DISHA melempar tubuh Darrel bagai melempar sampah saja. Berdiri angkuh di samping tubuh yang tersimpuh. Wanita itu benar-benar menjadi bengis, seakan tanpa belas kasihan memukuli suaminya sendiri. "Disha, ada apa ini? Kenapa keadaan Darrel seperti itu?" Elisa bertanya dengan raut penasaran sekaligus tercengang akan aksinya. "Kau masih saja bertanya kenapa dan bagaimana, Ibu?" Disha membalas, detik berikutnya menginjak dadaa Darrel dengan high heels-nya. Tentu saja Elisa langsung menjerit melihatnya. "Putramu ini telah menerima buah atas perbuatan yang telah ditanamnya selama ini!" ujar Disha dengan garis mata tegas, serta memutar ujung kakinya itu menekan dadaa Darrel. Jonathan pun tercengang. Bagaimana seorang Disha bisa menjadi sebengis itu. Kakinya itu melangkah maju. "Jangan cob

