"Ana! Jangan pergi dulu! Aku belum selesai bicara! Mau ke mana kamu? Aku gak akan izinkan kamu pergi selama kamu masih sah berstatus sebagai istriku!" seru Mas Arya sembari mengejar lalu mencengkeram bahuku kuat hingga langkahku terpaksa kuhentikan. Diayunkan tangannya hingga posisiku sekarang menghadap ke arahnya. "Oh ya? Kalau begitu sebentar lagi aku bukanlah istrimu karena aku akan menggugat cerai kamu di pengadilan! Sekarang, lepaskan aku! Biarkan aku pergi, aku gak mau lagi hidup bersama laki-laki seperti kamu!" sergahku sambil berontak berusaha melepaskan diri dari cekalan tangan Mas Arya. "Kenapa? Karena dokter s****n itu? Benar 'kan kamu ada hubungan dengannya hingga tiba-tiba memutuskan pergi seperti ini? Kamu pikir dia lebih baik dariku? Begitu?" Mas Arya mengangkat kedua ali

