal, dia memiliki firasat buruk dengan gelagat Chahee pada Lisa. Tangan Chahee terus mengelus paha Lisa, dan wajahnya berjarak beberapa inchi di leher Lisa, sejenak Suga berfikir apakah Lisa tidak merasakan sesuatu yang berdiri kalau posisi mereka seperti itu.
"Ace... apa kau baik baik saja?" Suga membisiki Lisa lagi, Chahee mulai tidak suka dengan Suga yang sepertinya daritadi membisiki Lisa, seakan pembicaraan mereka tidak boleh diketahui olehnya.
Lalisa mengangguk pelan, "Aku agak risih, tapi aku baik baik saja." balas Lisa membisiki Suga.
Suga mulai gelisah, pasalnya ini sudah jam set 10 malam tapi Rose tidak juga memenuhi undanganya untuk datang ke Bar.
"Apakah Rose unnie tidak jadi datang?" Batin Suga.
Suga terus menggerakan kakinya gelisah, melirik kiri kanan menantikan kedatangan Rose, Jisoo dan Jennie yang mungkin bisa membantu Lisa malam ini. Suga melihat Lisa yang masih di gerayangi Chahee, Lisa mulai kehilangan kesadaran.
"dia pasti meminum banyak, Lisa sedang kacau akhir akhir ini" Lagi dan Lagi Suga berbicara dalam hatinya.
Suga mulai frustasi dan menganggap undanganya pada sahabat-sahabat Lisa ditolak, dan dia benar benar tidak bisa membantu Lisa lebih jauh, Suga tidak ada hak untuk meminta Chahee menjauh dari Lisa.
Suga pun mengambil botol wine yang baru saja ingin di raih Lisa untuk di tuangkan ke sloki nya. Suga melakukan itu karena dia tidak ingin Lalisa benar benar kehilangan kesadaran full, dia tau pasti jika Lisa hilang kesadaran malam ini.... Lalisa akan berakhir dengan telanjang di ranjang hotel bersama wanita yang berada disampingnya itu.
"Yaa yaa yaa... SUGA!" Teriak Lisa saat wine dalam botol diteguk habis oleh Suga dalam sekejap,
"Kau gila?!! Kau bisa pingsan dalam sekejap bodoh, Hahahhahaa..." Lalisa bicara sambil tertawa mabuk melihat tingkah Suga yang nekat.
"Rose unnie tidak datang Lalisa... mianhe, jjinja mianhe~" gumam Suga yang seketika memejamkan mata dan menjatuhkan tubuhnya ke sofa.
Taehyung dan Suga sudah seperti mayat sekarang, memejamkan mata di sofa Bar karena mabuk. Momen ini dijadikan kesempatan untuk Chahee, seringai Chahee tercetak jelas sesaat dia melihat Lisa juga hampir kehilangan kesadaran. Ia mengajak Lisa ke toilet Bar, beberapa kali Lisa menolak dengan alasan kakinya lemah dan dunia berputar kalau dia memaksa untuk berdiri,
"Unnie... pergilah sendiri, aku bersumpah aku tidak kuat berjalan."
Chahee memaksa Lisa, dia tetap meminta Lisa berdiri dari duduknya dan memapahnya, "Aku akan membawamu ke toilet Lisa, ayolahh... aku sudah tidak tahan, dan aku takut sendiri." Chahee beralasan pada Lisa.
Suga dan Taehyung membuka matanya berat, melihat samar bagaimana Lisa dengan lunglai berjalan dengan di papahan Chahee ke toilet,
"Tae..." Suga bersuara parau sambil mencolek kaki Taehyung, namun Taehyung sudah tidak bisa bereaksi saat ini, melainkan hanya berusaha membuka mata namun tak lama mata itu kembali tertutup, "Tae... bangunlah. Tolong Lalisa," gumam Suga lagi, Suga bahkan sudah tidak bisa bicara dengan jelas, dia bodoh karena telah meneguk habis 1/4 botol wine sekaligus.
Di toilet Chahee memasukan Lisa di salah satu bilik bersama. Sejenak Chahee memperhatikan wajah Lisa yang rupawan tengah menutup mata dan membuka mulut, membuat sesuatu di dalam dirinya mendorong untuk menggerayangi Lisa sekarang.
Chahee membuka kancing baju Lisa, membuka nya hingga terlihat perut sixpack dan p******a kecil Lalisa. Chahee menelan ludah terkagum-kagum melihat betapa tubuh Lisa mulus dan halus, di sentuhnya setiap inchi wajah Lisa dengan jemari halusnya.
Tak kuat menahan nafsu, Chahee langsung menciumi leher Lisa lembut seraya menutup matanya menikmati aroma tubuh Lisa. Lisa tergelitik nikmat saat sesuatu yang hangat menyentuh lehernya dengan intens, hembusan nafas Chahee menerpa kulit leher Lisa membuat bulu kuduk Lisa berdiri. Sesaat dia menyadari kalau dirinya sedang di gerayangi, Lisa mendorong pelan tubuh Chahee,
"Yaak... apa yang kau lakukan?? pergi!" Lalisa berkata dengan mata tertutup;Lalisa sudah kehilangan 90% kesadaran.
