Jembatan ini membentang di atas selat dan menghubungkan sisi utara San Francisco dengan Marin County, California.
Naira
***
Aisyah yang kini berada di dalam kamarnya, ditemani dengan buku dear diary yang selalu ia bawa kemana pun. Tangannya mulai menggoreskan tinta hitam di atas kertas putih bersih itu. Begitulah Aisyah, ia sangat senang menuliskan apapun yang terlintas di dalam hati dan pikirannya.
"Kini, Gelap Malam telah datang. Rembulan dan bintang pun menjadi saksi datangnya sang malam. Ku tuliskan sepatah kata yang terangkai dalam pikiranku. Ku tuliskan segala kerinduan yang ada pada hatiku. Kerinduan yang aku sendiri pun tidak tahu untuk siapa rasa rindu ini. Tapi yang pasti rindu ini akan bertemu dengannya. Suatu saat nanti, dan di waktu yang tepat".
Aisyah Shidqia Abraham
Seperti itulah kata-kata yang tertulis di dalam lembaran kertas yang putih. 'Rindu? Kenapa tiba-tiba aku menuliskan tentang rindu? Ntahlah,' batin Aisyah.
Tring!..
Suara handphone Aisyah berbunyi, dilihatnya benda pipih itu dan ternyata ada pesan masuk dari Naira.
Naira Kristiana Alexander
Syah, besok jalan-jalan yuk?
Aisyah Shidqia Abraham
Kemana, kak?
Naira Kristiana Alexander
Ke Jembatan Golden Gate mau, nggak?
Aisyah shidqia Abraham
Oh iya kak, nanti coba tanya dulu deh sama paman
Naira Kristiana Alexander
Wokkeh jam 8 pagi ya, nanti Aisyah kontek kakak lagi kalau mau.
Aisyah Shidqia Abraham
Iya kak siip
***
Setelah saling mengirim pesan dengan Naira, ia berniat untuk meminta izin kepada pamannya, karena jika dilihat dari jarak rumahnya ke jembatan golden gate sepertinya akan diberi izin.
"Di izinin nggak ya nanti sama Paman. Tapi, Bismillaah aja deh, semoga Paman mengizinkan Aisyah untuk ke sana," gumam Aisyah.
Aisyah berniat meminta izin di pagi hari nanti, karena memang sekarang sudah larut malam, jadi tidak mungkin ia meminta izin sekarang.
***
Kini, jarum jam sudah menunjukan pukul 03.00 pagi. Seperti biasa, Aisyah akan terbangun di jam sepertiga malam untuk beribadah kepada-Nya.
Setelah rutinitas ibadahnya selesai, ia mulai membantu beres-beres di rumah bersama Rena. Mulai dari nyapu-nyapu, ngepel, cuci piring, cuci baju, dan memasak di dapur bersama Intan.
"Oh iya, bi. Paman mana?" tanya Aisyah di tengah-tengah ia sedang mengiris bawang.
"Ada tuh, di depan. Emang kenapa, Syah?" tanya Intan heran, kenapa Aisyah menanyakan keberadaan Pamannya? Apa ada pentingkah? Begitu lah pikir Intan.
"Oh itu, bi. Aisyah diajak main sama Kak Nai ke Jembatan Golden Gate."
"Wah, Aisyah mau kesana? Mbak ikut ya?" timpal Rena dengan mata yang berbinar.
"Ish kamu ni, kaya yang belum pernah ke sana aja. Udah, kamu disini aja bantuin Bunda masak," bantah Intan, membuat Rena mengerucutkan bibirnya.
"Ya elah, Bun," pasrah Rena dengan wajah melasnya.
Aisyah hanya tertawa kecil melihat wajah pasrahnya Rena. Setelah mendapat jawaban dari Intan, Aisyah langsung berpamit untuk ke Rudy. Keluar dari dapur, melewati lorong-lorong di dalam rumah untuk bisa bertemu dengan Rudy.
"Satuuu.. Duaaa.. Tiig--" gumam Aisyah dengan suara kecil. Namun, rencananya gagal karena Rudy sudah menyadarinya.
"Apa?" tanya Rudy datar, membalikkan badannya ke hadapan Aisyah, dan menaikan satu alisnya
"Eh, Paman tahu aja. Gagal deh, Aisyah ngagetin Pamannya," ujar Aisyah cemberut.
"Oh iya, Paman. Aisyah ke sini mau minta izin pergi ke Golden Gate bareng Kak Naira. Boleh ya.. yaa.. yaa.." sambung Aisyah jurus andalannya, yaitu puppy eyes.
