Teman baru

1088 Kata
Indah, tapi banyak mudharatnya. Indah sih, tapi lebih indah jika didapatkan dengan cara yang halal. Itulah kenapa, kita sering merasakan kekecewaan. Cinta memang lah fitrah setiap insan, tapi jangan menyalahgunakan fitrah itu sendiri, karena bisa jadi yang tadinya fitrah malah menjadi mudharat. Aisyah Shidqia Abraham *** Setelah dirasa cukup lama berjalan-jalan menelusuri jembatan itu dengan perbincangan yang terasa hangat, akhirnya keduanya memutuskan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. "Oh, iya. Kak Nai kenapa belum menikah?" tanya Aisyah tiba-tiba membuat Naira terkejut mendengarnya. "Hah, nikah?!! Kak Nai sih belum kepikiran untuk menikah, usia Kak Nai juga masih muda kok, baru juga 22 tahun. Jadi, belum kepikiran buat nikah. Kak Nai ingin bebas dulu," jawab Naira. Di usianya yang sekarang menurut Naira masih agak terlalu muda untuk mempunyai gelar status menjadi seorang istri. Menurutnya pekerjaan seorang istri sangatlah membosankan sedangkan dirinya msih ingin menikmati kebebasan masa remaja. Wanita itu mempunyai target nikah di usia dua puluh lima tahu yang menurutnya sangat matang untuk usia pernikahan seorang perempuan. Entah dari segi pemikiran, finansial, dan mentalnya. "Oh, gitu ya. Ngomong-ngomong kak Nai punya adik atau kakak, ga?" tanya Aisyah 'lagi'. "Kalau kakak sih nggak punya, kalau adik punya. Sekarang usianya 20 tahun dan sedang kuliah di salah satu Universitas di Jerman, bentar lagi juga lulus dan akan kembali kesini," jawab Naira yang hanya mendapatkan jawaban 'oh' dan anggukan dari perempuan di sampingnya. Mereka kembali fokus untuk melangkahkan kakinya dengan suasana yang hening tidak ada yang membuka suaranya. Ditengah perjalanan mereka untuk pulang keduanya melihat seorang perempuan yang sedang menangis tepat di tengah-tengah penyangga jembatan. Terlihat perempuan itu perlahan menaiki penyangga jembatan itu seperti ingin terjun ke bawah sana. Seorang wanita yang memakai celana jeans, jaket, dan syal yang terikat di lehernya. Rambutnya nampak terurai sehingga terlihat sangat cantik. "Hi!! do you want to do up there?" teriak Naira kepada wanita tersebut. "Stop, don't get close if you get close, I will plunge down,"ancam wanita tersebut penuh penekanan di setiap kata. "Ok, i will move away but you go down, what do you want?" Aisyah dan Naira memilih mundur, setelah dirasa tidak akan ada yang menghalangi niatnya wanita itu pun langsung berniat menerjunkan dirinya ke sungai yang berada di bawah jembatan, sebelum akhirnya lengan wanita itu ditarik kuat oleh Aisyah dan Naira. Mereka bertiga pun akhirnya terjatuh, dan tanpa aba-aba wanita itu langsung memeluk Aisyah dan Naira, ia menangis sejadi-jadinya di pelukan kedua wanita yang menyelamatkan hidupnya. Dengan suara yang serak akibat menangis wanita tersebut menjelaskan "I am tired, I come far from Indonesia to meet my boyfriend, but what? he instead kissed another woman," jelas wanita itu di sela tangisnya. Ternyata wanita tersebut berasal dari Indonesia yang sengaja datang ke Francisco untuk menemui pacarnya, namun yang ia lihat membuatnya sakit hati sehingga mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidupnya. "Oh, Alhamdulillaah. kalau kamu dari Indonesia." ujar Aisyah "Maaf ya, Kakak Islam?" sambung Aisyah bertanya. "I-iyaa sa-ya Islam, kenapa?" tanyanya yang masih dalam isakan tangisnya. "Gini kak, maaf ya. Kakak kenapa tadi berniat untuk terjun kebawah?" "Saya datang kesini untuk bertemu dengan pacar saya. Untuk menyiapkan pernikahan yang akan dilaksanakan di sini beberapa bulan lagi. Saya sengaja tidak memberi tahu dia bahwa saya akan kesini, karena niatnya saya ingin memberi surprise dengan