Apa Yang ditunggu Indra akhirnya datang, beberapa anak buah setianya bersama asisten pribadi yang sudah lama mengabdi pada keluarganya. Mereka membawa semua yang diminta Indra. Hatinya sudah bulat. Dia tahu, kali ini bukan waktunya bermain-main. Dia tidak akan gentar menghadapi siapa pun, meski itu berarti harus mempertaruhkan nyawanya sendiri. Hari ini, niatnya jelas: mengikuti Jesslyn secara diam-diam. Ia harus tahu siapa pria yang berani merebut wanita yang selama ini ia anggap miliknya. “Tuan muda, siapa yang akan kau hadapi? Apakah musuhmu cukup berbahaya?” tanya sang asisten, suaranya tenang namun sarat kekhawatiran. Indra menoleh, tatapannya tajam. “Aku belum tahu pasti. Karena itu aku harus mencari tahu. Tidak perlu banyak orang. Kalian cukup menemaniku. Aku hanya ingin menanta

