Putri kembali pergi ke tempat tadi dia bolos sambil membawa bekalnya tersebut, tempat ini memang cukup jauh dari kelas dan sedikit kumuh tapi putri sangat menikmati saat makan disini, apalagi saat angin sepoi-sepoi yang tertampar para daun mengibas-ibaskan rambutnya kebelakang, saat itu terjadi dia jadi seolah-olah merasa kalau sedang berada dalam sebuah film dimana dia yang menjadi pemeran utama, sebab hanya biasanya hanya sang pemeran utamalah yang mendapatkan efek rambut di hembus angin ke belakang. Tingkat ke haluannya memang kadang bisa separah itu. Mengkhayal di saat mata tidak sedang terpejam seperti ini sudah sangat menjadi hal yang biasa baginya, sebab biasanya orang jelek memang seperti itu, mereka akan lebih suka menghabiskan waktu mereka dengan menghalu dan berandai daripada sibuk memikirkan bagaimana cara mempercantik diri, ya... Walaupun itu hanya sebagian orang saja, dan sayang nya putri tergolong kepada sebagian orang tersebut.
Sambil membuka YouTube untuk streaming MV terbaru kekasih halunya yaitu BTS dia mulai membuka kotak nasi yang telah di buatkan oleh ibunya tadi dengan mata terus saja fokus menatap ke arah manusia yang selalu dia sebut dengan jodoh masa depannya, siapa lagi kalau bukan Kim taehyung atau manusia yang kerap di sapa dengan nama V di layar hp nya.
Menurutnya menatap wajah V sangat membantunya dalam menenangkan jiwanya yang mudah sekali jatuh cinta kepada para cogan, karna baginya V lebih tampan dari manusia manapun yang ada di muka bumi.
"Kenapa sih Lo itu cakep banget, gue kan jadi Nge halu terus jadinya arghhh....!!!!", Histerisnya, dia memang sering seperti ini, menjadi hilang kendali di saat sudah melihat wajah lelakinya, bahkan terkadang dia akan sulit untuk membedakan mana realita dan mana imajinasi dan dia akan selalu bereaksi dimanapun itu jika seseorang menyebut nama V apalagi jika orang tersebut sampai mengaku-ngaku sebagai pacarnya V atau mengatakan kalau dia membencinya, kedua hal tersebut akan sangat memancing Putri untuk mengeluarkan jiwa fanatik dan bar-bar nya.
Tapi tiba-tiba saja dia jadi membeku saat mendengar suara orang yang sedang tertawa dari belakang bangunan yang ada di sampingnya, posisinya saat ini memang sedang tidak berada mentok di depan dinding melainkan berada di tengah jalan yang di sampingnya terdapat gerbang usang yang entah apa alasannya gerbang tersebut di ciptakan putri pun tidak tau pasti karna selama dia disini dia tidak pernah melihat ada seorang pun yang bolos lewat gerbang tersebut padahal gerbang itu tidak pernah di kunci.
Tapi baginya hal tersebut adalah keuntungan besar karna dengan begitu dia bisa keluar sebentar untuk mencari jajan pinggir jalan yang murah meriah dan kembali lagi ke area sekolahan dengan aman melalui gerbang yang mungkin saja tidak di ketahui oleh para guru dan siswa itu. Dan itulah salah satu alasan yang membuat putri jadi merasa betah untuk terus datang kesini, karna dia bisa keluar sekolah dengan mudah.
Putri langsung terdiam mendengarkan suara tertawa tersebut, dia tidak pernah pergi ke belakang bangunan yang berada di sebelah situ sebelumnya karna perjalanannya selalu terhenti di belakang bangunan yang berada di sebelah sini.
Dengan takut-takut dia meletakkan kotak makan siang nya kemudian berjalan dengan pelan sembari mematikan suara hp nya menuju ke arah sana untuk melihat sumber suara tersebut.
Dan betapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang tertawa, bahkan tubuhnya benar-benar sangat membeku saat ini dan fikirannya menjadi kosong seketika.
Jantungnya kembali berdebar kencang seperti saat tadi dia melihat adik kelas yang nyasar mencari botol itu.
"Tuhan, tolong bunuh hamba di rawa-rawa sekarang juga karna hamba benar-benar ngerasa ngga kuat ngeliat pemandangan yang engkau berikan ini", batinnya.
Matanya bahkan tidak berkedip saat ini dan untuk sesaat dia juga tidak bisa bernafas seolah-olah oksigen di sekitar nya menjadi hilang.
Dan penyebab itu semua adalah karna di hadapannya kini LEO YANG MEMILIKI KETAMPANAN DI ATAS RATA-RATA SEDANG TERTAWA LEPAS BAHKAN SAMPAI MENGELUARKAN AIR MATA!!! Tentu saja hal tersebut membuat putri menjadi blank dan hampir kehilangan kesadaran nya karna merasa tidak kuat saat melihat wajah sempurna nya yang sedang tertawa dan terlihat sangat tampan bagai wajah para malaikat yang di gambarkan dalam beberapa mitologi.
