9

2210 Kata
"ma...maksud Lo apaan?", Tanya putri dengan nada yang masih gelagapan. "Gue mau Lo tanggung jawab", jawab leo ambigu dengan wajah mode liciknya. seketika putri langsung mengernyitkan dahinya, "tanggung jawab?", beonya. "Iya, Lo harus tanggung jawab karna udah ngeliat gue tersenyum", ujarnya dengan santai. "Hah?!", Putri benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini. "Jadi mulai sekarang Lo harus jadi babu gue buat nebus kesalahan Lo itu", lanjut Leo lagi dengan tegas seolah-olah ingin menunjukkan kalau putri benar-benar sedang melakukan kesalahan besar saat ini untuk hal yang sesepele ini. Putri benar-benar kehilangan kata-kata di buatnya, semua perkataan leo itu terasa seperti rumus matematika yang sangat dia benci di otaknya sehingga dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi dan dia benar-benar butuh waktu untuk mencerna semuanya. Lama dia terdiam sambil menunjukkan tampang bodoh sedang berfikirnya, dia benar-benar terlihat seperti orang d***u saat ini yang anehnya Leo malah merasa ekspresi yang dia tunjukkan itu terlihat sangat imut. Hingga kemudian.... "LO GILA YAH?!", bentak putri tiba-tiba, seketika ketampanan Leo sudah tidak berfungsi lagi kepada putri sang manusia yang lemah terhadap cogan karna emosi telah menguasai nya saat ini, putri memang begitu, jika emosi sudah menguasai dirinya dia sudah tidak akan pandang bulu lagi sekalipun lawannya adalah manusia tertampan se dunia. Leo benar-benar sangat terkejut untuk sesaat di buatnya, dia sama sekali tidak menyangka kalau reaksi putri akan tiba-tiba berubah seperti itu, bukankah seharusnya putri harus menunjukkan ekspresi bersyukur karna dia yang tampan itu mau mengangkatnya sebagai babu? Batin leo, dia sama sekali tidak mengerti dengan putri dia kira gadis itu akan dengan bodohnya akan berkata iya mengingat bagaimana reaksi putri terhadap ketampanan miliknya dan putri juga sudah mengakui kalau dia lemah terhadap lelaki tampan semacam dirinya. Tapi kenapa reaksinya malah seperti itu? Batinnya lagi. Dia memanglah jenis manusia yang sama sekali tidak pernah menyangkal ketampanannya dan dia sama sekali tidak menduga kalau ternyata putri berbeda dari apa yang dia fikirkan tadi, "Pertanggung jawaban konyol macam apa itu?! Ini gue cuman liat senyuman Lo doang anjir bukan nge Hamilin Lo, bahkan gue ngeliatnya juga tanpa sengaja! Jadi Lo ngga usah bersikap lebay gini dan nyuruh gue buat jadi babu Lo cuman karna masalah se sepele itu, karna gue ngga bakalan pernah Sudi untuk jadi babu siapapun di dunia ini! Lagian seberharga apa sih senyuman Lo hah? Taehyung yang tiep 5 detik sekali gue liat senyuman nya aja dia ngga pernah protes padahal dia pernah di nobatkan sebagai cowok tercakep sedunia! Gue tau Lo cakep dan hukum orang cakep adalah orang cakep gapernah salah, tapi ngga gini juga anjir!", Lanjut putri lagi penuh emosi, dia benar-benar tidak mengerti dengan jalan fikiran manusia yang sedang berada di hadapannya ini dan dia benar-benar tidak bisa mengontrol perkataannya lagi. Leo terdiam, seketika dia kehilangan kata-katanya, jujur dia tidak pernah di omeli oleh perempuan seperti ini sebelumnya, bahkan mamanya pun belum pernah sama sekali, ternyata seperti dugaannya gadis di hadapannya ini memang menarik dan sepertinya akan sangat cocok jika dia memperhatikan putri untuk dia jadikan sebagai mainan penghiburnya di masa SMA yang menurutnya sangat membosankan ini. Karna ini baru hari pertama mereka tapi dia sudah dapat melihat banyak sifat yang belum pernah dia lihat sebelumnya, dan satu hal ada di dalam fikirannya saat melihat tingkah putri itu, yaitu, "orang kelas bawah memang bar bar dan sepertinya akan menarik untuk di jadikan mainan", dia memang se arrogant itu, semua orang yang mengenalnya juga tau hal tersebut tapi mereka mengabaikannya karna ketampanan serta ke kayaannya, sedangkan keluarga mereka memakluminya karna dia adalah seorang anak yang cerdas, bahkan di usianya yang masih remaja ini dia sudah mendapat kepercayaan dari orang tuanya untuk mengurus salah satu perusahaan mereka. Dia adalah paket komplit yang berhati iblis namun berwajah malaikat. Putri terus saja menghirup nafas dalam mencoba menenangkan dirinya sendiri karna dia merasa kalau dia lagi-lagi sudah kehilangan kendali atas emosinya. "Gue bakalan anggep hal ini ngga pernah terjadi dan gue bakalan lupain semua hal yang gue liat ini", ujar putri lagi setelah dapat menenangkan emosinya kemudian berbalik dari sana, dia benar-benar merasa kalau hari ini adalah hari terburuk dalam hidupnya. "Gue bakalan pastiin kalo Lo bakalan jadi babu gue, karna terserah Lo mau ngomong apa tapi yang jelas ngeliat gue tertawa memang semahal itu dan belum pernah ada sebelumnya orang yang ngeliat gue tertawa, jadi untuk menjamin kalo Lo akan nyembunyiin rahasia itu maka Lo harus jadi babu gue", celetuk Leo tiba-tiba dengan nada songong nya sehingga membuat putri menjadi mengepalkan tangan dan emosi kembali. Dia langsung menghadap ke arah leo kembali, "SENYUMAN LO NGGA SEBERHARGA ITU ANJIR! DAN LO SAMA SEKALI NGGA PUNYA HAK BUAT JADIIN SESEORANG BABU HANYA KARNA HAL ITU! GUE TAU LO CAKEP GUE TAU LO TAJIR TAPI BUKAN BERARTI LO JADI BISA SEMENA-MENA SAMA ORANG LAIN! JADI STOP BACOT ATAU KALO NGGA GUE BAKALAN SENTIL GINJAL LO!", delik putri lagi dengan penuh emosi kemudian pergi dari sana. Dia kira hanya abangnya sajalah cowok tampan yang menyebalkan tapi ternyata masih ada cowok tampan lainnya yang berkelakuan sama dan putri benci itu. Putri kembali ke sofa usangnya dan meninggalkan leo sendirian disana, dia butuh asupan makanan untuk menjernihkan otak nya saat ini karna apa yang baru saja dia alami barusan benar-benar menguras tenaga dan fikiran serta jiwa, setidak nya itulah yang di rasakan putri saat ini. Tapi.... Langkahnya langsung terhenti saat melihat seseorang yang sedang terduduk dengan santainya disana. Tubuh putri seketika langsung mematung dibuatnya, emosinya juga seolah-olah menguap ke lautan karnanya, bagaimana tidak? Lelaki tampan yang tadi datang mencari botol kini datang kembali kesana, ke tempat usang miliknya. Jantungnya kembali berdebar-debar tidak karuan, dia tidak memiliki perasaan apapun kepada orang asing itu, tapi tetap saja jantungnya akan berdebar-debar seperti orang yang sedang jatuh cinta saat melihat cogan. Berulang kali dia mencoba menghirup nafas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya secara pelan agar tidak terdengar oleh laki-laki itu karna sepertinya orang tersebut belum menyadari keberadaannya saat ini. Dan penyakit aneh putri pun kambuh kembali, yaitu akan grogi dan salah tingkah tanpa sebab saat berdekatan dengan cogan, dan sepertinya leo akan dia blacklist dari daftar cogan yang mampu membuatnya berdebar mengingat se laknat apa sifat aslinya tadi dan putri masih membencinya, bahkan saking bencinya saat senyuman Leo yang masih ada di otaknya dan seharusnya dapat membuatnya berdebar kini sudah terasa biasa saja bagi putri, dia sudah menganggap leo sebagai manusia jelek dan sepertinya itu berhasil. Sehebat itu memang kekuatan emosi dan perasaan benci miliknya, kutukannya akan patah alias dia akan menjadi bersikap biasa saja saat di hadapan cowok ganteng jika cowok tersebut mampu menanamkan rasa benci di hatinya, dan sepertinya leo sudah sukses melakukannya saat dia mengklaim putri sebagai babunya, karna asal tau saja putri memang benar-benar sangat membenci kata babu, dan dia tidak suka sistem b***k sebab menurutnya semua orang itu berhak merdeka walaupun mereka bukan orang kaya. Jadi dengan kata lain satu-satunya hal yang dapat membuatnya menjadi manusia normal adalah perasaan benci, Aneh bukan?. Saat dia tengah sibuk menenangkan dirinya dengan kurang ajarnya perutnya tiba-tiba saja berbunyi sehingga membuat laki-laki tersebut jadi menatap ke arah dirinya. "Perut kurang ajar", gerutu putri pelan dalam hati. "Lho, Lo kan cewek yang tadi", ujar orang tersebut menyapanya. Putri tiba-tiba saja menunjukkan senyum kakunya sehingga wajahnya benar-benar terlihat aneh saat ini, "dan Lo adalah cowok ganteng yang tadi", sahutnya. Jantung putri semakin berbedar-debar saat orang tersebut menatapnya, dia berasa ingin mati saat ini karna di tatap oleh manusia tampan seperti itu, "tuhan aku ingin jadi batu kali saja yang ngga terpengaruh sama ketampanan para lelaki ciptaan mu ya tuhan", batin putri. "Lo ngapain disini?", Ujar leo tiba-tiba yang baru saja datang dari arah belakang putri menghancurkan suasana yang menurut putri indah itu. "Lho, Lo juga ngapain disini?", orang tersebut malah bertanya balik kepada mereka sehingga membuat putri menjadi merasa sedikit aneh di buatnya, apa mereka saling kenal? Batin putri. "Gue lagi ngawasin babu gue", sahut leo dengan nada santai sambil menunjuk ke arah putri. Ekspresi putri seketika langsung berubah mendengarnya, dan jika semisal mereka adalah karakter kartun mungkin saat ini wajah putri sudah di gambarkan dengan warna merah dengan asap di kepalanya. Dengan tatapan sinis dan tangan terkepal dia langsung menatap ke arah leo kemudian dia menghela nafasnya sejenak, dia tidak tau se kaya apa Leo dan sebesar apa pengaruh keluarganya di sekolah ini, putri sama sekali tidak perduli itu tapi seperti nya dia rasa dia harus memberi leo satu kesempatan lagi untuk leo agar mau menyesali perbuatannya sebelum putri menunjukkan sisi gilanya. "Gue ngga tau sekaya apa keluarga Lo, gue juga ngga tau sebesar apa pengaruh keluarga Lo di sekolah ini sampe-sampe cowok yang modelannya macam Lo bener-bener di gilai sama cewek-cewek yang ada di kelas tadi, gue cuman tau kalo Lo tampan dan gue akuin jantung gue berbedar-debar karna ketampanan Lo itu karna gue emang manusia aneh yang ngga bisa ngeliat cowok tampan tanpa salah tingkah dan berdebar-debar seperti orang bodoh padahal gue ngga sedang jatuh cinta ataupun menyukai mereka, gue ngga tau seberharga apa senyuman yang gue liat tadi. Tapi satu hal yang perlu Lo tau, sekaya apapun Lo, setampan apapun Lo, sebesar apa pangkat keluarga Lo, gue bener-bener ngga Sudi buat jadi babu Lo dan babu siapapun, jadi sekali lagi gue tegasin berhenti nge klaim gue atau gue bakalan tunjukin kegilaan gue yang ngga takut apa-apa ini di hadapan Lo!", Delik putri dingin, dia tidak pernah berkata dengan nada seperti ini sebelumnya di sekolah ini, bahkan seingatnya dia tidak pernah berkata dengan nada semacam itu selama ini, karna selama ini dia selalu bisa menahannya dengan baik, tapi sepertinya kali ini dia sudah tidak bisa lagi karna dia paling tidak suka di katakan babu apalagi jika yang mengatakannya adalah murid sekolahan ini karna dia akan merasa kalau mereka sedang merendahkannya secara terang-terangan karna dia miskin. Leo benar-benar tidak mengerti kenapa putri bisa terlihat se emosi itu hanya karna dia memanggil nya babu, bukankah posisinya putri saat ini di mata orang kaya yang mungkin nanti akan menjadi atasan putri saat bekerja adalah seorang babu? Tapi kenapa dia begitu marah saat di sadarkan kepada kenyataan? Batin leo, dia memanglah manusia angkuh yang tidak pernah bergaul dan berinteraksi dengan orang kelas menengah ke bawah serta dia juga tidak punya teman, dan di perusahaan pun orang menengah ke bawah adalah karyawannya dan bawahannya, jadi mengatakan kalau putri adalah babu di sekolah miliknya menurut nya adalah hal yang wajar karna memang itulah faktanya, sehingga dia sangat tidak mengerti kenapa putri bisa sebegitu emosi saat dirinya menyadarkan dimana letak kasta putri berada. Putri sudah tidak perduli lagi, dia sudah tidak mementingkan cogan yang satunya yang sedang menatap heran mereka berdua Karna yang ada di dalam otaknya saat ini adalah fokus untuk tidak menghajar Leo si mulut sampah. Berulang kali dia menghirup nafas dalam-dalam, ini adalah tahun keduanya bersekolah disini dan di hari pertama dia sudah mendapat banyak cercaan dan di rendahkan. Putri hanya bisa berharap semoga masa SMA nya akan bisa berjalan baik-baik saja seperti biasanya, dia hanya ingin lulus dengan tenang tapi kenapa rasanya se sulit ini, batinnya. "Dan gue juga ngga tau Lo segila apa tapi asal Lo tau, gue selalu dapetin apa yang gue mau", sahut leo pada akhirnya setelah mereka berdua sekian lama terdiam dan saling tatap tatapan dengan aura permusuhan yang keluar dari tubuh putri. Putri tiba-tiba terkekeh, otaknya menjadi blank seketika mendengarnya, dan kemudian kekehannya itu berubah menjadi tawa karna entah mendapat pencerahan dari mana dia pun tidak tau tapi yang jelas saat otaknya sedang blank tiba-tiba saja dia jadi memiliki sebuah ide untuk membalas penghinaan Leo ini. Leo dan orang asing tadi menjadi sedikit takut melihatnya, mereka takut kalau putri sedang kerasukan saat ini karna dia tertawa tiba-tiba seperti itu. Dengan enteng putri tiba-tiba saja menepuk pundak leo, "kalo Lo sebegitu pengen nya buat ngejadiin gue babu maka oke gue akan jadi babu Lo tapi Lo harus gaji gue dan Lo gaboleh ngatur-ngatur gue karna gue adalah orang yang suka kebebasan, ahh trus sistem babu hanya berlaku saat di sekolahan doang trus gue akan menjadi babu yang laknat dan durjana kepada tuannya alias gue adalah babu tipikal pembangkang, jadi kalo anda saudara Leo yang otaknya sedang bermasalah mohon di fikirkan baik-baik, karna yang ingin gue buat menjadi babu disini adalah Lo bukan gue jadi Lo yang harus nurutin semua permintaan gue", celetuknya dengan senyum lebarnya yang aneh kemudian berjalan mendekat ke arah cowok asing yang tampan yang satu. "Gue ngga tau siapa Lo, tapi yang jelas kita udah ketemu tadi, dan gue rasa Lo adalah adek kelas gue, jadi mumpung gue sedang emosi saat ini sehingga ketampanan Lo jadi terlihat biasa aja di mata gue karna ulah manusia gila itu, gue mau kasih tau sesuatu sama Lo, yaitu mohon anda sang cowok cakep jangan pernah kembali kesini karna ini tempat gue dan jangan pernah muncul di hadapan gue lagi karna gue ngga akan kuat ngeliat ketampanan Lo yang ngga manusiawi itu, ini buruk buat jantung gue, semua orang juga tau kalo gue selalu meleleh di dekat cowok tampan selama mereka ngga ngebuat gue emosi, jadi di mohon dengan sangat pengertiannya, gue adalah cewek gila dan tukang halu, gue udah bantuin Lo nyari botol tadi jadi anggep aja ini sebagai balas Budi yang Lo lakuin", ujar putri yang juga menepuk pundaknya dengan santai seolah-olah mereka adalah teman dekat kemudian dia langsung mengambil kotak makan siangnya dan segera pergi dari sana.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN