Bab 106. Rahasia Yang Terbongkar

1030 Kata

Malam turun perlahan ketika Jesslyn tiba di rumah. Angin lembut berembus dari taman kecil di halaman depan, membawa aroma bunga melati yang baru mekar. Begitu pintu terbuka, hangatnya cahaya dan aroma masakan segera menyambutnya. “Sudah pulang?” suara bariton yang begitu dikenalnya terdengar lembut dari arah dapur. Levin berdiri di sana, mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku. Tatapan matanya hangat, dan di meja makan, hidangan tersaji rapi: sup krim jagung, pasta, steak lembut, dan segelas anggur merah yang menunggu untuk disentuh. Jesslyn tertegun sejenak, lalu tersenyum lembut. “Levin… kau menyiapkan semua ini?” tanyanya lirih. Levin tersenyum samar, mendekat lalu menyentuh pipinya dengan lembut. “Aku hanya ingin melihatmu tersenyum setelah hari yang panjang. K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN