“Yank, sabunnya tadi udah dimasukin, kan?” Suara Brian membuat Brina menganggukkan kepala tanpa harus menoleh. Tubuhnya terlalu lelah. Seharian tadi mereka tak hanya belanja keperluan saja, tapi juga perlengkapan rumah karena mereka baru saja pindah ke lingkungan baru dan rumah Brian sudah lama tidak ditempati. Seperti, sofa baru, kasur baru serta meja kerja baru. Padahal Brina sendiri melihat jika semua itu tidak terlalu diperlukan. Apa yang ada masih layak pakai. Tapi, Brian tetap memaksa dan dia tidak suka dengan sifat laki-laki itu yang suka menghambur-hamburkan uang seperti ini. Brina meletakkan kedua tas besar yang berisi barang belanjaan, sementara Brian, memasukkan mobil ke dalam garasi. Brina mengamati pintu rumah yang tertutup dengan rapat. Bukankah Rani ada di rumah? Atau gadi

