bc

LIMERENCE LOVE STORY

book_age16+
34
IKUTI
1K
BACA
dark
goodgirl
tomboy
drama
bxg
scary
campus
city
others
first love
like
intro-logo
Uraian

Amora Latucia adalah gadis manis tomboy yang memiliki gaya rambut ponytail dan selalu memakai kacamata dia tidak tertarik berpacaran dan dia sangat pintar. Pacaran adalah persoalan yang membosankan.

Namun siapa sangka dia bertemu dan menyukai pria tampan yang terkenal dikalangan perempuan, pria dingin, pintar dan introvert sosok sempurna yang mampu menerangi sinar matahari hatinya amora setiap harinya bernama Afga Nicholas.

Kecintaannya Amora kepada Afga sangatlah terikat dan tidak mampu dibendungnya tidak ada pria yang mampu menyaingi visual afga, banyak wanita yang menjadi musuh amora dan amora selalu melindungi pria itu.

Apa yang amora lindungi dari pria itu sampai amora tidak ingin kehilangannya dan menginginkannya?

Apakah Afga Nicholas yang tidak pernah berpacaran dan pria yang begitu dingin kepada perempuan dia akan memiliki perasaan yang sama dengan Amora Latucia ataukah perasaan ini hanya dirasakan oleh Amora saja? Atau siapakah yang disukai afga?

chap-preview
Pratinjau gratis
BAB 1 : MATAHARI
Berdiri di atas lorong sunyi membuat angin saling bertabrakan dari berbagai arah menghentakkan ayunan kaca yang sedari tadi diam tak bergema sedikit pun, langkah ku menuju ke kelas A yaitu kelas tempat untukku belajar, saat aku berjalan melangkahkan kakiku tiba-tiba saja kakiku terhenti melihat kelas yang sangat asing dan jarang sekali aku kunjungi, di kelas ini tempat kelas C belajar sekarang kelas ini sangat ramai mungkin jadwal kelas antara A dan C memang satu jadwal yang sama tapi beda mata kuliah, kelas sebelah ku memang cukup menarik dari awal aku pergi ke kampus ini. Entah apa yang aku rasakan firasat ku kuat bahwa ada sesuatu yang akan terjadi di kelas ini tapi entah apa itu, rasa di dadaku terasa berdegup kencang padahal kelas ini tidak pernah aku masuki atau tidak pernah aku perhatikan tapi kenapa aku merasa di sini kuat sekali firasat yang aku rasakan. Aku bersikeras mencari temanku yang cerewet dan perhatian ini, dari arah mana pun sepertinya dia tidak ada di sekitar sini pasti terlambat lagi. Pukul menunjukkan ke angka 09:00, bukankah jadwal Pak Robert seharusnya 30 menit lagi karena sekarang pukul 08:30 dan bahkan dia sama sekali tidak menjawab pesan ku yang dari pagi sudah aku kirim kepadanya, aku takut dia terlambat dan tidak melakukan apa-apa untuk kuliah nya dan bersantai seperti sifatnya itu. Aku sangat sabar menunggunya karena sempat dia berjanji padaku untuk menunggu sebelum Pak Robert sampai saat kemarin malam, aku resah sedari tadi dan banyak yang berdatangan ke kelas ku dan aku pun mulai gelisah menunggu kedatangan temanku yang satu ini. Dari arah yang tidak terduga aku yang lengah dan tidak fokus melihat jalan dan sekitar ku karena aku berdiri tepat di tengah jalan lorong yang aku pikir tidak ada siapa pun, di sini aku sempat ditabrak dari arah belakang menembus punggung sampai aku hampir terpental jatuh ke arah depan dengan kedua tangan yang terbuka lebar ke samping, untung saja kakiku bisa menahan tubuhku dengan baik sehingga tidak menyebabkan kekacauan pada keseimbangan ku dan hampir saja wajah ku berhadapan dengan ubin yang putih itu. Aku juga langsung menyingkir ke samping mungkin salah ku juga yang diam di tengah jalan seperti ini. “Maaf aku tidak sengaja, permisi aku sedang terburu-buru,” ucapnya sambil terbirit-b***t meninggalkanku yang tengah ditabrak olehnya, laki-laki yang memakai tas gendong berwarna hitam di pinggirnya ada botol minuman lalu dia mengenakan celana berwarna cream, dia itu membuat ku kesal dia berjalan ke arah kelas C dengan tergesa-gesa seperti tidak ingin terlambat, aku baru tahu bahwa dia mahasiswa dari kelas C yang dari tadi aku perhatikan kelas nya karena mendapatkan satu firasat aneh ternyata karena ditabrak olehnya atau karena hal lainnya ya. Berselang dari laki-laki yang menabrak ku dosen pun lewat aku pun memberi salam dan beliau pun pergi ke kelas C, mungkin saja yang menabrak ku takut terlambat tetapi aku jadi lega dia tidak terlambat, setidaknya dia sudah minta maaf dan aku sudah tidak mau lagi peduli padanya meski pun sedikit sakit di bagian punggung yang ditabrak olehnya itu. Aku mulai merayap ke dalam tas ku untuk mengambil earphone untuk menunggu temanku itu karena sangat lama dan aku mulai merasa bosan menunggu. *** Perkenalkan nama lengkap ku yang selalu diutarakan semua orang adalah Amora Latucia, tentu saja teman-temanku sering memanggil ku Amor atau Mora, sesuka hati mereka dengan julukan yang mereka berikan kepadaku, aku tidak terlalu tinggi dengan se-ukuran wanita masih rata-rata nya seorang wanita sih, aku sering dibilang cewek tomboy oleh orang-orang disekitarku yang sering menilai ku begitu dan kulitku putih bersih dan sering mengikat rambut ku, rambut ponytail adalah rambut yang sering aku gunakan juga dan aku berkaca mata yang seringkali aku buka hanya di hadapan teman dekatku saja, mungkin karena teman dekatku suka dengan mataku dan suka memberi ku softlens dan mengatakan bahwa hanya di depannya saja boleh dilepas dan jangan sampai orang lain melihat keindahan mataku ini dan aku tidak keberatan akan hal itu. “Amora Latucia!” Teriak wanita yang berlari ke arah ku dengan kakinya yang jenjang dan indah dengan tubuh yang ramping, dari arah lorong sebelah kanan dan wanita itu pun menepuk bahuku dengan tergopoh-gopoh. “Aw sakit, mengapa Mo?” ucapku sembari terkejut dengan kehadirannya. “Lepas dahulu earphone nya,” ucap wanita itu sembari memperagakan untuk melepas earphone yang dipakai olehku. Aku menghentikan musik yang aku putar dan melepas earphone nya yang terselip di telinga sisi kiri dan kanan, aku pun memperhatikan suara yang berasal dari arah kiri dengan tatapan dia sembari tersenyum lebar padaku, ya wanita itu adalah Momo yang sering aku panggil nama kecilnya itu, dan nama lengkapnya Mosa Leafa dia wanita cantik, manis dan tingginya semampai dan dia memiliki rambut yang terurai panjang dan gaya rambut semacam ponytail yang sangat elegant, fashionable sangat dari atas sampai bawah dan menyukai barang branded tetapi tetap rendah hati dan ramah sangat jiwa peduli nya membuat aku selalu merasa ter lindungi, apalagi dia termasuk wanita yang kaya jadi dia selalu baik padaku dengan membelikan apa pun yang aku mau, bahkan aku tidak meminta secara langsung padanya bahkan seringkali aku menolak pemberian nya, tetapi dia sering memaksa untuk mengabulkannya. Dia juga sangat peka jika sesuatu hal terjadi padaku maka dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan dan aku sangat senang dengan sifat yang dia miliki itu, dia keras tetapi peduli. Dari awal memang dialah teman terbaik yang pernah aku kenal, apa pun yang tidak aku sukai dia selalu menghargai itu dan itu membuat tingkat rasa percaya dan rasa nyaman aku terus berpusat padanya dan itu membuat aku semakin ingin melindunginya. “Mor, tuh dosen sudah masuk yuk Mor kita ke kelas,” kata Mosa “Oh sudah, oke Mo yuk ke kelas!” Aku pun memasukkan ponsel dan earphone ke tas ku lalu berdiri dan momo juga ikut berdiri kita pun sama-sama pergi ke kelas bersama “Maaf aku lama ya Mor, seperti biasa aku ngebut parah di jalan karena aku benar-benar terkejut aku tidak bangun tepat waktu padahal aku sudah pasang alarm, mungkin karena semalam begadang dengan ditemani film yang aku sukai yang baru saja rilis bulan ini dan itu segar ceritanya akhirnya aku melewati tidur ku dan baru tidur jam 3, maafkan aku Mor,” Begitulah penjelasan Mosa sepanjang dijalan menuju ke kelas berbicara keterlambatannya dari rumah sampai ke kampus. Lalu Mosa yang sering menepuk punggungku ketika dia berbicara atau sedang tertawa kebetulan dia melakukannya pada hari di mana saat ini punggungku sedang sakit dan dia tepuk, meski tidak terlalu kencang tapi karena sedang sakit terasa kencang sekali dan aku lalu merintih kesakitan dia pun terkejut melihat reaksi spontan ku itu. “Eh kenapa Mor?” tanya Mosa melihat ke arah aku. “Aku terlalu kencang kah?” Mosa pun memegang dan mengelus punggungku dengan lembut sembari menunjukkan ekspresi khawatir dan merasa bersalah akan apa yang telah dia lakukan baru saja. “Tidak bukan Momo, ini bukan karena kamu menepuk nya dengan kencang tetapi tadi aku ditabrak oleh seorang laki-laki dari arah belakang mengenai tepat di punggungku, wajar sih dia menghantam ku karena sedang terburu-buru tetapi sudah minta maaf sih setelahnya, jadi mungkin karena kejadiannya masih segar jadi masih terasa sakit sekarang di punggungku” “Oh begitu, ah tapi aku masih khawatir sama punggung kamu duh Amora aku minta maaf kalau kamu kesakitan karena aku, mungkin salah dia menabrakmu tapi aku juga tidak sengaja menambahkan rasa sakit itu,” ucapnya dengan nada khawatir dan semakin rendah suaranya. “Aku benar-benar tidak masalah sayang ku, sudah tidak sakit lagi kok sudah wajahnya jangan seperti itu jadi aku yang benar-benar ingin memeluk kamu,” ucapku berbohong sebenarnya memang masih sakit tetapi aku tahan karena tidak mau melihat wajah Mosa terlihat semakin bersalah, setidaknya setelah aku memastikan aku baik-baik saja dia tidak banyak berbicara lagi tentang rasa sakit ku lagi. Kelas pun telah usai dan siang ini aku mau pulang saja karena badan ku sedang tidak baik-baik saja karena mungkin tadi malam posisi tidur ku salah posisi makanya badan rasanya tidak nyaman digerakkan. Aku teringat saat di rumah mengenai hari besok karena ada kelas gabungan dengan kelas lain dalam semester baru bulan ini, aku sekarang akan berjalan pulang dalam kesendirian mungkin aku bisa mampir beli kopi dekat pusat perbelanjaan, ya mungkin setelah membeli kopi pun aku akan pergi pulang lelah ingin segera beristirahat dan malam harinya aku tidak begadang langsung tidur karena kelelahan banyak aktivitas sebagai manusia yang berkuliah dengan memikul banyak beban tugas yang diberikan dosen yang membuat ku harus mengecek ulang jadwal dari hari ke hari. sampai hari ini sudah selesai dengan berbagai banyak aktivitas yang padat apalagi dosen seringkali ingin ada tugas kelompok dan presentasi yang benar-benar menerapkan jurnal di setiap tugas yang diberikan kepada mahasiswa seperti ku ini.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

My Husband My CEO (Completed) - (Bahasa Indonesia)

read
2.2M
bc

My Ex Boss (Indonesia)

read
3.9M
bc

HYPER!

read
635.3K
bc

Loving The Pain

read
3.0M
bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

Om Bule Suamiku

read
8.9M
bc

Perfect Honeymoon (Indonesia)

read
29.6M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook