Selesai dari tempat habib, aku segera pulang. Ku ceritakan pada ibuku dan teman-teman di kampungku. Sedikit demi sedikit mereka mulai membuka matanya dan perlahan-lahan mulai percaya. Tapi ada juga temanku yang muak dengan ceritaku karena dia tidak percaya dan bosan. Akhirnya warga kampung sebagian mulai beralih berobat pada peruqiah yang lain. Ada juga yang berobat dengan habib yang kemarin ku temui. Alhamdulillah sedikit demi sedikit orang-orang kampung yang ku temui mulai ada perubahan.
Sepuluh tahun berlalu. Aku sudah memliki keluarga sendiri. Dan selama itu juga aku telah meninggalkan kampung halamanku. Semua orang terutama cewek, pasti jika tidur tidak lengkap tanpa ‘teman’ disisinya. Ada yang biasa tidur ditemani dengan guling kesayangannya, dimana guling itu bila dibuka sarungnya, akan terlihat tuh berbagai macam ‘pulau’(bekas iler). Ada juga yang tidurnya biasa dengan boneka, entah itu boneka si komo, teddy bear bahkan bisa jadi Annabelle atau yang rada romantis sedikit yaitu dengan guling Pocong, wew sekali ya… Nah kalau aku, agak extreme sedikitlah, ditemani sesosok makhluk ‘astral’ atau istilah lainnya Makhluk Gaib (MG).
Entah darimana asal muasal teman tidurku ini. Awal kehadirannya tak pernah kusadari. Mungkin bisa jadi berawal dari mimpiku. Malam itu mungkin adalah malam terindah dalam hidupku. Semua orang pasti mengharapkan mendapat mimpi indah pada setiap malamnya. Dan ini berlaku buat semua orang, baik yang sudah memiliki pasangan atau pun yang High Quality Jomblo seperti diriku, hehehe…over confidence kan. Yup hidup memang harus percaya diri, terutama pada diri sendiri. Aku memang anak yang sedikit tomboy, makanya jangan heran bila aku kelewat PD dan yang jelas banyak sohib juga.
Suatu malam aku tertidur dan bermimpi itu begitu indah dan terasa begitu nyata. Bertemu dengan seseorang pria yang kegantengannya melebihi para pria di Drakor atau Bollywood sekalipun. Semuanya mah lewat dengan sesosok pria ini. Dan seumur hidup, baru kali ini aku menemukannya. Walau hanya dalam mimpi, aku merasakan kebahagiaan yang sangat mendalam. Hingga dalam keadaan tersadar pun bayangan pria itu selalu ada dalam pikiranku. Hampir tiap hari aku bermimpi mengenai pria ini, dan itu tidak hanya terjadi pada malam hari, bahkan siang ataupun pagi, intinya setiap aku dalam keadaan tak sadar atau tertidur.
Mimpi itu selalu hadir, bulan berganti bulan, tahun pun berganti. Meskipun aku sudah memiliki pacar, mimpi itu tetap hadir. Tak pernah aku bosan dengan mimpi itu. Dalam mimpi itu aku tidak hanya sekedar bertemu, bahkan kami sampai melakukan hubungan suami istri. Melalui mimpi itu aku benar-benar menikmati hubungan itu. Hingga aku tersadarpun aku hanya tersenyum-senyum bahagia dan badanku penuh dengan keringat, seperti orang yang habis olahraga. Mimpi ini tak pernah aku ceritakan pada siapapun. Sampai akhirnya, tibalah masanya aku melepas masa lajangku. Aku pikir dengan aku married, mimpi itu akan berakhir dengan sendirinya. Ternyata …
Ternyata aku salah. Mimpi itu tetap hadir. Dan selama aku married, tidak hanya mimpi yang selalu hadir dalam kehidupanku. Banyak hal-hal aneh yang terjadi. Semua yang terjadi membuat aku jadi sedikit ketakutan. Aku juga tidak tahu kenapa bisa begini. Sampai semua orang-orang terdekatku terkena imbas dari kejadian ini. Setelah berkeluarga, aku tinggal bersama keluarga suamiku. Karena aku sudah menjadi seorang istri maka apapun yang diperintahkan suamiku, adalah jalanku untuk mencari ridho Illahi.