"Hmmm.. Gimana yaaa?? Kasih izin nggak yaa??" gumam Rudy sambil menyimpan ujung jari telunjuk didagunya.
"Yah, Paman. Izinin dong, yaa. Bareng Kak Nai kok, gak sendiri," tawar Aisyah dengan wajah memelasnya, berharap Rudy mengizinkannya.
"Iiih manyun-manyun segala, geli Paman liatnya. Ya sudah boleh, tapi jangan lama-lama ya," jawab Rudy, dengan geleng-geleng kepala melihat wajah memelas Aisyah.
"Asyiiik makasih paman luvluv deh," ujar Aisyah jingkrak-jingkrak layaknya anak kecil. Sedangkan Rudy langsung masuk ke dalam kamarnya.
***
Setelah mendapatkan izin dari pamannya ia langsung memberi kabar kepada Naira bahwa ia akan ikut bersamanya untuk sekedar jalan-jalan melihat jembatan golden gate.
Kedua perempuan itu mulai melangkahkan kakinya di tepi jalan raya, dan berhenti di tengah jembatan yang di depannya terlihat air sungai yang sangat indah.
"Syah, kamu mau tahu nggak sejarah jembatan ini?" ujar Naira membuka mulutnya untuk memecahkan keheningan diantara keduanya.
"Emang Kak Nai, tahu?" tanya Aisyah tak percaya.
"Yee, ngeledek. Tahu dong, jadi gini..
Jembatan ini tuh dibangun selama empat tahun dan saat selesai pada tahun 1937, panjang keseluruhan jembatan ini mencapai 1.280 meter dan menjadikannya sebagai jembatan suspensi terpanjang di dunia.
Sejak resmi digunakan publik pada bulan Mei 1937, hampir dua miliar kendaraan melintasi jembatan ini baik dari sisi selatan atau utara.
Nama jembatan ini diambil dari Selat Golden Gate, yang menghubungkan Teluk San Fransisco dengan Samudra Pasifik.
Jembatan ini membentang di atas selat dan menghubungkan sisi utara San Francisco dengan Marin County, California.
Sebelum jembatan ini berdiri, satu-satunya cara hilir mudik antara kedua tempat itu adalah dengan menggunakan Kapal Feri.
Perancang jembatan ini bernama Joseph B Strauss, pria kelahiran Ohio yang sudah banyak membangun jembatan di seluruh AS, terlibat dalam proyek Golden Gate ini sejak 1920-an.
Sejak awal, Strauss dan koleganya sudah menghadapi banyak kendala, termasuk perlawanan dari para pejabat kota yang skeptis dan khawatir dengan biaya pembangunan yang terlalu mahal.
Strauss juga ditentang para aktivis lingkungan, dan pemilik kapal feri yang khawatir kehadiran jembatan akan mengganggu bisnis mereka.
Bahkan, sejumlah arsitek mengatakan, secara teknis amat mustahil membangun jembatan itu dan tak mudah mencari dana pembangunan saat AS sedang dilanda depresi ekonomi.
Akhirnya, surat utang bernilai 35 juta dollar AS diterbitkan di California pada 1930 untuk mendanai pembangunan jembatan ini.
Sehari sesudahnya, dari Gedung Putih, Presiden Franklin D Roosevelt menekan sebuah kunci telegraf sebagai tanda bahwa jembatan itu resmi bisa digunakan.
Golden Gate tetap menjadi jembatan suspensi kabel terpanjang di dunia sebelum "dikalahkan" Jembatan Verrazano-Narrow di New York pada 1964 dengan selisih hanya 18 meter.
Pada Februari 1985, mobil kesatu miliar melintasi Jembatan Golden Gate. Kini, rata-rata 41 juta kendaraan bermotor melintasi Golden Gate setiap tahun." Jelas Naira menceritakan sejarah tentang Jembatan Golden Gate. Naira memang mengetahui sejarah Jembatan tersebut karena dia itu sebenarnya lulusan S1 di California institute of technology (caltech).
Mulut Aisyah terbuka lebar di balik cadarnya, dan matanya sudah membulat, ia tidak percaya jika Naira sepintar itu, dia bisa menceritakan sejarah tentang Jembatan Golden Gate.
"Waaah Kak. Kakak hebat, tahu sejarah Jembatan ini. Wah.. hebat kak, hebat," ucap Aisyah bertepuk tangan.
"Hehe, iya dong. Naira Crishtiana Alexander gitu, loooh," jawab Naira dengan menyombongkan dirinya, walau hanya sekedar bercanda.
"Ya sudah yu, jalan lagi." sambung Naira.