langsung datang ke kantornya. Tapi, waktu saya sampai dikantornya, saya melihat dia b******u mesra dengan wanita lain, saya shock dan saya tidak bisa berpikir jernih. Saya capek, jauh-jauh sengaja datang kesini tapi apa hasilnya? Dia malah mengkhianati saya. Saya tidak bisa hidup tanpa dia , jika saya tidak bisa dengannya lebih baik saya bunuh diri saja," jelas wanita tersebut dengan panjang sambil mengeluarkan air matanya ketika mengingat kejadian yang tadi. "Hmm, sabar ya, Kak. Begini Kak, itulah kenapa kita dilarang untuk berpacaran sebelum menikah. Pacaran memang lah indah Kak, namun jauh lebih indah jika kita berpacaran setelah menikah. Seperti dalam Al-Quran surat Al-Isra : 32 yang berbunyi Allaah Subhanahu wa ta'ala berfirman: وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan k**i, dan suatu jalan yang buruk." Berpacaran sudah termasuk zina, dan itu hanya akan menambah dosa. Dan mudharat lain setelah dosa dari pacaran adalah kekecewaan, sakit hati, atau yang lainnya. Jatuh Cinta memang lah fitrah setiap insan, Kak. Namun, ia akan menjadi mudharat jika kita salah menggunakan fitrah itu sendiri. Halalkan atau tinggalkan, Kak. Dan sekarang kelakuan buruk dia sudah diperlihatkan oleh-Nya ke kakak, jadi untuk apa kakak pertahankan?" jelas Aisyah panjang lebar dan santai. Tidak ada jawaban dari wanita tersebut, wanita itu malah semakin menangis. Sedangkan Naira hanya menyimak apa yang dikatakan oleh Aisyah, karena ia tidak terlalu mengerti apa yang disampaikan oleh wanita yang kini menjadi temannya. Namun, ada getaran di hati Naira ketika Aisyah melantunkan ayat suci tersebut. 'Suaranya merdu, membuat hati ini bergetar walau aku tak tau apa yang dimaksud olehnya,' batin Naira. "Kakak kenapa nangis? Maaf ya, jika perkataan Aisyah ada yang menyinggung hati Kakak," tanya Aisyah khawatir jika perkataannya menyinggung perasaan wanita itu, meski niatnya hanya mengingatkan saja. Dengan tarikan nafas, wanita tersebut menyeka air matanya mencoba untuk tegar. Ada kekhawatiran di hati Aisyah ketika wanita tersebut ingin menjawab pertanyaannya. Grep!! Tiba-tiba saja wanita tersebut memeluk Aisyah dengan erat sehingga membuat Aisyah dan Naira merasa aneh. Ada apa? "Tidak, Dik. Sungguh kakak tidak marah, justru kakak berterimakasih sama kamu karena kamu telah mengingatkan kakak. Sungguh kakak sudah jauh dari ayat-ayat-Nya, dan sekarang kamu hadir untuk mengingatkan kakak kembali ke jalan yang benar. Sungguh ayatmu tadi membuat hati kakak bergetar, dan membuat kakak sadar bahwa apa yang kamu katakan itu benar. Mungkin, kakak terlalu lupa dengan-Nya dan jauh lebih mencintai seorang hamba dari pada-Nya, sehingga membuat Dia cemburu. Kakak juga tidak akan meneruskan pernikahan ini, mungkin dia bukanlah jodoh kakak, dan besok kakak akan kembali lagi ke Indonesia. Ingin sekali kakak lebih lama disini, kakak ingin mencoba hijrah sepertimu, Dik," jelas wanita itu membuat Aisyah bernafas lega. "Maa Syaa Allah.. Alhamdulillaah, Isyah kira kakak bakalan marah. Alhamdulillaah kak semoga kita bisa bertemu kembali." "Iya, Dik. Oh iya, nama kakak Amelia zahra, nama kamu siapa?" "Oh, saya Aisyah Shidqia Abraham, dan ini Naira Kristiana Alexander." "Boleh saya minta no WA kalian?" "Oh, boleh kak." Akhirnya mereka saling bertukar nomor WA, dan setelahnya, Amelia berpamitan untuk pulang kepada Aisyah dan Naira. Setelah Amelia pergi, kedua wanita itu kembali melanjutkan perjalanan pulangnya karena waktu bermain mereka sudah terlalu lama. Jarum jam tangan pun sudah menunjukan pukul 12.01 WIB dan Aisyah meminta izin ke Naira untuk mencari masjid terdekat karena ia mau melakukan sholat dzuhur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN