BUNYI alat monitor menggema di gendang telinga Disha. Bulir bening tiada henti mengalir kala menyaksikan sekujur tubuh yang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang ICU. Tangannya yang masih bernoda darah itu meraba kaca yang menghalangi dirinya dan pria di sana. "D-darrel...!" Mengerjap, meneguk saliva, merasakan sakit yang sama. Pintu ruangan terbuka, Dokter Faris melangkah keluar usai mengecek kondisi Darrel di dalam sana. Ia hendak menghampiri Disha, tetapi kedua maniknya itu menangkap dua pasangan suami istri yang berjalan panik menghampirinya. Disha menoleh, melihat kedua mantan mertuanya yang baru datang setelah dikabari olehnya tadi. Lantas gadis itu kembali menatap kaca tembus pandang, menyaksikan mantan suami yang tengah berjuang melawan hidupnya. "Dokter, bagaimana kead

