Brina benar-benar kesal. Brian begitu keras kepala mengundurkan diri lebih awal. Tapi toh dia juga bisa apa? Itu keputusan Brian, karena dia juga tak berhak untuk melarang bocah itu. Bukankah hubungan mereka belum cukup kuat untuk melakukan semua itu? Dalam artian dia masih belum terlalu dekat dengan Brian. Too bad memang, tapi Brina sadar diri walau keintiman fisik sudah dilewati mereka berdua, masih semacam ada dinding tak kasat mata yang menghalangi mereka berdua. Tentang masa lalu pria itu, siapa dirinya sebenarnya. Brina benar-benar ingin mencari tahu siapa sebenarnya Brian. Dan setelah pria itu pergi dari ruangannya. Dia mencoba mencari data diri Brian. Hanya saja tak banyak yang didapatnya. Sekadar tahu saja kalau pria itu lulusan terbaik dari universitas ternama di Jakarta ini. Ha