"Sssshhh Lisa-yaa.. Nikmati saja yahh.." Chahee menangkan Lisa dan mendekatinya lagi, menyatukan tubuh mereka lekat. Ia pun mencium bibir Lisa ganas, melumat dan menghisap penuh gairah hingga Lisa mendesah pelan disela ciuman mereka "hmmpphhh mhh"
Chahee terus melancarkan seranganya pada tubuh Lisa, mencumbui seluruh tubuh bagian atas Lisa membuat tubuh Lisa melemas dan sesuatu dibawah sana justru mengeras,
"Hentikan unnie.. kau tidak boleh melalukan ini padaku." gumam Lisa saat Chahee menciumi perut Lisa dan menjilati nya "aaahhh sshhh... Aniyaa unnie ssshh.... aku tidak mau melakukanya." Lalisa kembali bicara dan menolak tindakan Chahee padanya, tapi sayangnya Chahee sama sekali tidak menghiraukan penolakan Lisa,
"Lalisaahhh,,, Sesuatu dibawah sini sudah meminta untuk aku layani, izinkan dia menikmati diriku Lisa..." Chahee mengelus Jun Lalisa yang masih dilapisi celana Jeans, begitu menonjol membuat Chahee tersenyum puas melihatnya,
"nnghhh ssshhhh Jennie unniee.... Aku hanya ingin dilayani olehnya" gumam Lisa lagi, bahkan disaat mabuk seperti ini pun Lalisa masih bisa mengendalikan hasratnya, Lalisa tidak mengizinkan siapapun melayani Jun selain Jennie.
Chahee berdiri, menatap Lisa tegas dan tajam. Benar selama ini dugaan Chahee, kalau selama ini Jennie dan Lisa memiliki perasaan satu sama lain, betapa dia ingin memiliki Lisa saat ini... tapi dihancurkan dengan nama Jennie yang disebut Lalisa disaat oral s*x nya berlangsung.
"DIMANA MEREKA??!!!" Jennie mengguncang tubuh Suga dan Taehyung bergantian, bertanya dimana posisi Lisa sesaat Suga bergumam kalau Chahee datang dan kemudian membawa Lisa pergi.
Jisoo mendekati Taehyung, memaksanya berdiri dan mencengram baju Taehyung erat, dan tentu saja Taehyung berdiri dengan lemas hingga dia bergoyang goyang di cengkaram Jisoo,
"Kau akan mati jika tidak memberi tahu dimana Lalisa sekarang, cepat katakan dimana dia!" ucap Jisoo geram melihat 2 teman Lisa yang tidak berguna ini tidak bisa menjawab pertanyaanya sejak tadi.
Taehyung membuka mata, melihat Jisoo di hadapanya dengan samar, seketika dia tersenyum senang dan kemudian memeluk tubuh Jisoo erat,
"Hmphh Jisoo-sii, kau datang kesini?? Apa kau ingin bertemu denganku? berkencanlah denganku Jisoo!" Taehyung bicara melantur, bukanya menjawab pertanyaan, dia malah membicarakan perasaanya pada Jisoo.
"Tae.. aku akan berkencan denganmu, tapi ayo tingkatkan kesadaranmu dan katakan kemana Chahee membawa Lisa" Jisoo berusaha menyadarkan Taehyung dengan berkata seperti itu, dan ternyata itu berhasil!
Taehyung seketika membuka matanya, tak percaya dengan apa yang di dengarnya, dia pun menatap Jisoo dengan mata membulat, "Jjinjaa Jisoo-yaa?? Kau akan berkencan denganku??!" ucapnya antusias.
Jisoo mengangguk yakin dan menatap Taehyung, "Sekarang, katakan dimana Lisa?"
Taehyung hampir menutup kembali matanya karena berat sekali rasanya berdiri dalam keadaan mabuk seperti ini,
Plaaakkkk
Jisoo menampar pipi Taehyung keras, membuat Taehyung kembali membuka mata dan refleks menjawab "Toilet!" ucap Taehyung, dan Jisoo langsung mendorong tubuh Taehyung ke sofa dengan kasar,
Duggggh
Rose, Jennie, dan Jisoo segera berlari menuju toilet Bar. Mereka berlari membelah semua orang yang sedang bergerombol memegang sloki, Jennie sangat khawatir pada Lisa, Kaki pendeknya bahkan lebih cepat berlari dibandingkan dengan Jisoo dan Rose.
Jennie menyingkirkan semua orang yang menghalangi jalan nya,
Brakkkk
Pintu masuk toilet terbuka kasar, dan Jennie tidak melihat apa apa disana. Jisoo dan Rose menghampiri Jennie yang sudah sampai duluan di toilet, mereka melihat kosong di ruangan utama toilet, tidak ada orang di depan cermin, dan semua bilik tertutup.
