Bab 41. Sudah Terlambat

1025 Kata

Jantung Jesslyn seolah berhenti berdetak saat melihat sosok Indra berdiri di ambang pintu. Pria itu melangkah masuk, senyumnya menawan, senyum yang hampir ia lupakan, terukir jelas di wajahnya. Seikat mawar merah tergenggam erat di tangan Indra. Setiap langkah yang ia ambil seakan menghentikan dunia Jesslyn. Dadanya berdegup liar, napasnya memburu, kakinya bergetar hebat. Nalurinya berteriak agar ia lari, tapi sudah terlambat. Indra kini berdiri tepat di hadapannya. “I–Indra…” nama itu meluncur lirih dari bibir Jesslyn. Ia seperti tak percaya pada kenyataan di depan mata. “Aku sangat merindukanmu,” ucap Indra. Tanpa memberi kesempatan, ia merengkuh Jesslyn ke dalam pelukannya. Tubuh Jesslyn membeku, sementara dekapan Indra semakin erat, seolah ingin menumpahkan rindu yang dipendam selam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN