Brina merasa kenyang. Brian benar-benar belagu. Masa dia disuruh menghabiskan semua yang dipesan oleh Brian. Tentu saja Brina menolak saat dipaksa laki-laki itu. Bahkan dia mengancam akan pulang sendiri dengan taksi kalau pria itu masih terus memaksanya memakan semuanya. Memangnya dia kingkong yang bisa memakan semua itu. Tapi Brian hanya mengangkat bahu saat Brina benar-benar keluar dari restoran, meninggalkan Brian di depan makanan yang masih tersisa banyak. Dia menatap jam yang melingkar di tangan, terkejut ketika jarum pendek menunjuk angka sebelas malam. Meski masih ramai tapi tentu saja dia malas kalau harus menunggu taksi atau pulang dengan Go-Jek. “Ih kenapa aku jadi kayak ABG labil gini, ya. Kan dia yang salah, kenapa aku yang harus pulang sendiri?” Brina menghentakkan kaki dan