"Mereka tidak ada?" gumam Rose keheranan.
Jisoo berjalan masuk ke dalam, menelisik setiap bilik dengan menundukan kepalanya ke lantai, dia melihat apakah ada orang di dalam 4 bilik toilet itu melalyi celah kaki di pintu bilik.
"Semua nya terisi, dan mereka semua berpasangan. mereka sedang m***m disini!" ucap Jisoo pelan pada Channie.
Jennie semakin was was, jantungnya tak normal berdetak, dia sangat takut jika Lalisa dan Chahee melakukan hal yang membuatnya sakit hati. Jennie tak menyangka kalau Chahee akan brutal dengan membawa Lisa dalam keadaan mabuk begini.
"Aku harus menemukan Lalisa." ucap Jennie yakin sambil menatap mereka tajam.
"Dia tidak disini Jennie.." bisik Jisoo mendekati Jennie,
Sejenak Jennie terdiam, menundukan kepala dan memejamkan mata. Perasaanya benar benar dibuat tidak tenang saat ini, dia takkan rela, dia akan memaki dirinya sendiri jika Chahee benar benar melakukan s*x dengan Lisa.
"Huaah... sshhh Jennie Unniee mmhh..." tiba tiba suara itu terdengar dari sebuah bilik, membuyarkan lamunan Jennie dan menatap bilik sumber suara desahan tadi,
"Aahhhh... Aku hanya ingin Jennie unnieh ssshhh, tolonghh aaahhh hentikan sajahh oihhh sshhh" desahan itu kembali terdengar dengan jelas, dan Jennie perlahan mendekati bilik paling pojok di toilet. Jennie menempelkan telinganya di pintu bilik, "Jennieeeehhh!!!... aaahh Jennieeehhh, aku ingin Jennieeehhh" Semakin jelas sudah suara itu hingga Jennie langsung mendobrak pintu itu kencang
Braaaaaakkkkk
"LISAA???!!!" Teriak Jennie keras saat dia melihat celana Jeans Lisa terbuka, dan Chahee sedang setengah duduk dibawah Lisa sembari mengulum Jun milik Lalisa.
Mata Jennie terbelalak, air mata mengembang dan hatinya hancur melihat pemandangan menjijikan di depan nya saat ini. Chahee berdiri kaget melihat kedatangan Jennie, betapa malu Chahee saat ini karena Jisoo dan Rose juga sedang memandangnya kotor,
Lalisa tidak bergeming, dia hanya bersandar dengan mata tertutup, kesadaranya hilang penuh saat ini, dan dia hanya mampu menjatuhkan tubuhnya sesaat Chahee melepas kulumanya di Jun Lisa.
Plaaaaaakkkkkkkk
Tamparan kencang membuat pipi Chahee terasa panas dan bedenyut, Chahee memegang pipinya yang terasa kebas saat tangan lembut Jennie menghantamnya. Jennie sangat marah hingga bukan lagi tatapan kucing yang dia lancarkan kearah Chahee, tapi juga tatapan serigala!
Jennie menarik Chahee menjauh dari Lisa yang tergulai lemas di dalam bilik, dia membawa Chahee keluar toilet dan melempar tubuhnya. Sesaat Jennie melihat ada gelas berisikan Jus mangga, dia langsung menyiramkanya ke wajah Chaheee
"AKH!" Suara Chahee mengeras seperti tak terima dirinya diperlakukan seperti ini oleh Jennie.
"b***h!!" umpat Jennie kencang dengan d**a naik turun menahan emosi nya pada Chahee.
Jennie kehilangan kendali, dia sangat marah, dan murka dengan apa yang dilakukan Chahee pada Lisa.
"Yaaaaakkkkk!!! Chaheeeee!! Kau benar benar JALANG!! HIkkss hiksss... teganya kau Chahe, teganya kau hikkss.. hiksss.." Jennie menangis kencang di depan Chahee, terisak penuh rasa sakit di dadanya hingga seluruh tubuhnya bergetar saat ini,
"Dia bahkan terus menyebutkan namaku.... DIA MENYEBUT NAMAKU CHAHEE!!" Teriak Jennie di sela tangisanya,
Jennie merasa sakit hati, perasaanya kacau karena perbuatan Chahee malam ini. Lalisa menginginkan Jennie yang melakukan itu padanya, bukan Chahee! Jennie tau itu, Lalisa menyebutkanya di bilik tadi, dan Jennie mendengarnya dengan jelas.
"Betapa menyedihkan dan menjijikanya dirimu, Chahee-ssi!" Lanjut Jennie dan kemudian berlalu meninggalkan Chahee dan kembali ke bilik toilet, dimana Jisoo dan Rose sedang mengurusi Lisa disana.