Nayla memeluk erat Devano di dalam mobil. Mata anak itu terpejam selama perjalanan, menahan rasa takut untuk bertemu Yasa. Sementara Nayla sendiri mencoba menghubungi nomor setiap rumah sakit di Jakarta. Atau menelepon teman yang bekerja di rumah sakit. Menanyakan pasien bernama Yasa Pradipta. Entah berapa banyak orang dia hubungi, mencari ke sana-kemari hanya demi menenangkan hati melihat pria itu baik-baik saja. Bertanya pada Arasella hal yang percuma. Wanita itu seolah menyembunyikan keberadaan Yasa. Nayla paham, Yasa telah dianggap kakak bagi Arasella. Wajar saja jika Arasella marah padanya sekarang. “Ma. Udah ketemu belom? Papa baik-baik aja, ‘kan?” tanya Devano pelan. “Udah. Ini kita sekarang lagi ke tempatnya Papa. Vano sabar, ya.” Beberapa waktu kemudian, Nayla dan Devano turu

