Brina benar-benar merasa lelah. Brian sudah menyeretnya ke sana sini. Rasa lapar mendera perut dan tubuhnya sudah tak bisa lagi diajak kompromi. “Yank, ayo turun.” Itu suara Brian dan Brina hanya menggeleng dan tak membuka matanya yang terpejam. Sudah dua jam lebih pria itu mencari keberadaan Rani. Membawanya ke tempat-tempat di mana bisa ditemui gadis itu. Tapi sampai saat ini, langit sudah berubah menjadi gelap masih juga tak ada tanda-tanda gadis itu akan ditemukan. “Aku mau di mobil saja, mau tidur.” Dia tahu kalau itu kejam bagi Brian. Bagaimanapun juga dia merasakan rasa sayang Brian kepada adik angkatnya itu. Tapi hanya sampai di sini dia memberi toleransi. Karena dia sudah tak sanggup lagi menemani Brian untuk mencari gadis itu. Terdengar helaan napas dari Brian. Tapi kemudian d