Aku berubah tidak lagi menjadi tomboy seperti masa bujangku. Aku menetap di rumah mertuaku. Walau hanya terhalang sebuah dinding dan pintu. Baru sebulan aku mulai kerasan di rumah itu. Bulan kedua, ujian demi ujian mulai kualami bersama suamiku. Namun yang paling parah adalah aku. Setiap harinya suamiku bekerja dan aku bertugas sebagai ibu rumah tangga. Maka bila suamiku bekerja, maka setiap hari itu juga aku selalu sendiri. Mungkin buat semua orang, sendirian di rumah itu sudah biasa. Awalnya aku juga berpendapat begitu. Tetapi sejak tinggal dirumah mertuaku, ada saja hal hal yang tak masuk akal terjadi.
Hari itu ketika sedang asyik-asyiknya aku betapasan(cucian), aku bernyanyi sebuah lagu, tanpa sengaja ku dengar ada juga suara yang mengikuti suaraku menyanyi. Ketika aku berhenti menyanyi, malah suara itu melanjutkan nyanyian itu. Aku pikir mungkin itu suara iparku atau mertuaku atau bisa juga suara orang lain atau tetangga. Sudah kucari sekelilingku, sekitar rumah, namun tak ada seorangpun yang ku temui. Setelah habis suara itu menyanyi, dipenghujung lagunya suara itu malah tertawa cekikikan. Aku langsung tak jadi cucian, langsung ku tinggal ke kamar. Ku tutup kepalaku dengan bantal. Tak berapa lama akupun terlelap. Dan kembali bermimpi lagi dengan sosok pria tampan tersebut. Dalam mimpi itu aku malah melakukan ‘hubungan’ suami istri dengan pria itu.
Beberapa hari kemudian, setelah kejadian itu aku tak pernah lagi bernyanyi setiap cucian. Dan kejadian itu tetap ku silent. Tak ada seorangpun yang ku beritahu. Seminggu kemudian, seperti biasa kegiatan ibu rumah tangga, memasak. Ketika aku sedang asyik bermasak, mendadak seluruh badanku merinding, serasa diriku ada yang memperhatikan sedari tadi. Tapi aku melihat sekelilingku tak ada seorangpun ku temui. Aku berpikir positif, mungkin hanya perasaanku saja. Selang beberapa menit, aku mendengar suara anak-anak lagi berlarian di sekitarku, berteriak-teriak.
Awalnya pelan, tapi lama kelamaan semakin jelas. Suara anak-anak itu bermain seperti di temani seorang wanita dewasa, karena disuara itu terdengar juga suaranya. Saat itu juga kuhentikan kegiatan memasakku. Aku coba konsentrasi mendengar suara-suara tadi. Cukup beberapa saat, aku langsung ke kamarku. Seperti biasa ku tutup telinga dan kepalaku, dengan maksud agar tak terdengar suara-suara itu lagi. Akhirnya aku tertidur juga. Lalu bisa ditebak mimpi itu hadir lagi, dan sosok tampan itu kembali hadir, yang terjadi sama juga dengan mimpi-mimpi sebelumnya.
Hampir setiap hari aku mendapat gangguan. Dan itu terjadi ketika tidak ada suamiku. Dari yang awalnya hanya suara-suara, hingga akhirnya ‘mereka’ benar-benar unjuk gigi. Walau hanya samar-samar terlihat, cukup buat aku menangis ketakutan. Kejadian ini tetap ku simpan rapat-rapat.
Tiga tahun telah berlalu. Selama itu juga aku belum di karuniai rezeki yang diharapkan setiap pasangan yang telah menikah, seorang anak. Ya 3 tahun lamanya aku belum juga di beri sebuah amanah. Aku selalu khusnudzon, karena ku tahu pasti Allah punya rencana yang terbaik hamba-Nya. Aku tetap berusaha, baik secara medis maupun non medis. Hasilnya tetap masih harus bersabar.
Hingga suatu hari ketika bertemu dengan teman adikku. Sebut saja namanya Mas Rey. Orang ini memiliki sedikit ‘kelebihan’. Ketika dia melihatku, ia langsung mengatakan ada sesuatu yang berbeda pada diriku, dan itu ada hubungan dengan MG (Makhluk Gaib). Aku dan suami yang mendengar hal itu hanya tertawa. Apalagi suamiku yang tidak mudah percaya dengan hal-hal yang berbau gaib. Pertemuan itu merupakan titik awal aku nantinya yang akan mengakhiri mimpi-mimpi indahku.