Putri kehilangan tenaganya saat ini, kakinya menjadi lemas dan terasa seperti jelly sehingga sudah tidak mampu untuk menopang tubuhnya. Dan pada akhirnya diapun ambruk.
Leo yang ternyata tidak menyadari kehadiran nya itu menjadi sangat kaget melihatnya, bahkan dia sampai mengernyitkan dahi bingung menatap ke arah putri.
"Lo ngapain disini?!", Tanyanya dingin dengan wajah yang telah dia kembalikan ke mode dingin seperti yang tadi dia tunjukkan di dalam kelas.
Putri yang masih saja belum dapat menemukan kesadarannya tentu saja hanya terdiam, kenapa dia begitu lemah dan tubuhnya menjadi alay serta lebay seperti ini saat berurusan dengan makhluk Tuhan yang satu itu? Kadang putri suka merasa kesal di buatnya.
Jantungnya masih berdegup kencang, bayangan wajah Leo yang tertawa lepas dengan indahnya masih saja membayangi fikirannya.
Leo yang merasa di abaikan pun berjalan menghampiri nya, "Hoy...", Panggilnya dengan nada dingin namun hal tersebut masih belum cukup untuk dapat mengembalikan putri kepada kenyataan yang ada.
"Tuhan tolong, hamba sudah sangat tidak kuat, mau melompat-lompat keluar dan kemudian lari maraton rasanya jantung hamba saat ini", ujarnya tanpa sadar di saat dirinya masih belum kembali kepada kenyataan itu sehingga semakin membuat Leo tidak mengerti melihatnya, tapi entah kenapa dia merasa lucu akan tingkah putri tersebut.
Tapi seperdetik kemudian Leo langsung menghilangkan fikiran tersebut dari dalam otaknya kemudian dia berdehem kecil, "woy! Lo kenapa?!", Tanyanya sambil menepuk-nepuk kan tangannya untuk menyadarkan putri dengan nada cuek, padahal dia benar-benar merasa penasaran saat ini dengan keadaan putri yang belum pernah dia temui sebelumnya di manusia manapun itu.
"Hah? Eh...", Hanya itu jawaban putri, karna di saat dia sudah tersadar dia jadi merasa ingin pingsan saat melihat wajah Leo yang berada dekat di hadapannya, sehingga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dia akhirnya memilih untuk memejamkan mata saja agar tidak melihat wajah tampan Leo tersebut.
Leo lagi-lagi mengernyitkan dahi di buatnya, "Lo apa-apaan sih? Kok sampe merem segala?", Deliknya lagi dengan nada yang sama seperti yang tadi.
"Ja... Jangan salah faham dulu, gue grogi ka... Kayak gini bukan karna gue suka sama Lo melainkan gue cuman ngga pernah bisa kuat melihat cowok cakep kayak Lo! Jadi tolong ja... Jangan mikir yang nggak-nggak tentang gue!", Sahut putri dengan gelagapan, jantungnya benar-benar serasa ingin meledak saat ini karna wajah tersenyum Leo terus saja menghantui fikirannya sejak tadi.
Leo menaikkan sebelah alisnya, ternyata dugaannya benar, kalau gadis di hadapannya ini sangat unik dan berbeda dari manusia lain yang dia temui, sehingga membuatnya jadi merasa kalau bersekolah disini tidak terlalu buruk juga untuk dia lalui karna dia punya rencana seru di otaknya saat ini untuk melepaskan rasa bosannya dan tentu saja rencana tersebut akan melibatkan putri.
Dia menunjukkan smirknya dan tentu saja putri tidak mampu melihatnya karna dia sedang memejamkan matanya.
"Gue ngga bakalan mikir yang nggak-nggak tentang Lo dan gue bakalan bantuin Lo buat ngehilangin perasaan grogi Lo setiap ketemu cowok tampan kayak gue ini, tapi dengan satu syarat", ujarnya tiba-tiba.
Putri mengernyitkan dahi tidak mengerti dengan mata yang masih saja terpejam, "hah?", Sahutnya tidak mengerti dengan perkataan Leo tersebut.
Dan seketika Leo pun menyadari kalo ternyata putri sedikit lamban dalam berfikir dalam hal yang seperti ini dan dia juga yakin putri adalah cewek polos yang gampang di bodohi sehingga dia langsung merubah perkataannya.
"Dengan kata lain Lo harus jadi babu gue karna Lo udah ngeliat apa yang seharusnya ngga boleh Lo liat", ujarnya lagi yang sukses membuat putri membelalakkan matanya menatap ke arah Leo yang sedang tersenyum jahat.