Bab 70. Tenangkan Dirimu

1051 Kata

Cahaya lembut menembus tirai renda, menyentuh tepian ranjang tempat Jesslyn masih terbaring setengah tertidur. Hujan sudah berhenti, menyisakan udara yang sejuk dan lembap, dipenuhi aroma tanah basah. Dari pepohonan di luar balkon, suara burung mulai terdengar lirih. Levin adalah orang pertama yang terbangun. Ia membuka mata perlahan dan menoleh ke arah Jesslyn, memperhatikan bagaimana sinar pagi memantulkan cahaya hangat di wajahnya. Beberapa helai rambut menempel di pipinya. Ia tampak begitu tenang, rapuh, seperti mimpi yang tak ingin ia bangunkan. Senyum samar muncul di bibir Levin. Ia menyibak rambut Jesslyn dengan lembut, ujung jarinya menyusuri kulit wajahnya perlahan. Jesslyn menggeliat pelan, bergumam pelan, “Levin…” sebelum membuka matanya. “Morning, Honey,” bisik Levin, suara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN