Bertemu Hantu Rani

2175 Kata
Selepas acara tujuh bulanan tersebut kehidupanku terasa mencekam. Kemampuan cenayang yang telah lama hilang tiba tiba seperti muncul kembali. Aku tahu bisa melihat karena mereka selalu hadir di rumah ini dan itu tidak hanya satu atau dua melainkan dalam jumlah yang lumayan. Dan hampir kebanyakan perempuan dan anak anak. Aku berusaha untuk pura pura tidak melihat mereka alias cuek. Tapi tetap saja rasanya sulit karena mereka bisa merasakan dan mengetahui sebenarnya kemampuanku. Jadi rasanya sia sia jika aku cuek atau tidak peduli dengan mereka. “Percuma kamu cuek begitu Mayang. Kamu bisa melihat kami kan?” Agak sedikit kaget ketika tiba tiba ada yang mengajak ngomong di kamar yang besarnya hampir satu rumahku yang dulu. Aku coba diam sejenak untuk memastikan siapa yang barusan mengajakku mengobrol. Ternyata ia sudah berada di sampingku, gadis cantik yang usianya mungkin hampir sama denganku. Setelah sekilas melihatnya aku tetap menghiraukannya dan kembali focus pada gawaiku yang sedari tadi menemaniku saat itu. “Udahlah May ga usah pura pura cuek gitu. Aku tahu kok kamu bisa melihatku.” (Asem, bagaimana dia tahu kalau aku bisa melihat, bukannya selama ini kemampuan cenayangku sudah tertutup?) dalam hatiku menggumam. “Kemampuanmu itu sudah ada sejak lahir dan itu tidak akan bisa tertutup, karena kamu memang special.” Kembali sosok itu ngeyel dengan ucapan dalam hatiku. Kali ini percuma aku cuek sepertinya karena dia tau semua tentangku. Oh my ghost apa yang harus ku lakukan? Segera ku beranjak dari ranjang malasku bermaksud keluar kamar dan mengarah ke balcon. Seolah olah menganggap ia tiada di kamarku. “Percuma kamu menghindar May, ini sudah takdirmu. Terima saja kenyataan ini.” Lagi lagi sosok itu mengingatkanku. Sudah menjadi hal biasa ketika berinteraksi dengan sosok dari golongan mereka. Sedari kecil aku memang memiliki kemampuan tersebut. Awalnya memang sulit menerima kenyataan seperti itu apalagi saat itu aku masih usia anak anak jadi wajar saja reaksi takut setiap ketemu mereka menjadi momok buatku. Namun lambat laun karena sudah terbiasa aku malah banyak membantu mereka. Bahkan ada yang menjadi teman baikku kala aku sedang galau meski sebenarnya tak banyak membantu dalam mengusir kegalauanku. Paling tidak mereka bisa sedikit memberi hiburan buatku. Setiap orang yang melihatku pasti langsung mengernyitkan dahi dan berusaha untuk menjauh. Namun itu tidak semua, masih ada beberapa teman yang memang niat tulus ingin bersahabat denganku. Apalagi kaum Adam yang juga sangat antusias mendekatiku, meski aku tahu itu modus tetap saja aku manut dengan keinginan mereka meski akhirnya selalu membuatku menangis karena putus cinta. Ya hatiku yang mudah tersentuh akan rayuan seorang pria membuat aku jadi gampang untuk jatuh cinta. Nyaris tidak ada yang mampu ku tolak saat mereka melancarkan modusnya. Padahal sahabat sahabat dari golongan demit sudah berkali kali mengingatkanku untuk menjauh dari mereka. Tapi tetap saja hatiku tidak bisa berbuat banyak selalu saja masuk dalam perangkap cinta cowok buaya. Bodoh ya aku? Entahlah, semua mengalir apa adanya tanpa bisa aku hindari. “Kamu itu bodoh May sudah tau mereka membodohi tetap saja kamu maafkan.” Berkali kali mereka mengingatkanku yang begitu bodohnya di permainkan cowok yang mengincar kecantikanku. Meski mendapat warning dari mereka hatiku tetap enggan menjauh dari para cowok tersebut. Bisa di sayang dan diperhatikan saja sudah buat aku bahagia meski sebenarnya itu hanya modus. Berdiri di balcon luar guna menghindari sosok tadi adalah jalan terbaik menurutku untuk menganggap mereka tidak ada. Tapi ternyata hal tersebut sebenarnya tak bermanfaat karena kemampuan yang ku miliki tetap tak bisa ku tolak. Semua memang sudah takdir yang harus ku hadapi. Sosok wanita berbaju pink itu tetap mendekatiku. Ia berusaha untuk berkomunikasi denganku. “Mau sampai kapan kamu menghindar?” tanya sosok gadis itu pelan. “Aku bukan menghindar tapi aku males berhubungan dengan dunia kalian.” “Kamu ga akan bisa lepas dari dunia kami karena memang sudah jalanmu May.” “Dari mana kamu tau namaku?” “Buat kami dari dunia lain tidak ada yang kami tak ketahui tentang dunia manusia. Apalagi namamu sudah terkenal di dunia kami.” “Maksud kamu?” agak sedikit terkejut dengan komentar kali ini soal terkenal tadi. “Ah sudahlah itu tidak penting. Ada hal yang lebih penting dari itu May. Tentang kamu dan calon bayimu.” Belum satu hilang rasa terkejut tadi, sekarang ia menambah lagi dengan informasi yang membuat jantungku terasa ingin copot. “Kenapa dengan aku dan bayiku?” “Sebaiknya kamu segera pergi dari rumah ini May.” “Mengapa aku harus pergi? Ini tempat tinggalku? Siapa sih kamu, kok malah usir aku dari rumah ini?” “Aku Rani dan aku sudah lama tinggal di sini, jauh sebelum kamu ada di rumah ini.” “Ok Rani dan aku Mayang.” “Aku sudah tau namamu sebelum kamu sebut tadi May, bukankah tadi sudah aku katakan jika namamu tidak asing di dunia kami?” “Oya aku lupa, wait … aku mau duduk dulu, capek berdiri dari tadi ngobrol dengan kamu.” Obrolan kamipun berlanjut dengan cerita asal usul Rani. Ia adalah gadis yang dulu pernah hidup dalam lingkungan keluarga Andre. Dulunya Rani adalah istri dari Mas Bagas, kakak kandung Andre yang pertama yang dulu tinggal di London. Perkenalan mereka terjadi di negeri orang saat mereka sama sama menempuh pendidikan di kampus yang sama. Berawal dari sebuah persahabatan hingga akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Setelah lulus mereka sepakat untuk meningkatkan hubungan yang lebih serius lagi yaitu pernikahan. Acara sacral itu berlangsung di luar negeri karena keinginan mereka berdua. Karena selepas menikah mereka langsung melanjutkan karir di Negara tersebut. Namun sebelum berpisah mereka sempat berbulan madu dan akhirnya sebulan kemudian setelah Mas Bagas mendapat tugas ke luar negeri, Rani mendapati dirinya sedang berbadan dua. Kabar inipun ia ungkapkan ke suaminya. Mendengar kabar tersebut Bagas merasa senang karena mendapatkan keturunan dari istri yang ia cintai. Tetapi ketika ia memberi kabar tersebut ke Mamanya yang di Indonesia, Bagas malah di minta memulangkan istrinya. Dengan alasan agar bisa merawat dan mengawasi kehamilan Rani. Alasan tersebut menjadi masuk akal karena Bagas harus bekerja yang jauh dari sang istri hingga ia tidak mungkin bisa memonitor keadaan istri dan calon debaynya. Apalagi ini adalah cucu pertama dari keturunan keluarga Bagas yang memang sangat di nantikan. Rani sebagai istri yang sangat menaruh hormat pada suaminya hanya bisa pasrah memenuhi keinginan Mama Mertua dan suaminya juga. Pikirnya semua demi si calon anak pertama dan juga hubungannya dengan keluarga suaminya. Selama tinggal di istana keluarga Bagas, Rani mendapati hal yang sama yang di alami oleh Mayang. Pelayanan yang VIP, fasilitas mewah dan semua yang inginkan hanya tinggal mengucap sepatah dua patah kata segalanya langsung terwujud. Namun tidak semua yang enak bisa ia dapatkan di dalam istana tersebut. Pengalaman mistis juga tak luput dari hidupnya. Hampir tiap hari semenjak kehamilannya menginjak bulan ke 4. Dalam waktu berbulan bulan Bagas tak pernah pulang ke rumah karena pekerjaannya yang membuat ia harus bertahan di lokasi terpencil. Menjadi engineer pengeboran minyak di desa yang sangat jauh dari peradaban membuat ia kesulitan menghubungi istri dan keluarganya. Di tambah jaringan komunikasi yang sangat minim ikut menambah deritanya Mas Bagas. Sementara Rani harus menjalani kehidupannya seperti istri yang tak memiliki suami. Ia harus sendirian dalam menjaga dirinya dan kandungan dalam perutnya. Di Indonesia ia tak memiliki keluarga ataupun sanak saudara, karena kedua orang tuanya sudah tiada sama seperti Mayang yang telah di tinggal pergi selamanya oleh kedua orang tuanya. Hampir setiap malam tiba ia merasa ketakutan karena seperti ada yang selalu hadir di dalam kamarnya. Ia seperti di terror oleh sesosok makhluk yang tak pernah bisa ia lihat. Pernah ia coba curhat ke Mama mertuanya, tapi nada sinis yang selalu ia dapatkan dari mertuanya tersebut. Harapan agar ia mendapat sedikit tempat untuk berbagi kisah jadi sirna seketika ketika mendapat tanggapan yang begitu kurang mengenakkan. Apalagi itu dari mertua yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri juga. Sedangkan dengan Papa Mertua ia merasa segan untuk berbicara banyak, sekedar say hallo saja Rani baru berani membalas ketika si Papa mengucapnya duluan.  Dengan para asisten atau orang orang yang ada di rumah itupun tidak banyak membantu apa yang Rani curhatkan. Bahkan mereka cenderung menghindar setiap Rani berusaha menceritakan pengalaman horornya setiap malam. Seakan akan mereka enggan membahas hal tersebut. Rani semakin dilemma karena ia merasa hidup sendirian di rumah ini meski banyak orang yang siap melayani kebutuhan apapun yang ia inginkan. “Setiap aku membutuhkan apapun selalu mereka cepat tanggapnya, tapi begitu aku ingin curhat masalahku malah mereka semua menjauh.” Tiba tiba si demit Rani menunjukkan ekspresi sedihnya. Aku yang sedari mendengar curhatan demit ini seakan ikut tersentuh. Apalagi ceritanya hampir mirip dengan kisahku yang saat ini ku alami.       Setelah berkeluarga, aku tinggal bersama keluarga suamiku. Karena aku sudah menjadi seorang istri maka apapun yang diperintahkan suamiku, adalah jalanku untuk mencari ridho Illahi. Aku berubah tidak lagi menjadi tomboy seperti masa bujangku dan menetap di rumah mertuaku. Walau hanya terhalang sebuah dinding dan pintu. Baru sebulan aku mulai kerasan di rumah itu. Bulan kedua, ujian demi ujian mulai kualami bersama suamiku. Namun yang paling parah adalah aku. Setiap harinya suamiku bekerja dan aku bertugas sebagai ibu rumah tangga. Maka bila suamiku bekerja, maka setiap hari itu juga aku selalu sendiri. Mungkin buat semua orang, sendirian di rumah itu sudah biasa. Awalnya aku juga berpendapat begitu. Tetapi sejak tinggal dirumah mertuaku, ada saja hal hal yang tak masuk akal terjadi. Hari itu ketika sedang asyik-asyiknya aku betapasan(cucian), aku bernyanyi sebuah lagu, tanpa sengaja ku dengar ada juga suara yang mengikuti suaraku menyanyi. Ketika aku berhenti menyanyi, malah suara itu melanjutkan nyanyian itu. Aku pikir mungkin itu suara iparku atau mertuaku atau bisa juga suara orang lain atau tetangga. Sudah kucari sekelilingku, sekitar rumah, namun tak ada seorangpun yang ku temui. Setelah habis suara itu menyanyi, dipenghujung lagunya suara itu malah tertawa cekikikan. Aku langsung tak jadi cucian, langsung ku tinggal ke kamar. Ku tutup kepalaku dengan bantal. Tak berapa lama akupun terlelap. Dan kembali bermimpi lagi dengan sosok pria tampan tersebut. Dalam mimpi itu aku malah melakukan ‘hubungan’ suami istri dengan pria itu. Beberapa hari kemudian, setelah kejadian itu aku tak pernah lagi bernyanyi setiap cucian. Semua kejadian itu tetap ku silent. Tak ada seorangpun yang ku beritahu. Seminggu kemudian, seperti biasa kegiatan ibu rumah tangga, memasak. Ketika aku sedang asyik bermasak, mendadak seluruh badanku merinding, serasa diriku ada yang memperhatikan sedari tadi. Tapi aku melihat sekelilingku tak ada seorangpun ku temui. Aku berpikir positif, mungkin hanya perasaanku saja. Selang beberapa menit, aku mendengar suara anak-anak lagi berlarian di sekitarku, berteriak-teriak. Awalnya pelan, tapi lama kelamaan semakin jelas. Suara anak-anak itu bermain seperti di temani seorang wanita dewasa, karena disuara itu terdengar juga suaranya. Saat itu juga kuhentikan kegiatan memasak ku. Aku coba konsentrasi mendengar suara-suara tadi. Cukup beberapa saat, aku langsung ke kamarku. Seperti biasa ku tutup telinga dan kepalaku, dengan maksud agar tak terdengar suara-suara itu lagi. Akhirnya aku tertidur juga. Lalu bisa ditebak mimpi itu hadir lagi, dan sosok tampan itu kembali hadir, yang terjadi sama juga dengan mimpi-mimpi sebelumnya. Hampir setiap hari aku mendapat gangguan dan itu terjadi ketika tidak ada suamiku. Dari yang awalnya hanya suara-suara, hingga akhirnya ‘mereka’ benar-benar unjuk gigi. Walau hanya samar-samar terlihat, cukup buat aku menangis ketakutan. Kejadian ini masih tetap ku simpan rapat-rapat. Tiga tahun telah berlalu. Selama itu juga aku belum di karuniai rezeki yang diharapkan setiap pasangan yang telah menikah, seorang anak. Ya 3 tahun lamanya aku belum juga di beri sebuah amanah. Aku selalu khusnudzon, karena ku tahu pasti Allah punya rencana yang terbaik hamba-Nya. Aku tetap berusaha, baik secara medis maupun non medis. Hasilnya tetap masih harus bersabar. Hingga suatu hari ketika bertemu dengan teman adikku. Sebut saja namanya Mas Rey.  Orang ini memiliki sedikit ‘kelebihan’. Ketika dia melihatku, ia langsung mengatakan ada sesuatu yang berbeda pada diriku, dan itu ada hubungan dengan MG (Makhluk Gaib). Aku dan suami yang mendengar hal itu hanya tertawa. Apalagi suamiku yang tidak mudah percaya dengan hal-hal yang berbau gaib. Pertemuan itu merupakan titik awal aku nantinya yang akan mengakhiri mimpi-mimpi indahku. Setelah berkeluarga, aku memuutuskan hijrah. Aku memakai hijab meski itu belum sesempurna agamaku. Bukan karena lagi trend tapi memang sudah menjadi kewajibanku sebagai umat Sang Messenger Baginda Rasulullah SAW. Semua hal-hal buruk di masa lalu aku tinggalkan. Aku mantapkan diri hijrah di jalan Allah SWT. Namun apa yang ku cita-citakan tidak semudah yang ku bayangkan. Halangan ku semakin berat. Aku masih belum menyadari bahwa mimpiku itu mempengaruhi jalan hidupku. Setiap aku mau jalankan perintah-Nya selalu saja timbul rasa malas dan aku tak mampu melawan rasa itu. Berusaha melawan, ku coba membaca Yasin setiap malam jumat, tetap aku diuji dengan rasa kantuk yang berat. Aku menyadari dengan semua dosa yang telah kulakukan. Ditambah dengan kewajibanku yang lain yang tak mampu aku kerjakan. Hingga akhirnya ku putuskan untuk curhat semua masalahku kepada suamiku. Ekspektasi ku begitu besar terhadap suamiku, tapi harapan hanyalah tinggal harapan. Jawaban suamiku tidak seperti yang kuharapkan. Aku sedih. Disaat aku ingin di dengar oleh orang yang ku sayangi, yang terjadi malah sebaliknya. Aku merasa ada yang salah dengan diriku, termasuk mimpiku. Sudah ku ceritakan semua, dan suamiku hanya berkata “perbanyak saja ibadahnya”.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN