Aku masih saja bingung, menjelaskan seperti apa kepada Tiara.
Aku
"Дитина, подивись на мене, послухай мене, дитинко. Якщо ти любиш Баю, нашого сина, благослови тебе дорогий. Джихан, добрий хлопчик, любий, тобі не подобається ця дівчина?
Dytyna, podyvysʹ na mene, poslukhay mene, dytynko. Yakshcho ty lyubysh Bayu, nashoho syna, blahoslovy tebe dorohyy. Dzhykhan, dobryy khlopchyk, lyubyy, tobi ne podobayetʹsya tsya divchyna?" ucapku dengan bertanyha dan menasejhati istri saya supaya pikirannya terbuka luas.
(Sayang lihatlah aku, dengarkan aku sayang. Jika kamu sayang dengan Bayu putra lkita restui sayang. Jihan anak baik sayang, bukankah kah kamu sangat menyukai gadis itu?)
"Так, любий, я дуже люблю і люблю цю дівчину, але у нас різні переконання. Ми не ті самі дитя,
Tak, lyubyy, ya duzhe lyublyu i lyublyu tsyu divchynu, ale u nas rizni perekonannya. My ne ti sami dytya,' ungkap Tiara seakan ragu untuk memberikan restu.
(Iya sayang aku sangat menyukai dan menyayangi anak gadis itu, tetapi kita berbeda keyakinan. Kita tak sama sayang,)
Aku sangat bingung sekali, dengan jalan pikiran istriku. Agama sama saja sama-sama mengajarkan kebaikan. Kecuali yang tak punya Agama.
"Діадема твого розуму повинна бути широкою і довгою, не будь неглибокою, мій милий. Треба вміти добре думати Тіара, релігія скрізь однакова дорога. Разом вчити доброти,
Diadema tvoho rozumu povynna buty shyrokoyu i dovhoyu, ne budʹ nehlybokoyu, miy mylyy. Treba vmity dobre dumaty Tiara, relihiya skrizʹ odnakova doroha. Razom vchyty dobroty,' ucapku dengan menasehati Tiara.
(Tiara pikiran kamu harus lebar dan panjang, jangan kamu berpikiran secara dangkal sayang. Kamu harus mampu berfikir dengan baik Tiara, agama dimana-mana sama sayang. Sama-sama untuk mengajarkan kebaikan,)
"Але я побожний християнин, любий, що подумають мій брат і мої селяни, коли дізнаються. Той факт, що якщо Баю стане новонаверненим,
Ale ya pobozhnyy khrystyyanyn, lyubyy, shcho podumayutʹ miy brat i moyi selyany, koly diznayutʹsya. Toy fakt, shcho yakshcho Bayu stane novonavernenym,' ungkap Tiara dengan menundukan kepalanya.
(Tetapi aku penganut kristen yang taat sayang, apa yang akan saudara aku dan warga kampungku ketika tau. Kenyataan jika Bayu menjadi mualaf,)
"На жаль, я знаю, що я також побожний християнин, це було рішення мого сина. Якщо Баю щасливий, я дуже щирий, любий, мені дуже важливо, що говорять люди. З думками про свою родину та сусідів у селі,
Na zhalʹ, ya znayu, shcho ya takozh pobozhnyy khrystyyanyn, tse bulo rishennya moho syna. Yakshcho Bayu shchaslyvyy, ya duzhe shchyryy, lyubyy, meni duzhe vazhlyvo, shcho hovoryatʹ lyudy. Z dumkamy pro svoyu rodynu ta susidiv u seli,' ungkapku dengan panjang lebar agar istriku dapat berfikir terbuka.
(Sayang ketahuilah saya juga penganut kristen yang taat, itu sudah menjadi keputusan putraku. Jika Bayu bahagia aku sangat iklas sayang, peduli amat debngan omongan orang. Dengan pemikiran keluaraga kamu maupun tetangga kamu di kampung,)
Sebenarnya aku sangat capai menjelaskan zxsecara panjang lebar. Tetapi istriku tak kunjung paham dan mengerti dengan apa yang aku katakan maupun ucapkan?
"Тіара ти маєш відповідати люба, не мовчи. Я питаю і відповідаю шановний, ти маєш рот так?
Tiara ty mayesh vidpovidaty lyuba, ne movchy. YA pytayu i vidpovidayu shanovnyy, ty mayesh rot tak?' tanya aku kembali dengan penuh ketegasan.
(Tiara kamu harus jawab sayang, jangan hanya diam saja. Aku tanya jawab sayang, kamu punya mulut kan?)
"Мій чоловік, я схвалюю бажання свого сина стати новонаверненим,
Miy cholovik, ya skhvalyuyu bazhannya svoho syna staty novonavernenym,' jawab Tiara dengan tersenyum.
(Baiklah suamiku aku merestui keinginan putraku untuk menjadi mualaf,)
Setelah aku dan istriku Tiara berdebat dengan waktu yang lumayan sangat opanjang, kami yang sudah selesai akhirnya langsung menghampiri Bayiu dan Jihan yang sedang bedebat juga.
Jihan meminta putus kepada Bayu, Jihan kira Tiara istriku tak merestui dan menyukai dirinya setelah tau kebenarannya.
"Шкода, що ми розійшлися, мамо, я можу тобі не сподобатися. Ми не можемо мати різні переконання
Shkoda, shcho my roziyshlysya, mamo, ya mozhu tobi ne spodobatysya. My ne mozhemo maty rizni perekonannya," pinta Jihan meminta putus kepada putra aku Bayu.
(Sayang kita putus saja, Mama kamu mungkin nggak menyukai aku. Kita nggak bisa berbeda keyakinan,)
"Любий, послухай мене, ми одружені в одній релігії. Я стану новонаверненим, навчатиму й направляти мене, ставши наверненим, дорогий,
Lyubyy, poslukhay mene, my odruzheni v odniy relihiyi. YA stanu novonavernenym, navchatymu y napravlyaty mene, stavshy navernenym, dorohyy,' ucap Bayu dengan penuh percaya diri meyakinkan Jihan calon menantuku.
(Sayang dengarkan aku, kita menikah dengan agama yang sama. Aku akan menjadi mualaf, ajari dan bimbing aku dengan menjadi mualaf sayang,)
"Ти впевнений, мила? Релігія – це не жарт, ви впевнені в цьому? А як же твоя мама, чи схвалювала це твоя мама?
Ty vpevnenyy, myla? Relihiya – tse ne zhart, vy vpevneni v tsʹomu? A yak zhe tvoya mama, chy skhvalyuvala tse tvoya mama?" tanya kembali Jihan dengan menatap lekat wajah Bayu.
(Apa kamu yakin sayang? Agama itu bukan main-main, kamu yakin hal itu? Terus bagaimana dengan Mama kamu apa Mama kamu merestuinya?)
"Так, любий, я це знаю, тому навчи і настав мене. Так що я заслуговую бути твоїм чоловіком,
Tak, lyubyy, ya tse znayu, tomu navchy i nastav mene. Tak shcho ya zasluhovuyu buty tvoyim cholovikom,' jawab Bayu dengan tersenyum.
(Iya sayang aku tau itu, makanya dari itu ajari dan bimbing aku. Supaya aku pantas menjadi suami kamu,)
"Хто сказав, що тітонька не схвалює тебе, Джихан, ти дуже хороша дівчина. Тітка дуже радіє, якщо ти станеш тітчиною невіскою, Баю Мама благословляє, щоб ти навернувся, якщо ти станеш мусульманином. Будь ласка, будь вірним мусульманином,
Khto skazav, shcho titonʹka ne skhvalyuye tebe, Dzhykhan, ty duzhe khorosha divchyna. Titka duzhe radiye, yakshcho ty stanesh titchynoyu neviskoyu, Bayu Mama blahoslovlyaye, shchob ty navernuvsya, yakshcho ty stanesh musulʹmanynom. Budʹ laska, budʹ virnym musulʹmanynom,' jawab Tiara dengan tersenyum.
(Siapa bilang Tante nggak merestui kamu Jihan, kamu anak gadis yang sangat baik. Tante sangat senang jika kamu menjadi menantu Tante, Bayu Mama merestui kamu untuk menjadi seorang mualaf, jika kamu sudah menjadi muslim. Tolong jadilah muslim yang taat,
Kami berempat akhirnya saling berpeluka, kami juga menagis dan tertawa bersama. Tak lama kedua buah hatiku Bella dan Angkasa pulang.
Karena kami semua sudah berkumpul, setelah kedua buah hatiku Bella dan Angkasa sudah mandi dan rapih.
Kami segera makan bersama, aku akui masakan yang di masak oleh istri dan cxalon menantuku rasanya sangat enak dan lezat sekali.
"Тато завтра Баю хоче піти до мечеті в міні-садку, Баю хоче там перетворити Баю. Тато не може супроводжувати Баю? Тато, ти не хочеш допомогти Баю бути свідком?
Tato zavtra Bayu khoche pity do mecheti v mini-sadku, Bayu khoche tam peretvoryty Bayu. Tato ne mozhe suprovodzhuvaty Bayu? Tato, ty ne khochesh dopomohty Bayu buty svidkom?" tanya dan pinta Bayu kepadaku.
(Papa besok Bayu mau ke mesjid yang ada di taman mini, Bayu mau mengislamkan diri Bayu di sana. Papa bisa nggak temanin Bayu? Papa mau nggak tolong Bayu untuk menjadi saksi,)
Tiara berbisik dan menepuk pundakku, Tiara meminta dan memohon dan meminta bantuanku untuk membantu Bayu mengantarkan Bayu untuk menjadi mualaf.
"Мила, ти привела Баю. Якщо ви хочете дати своє благословення, не хвилюйтеся, тоді ми єдині двоє, хто є свідками Баю.
Myla, ty pryvela Bayu. Yakshcho vy khochete daty svoye blahoslovennya, ne khvylyuytesya, todi my yedyni dvoye, khto ye svidkamy Bayu." bisik Tiara ditelingga aku.
(Sudah sayang, kamu antarkan Bayu. Jika kamu mau merestui jangan tangung-tangung, kalau gitu kita berdua saja yang menjadi saksi Bayu,)
Sementara Bella dan Angkasa sangat syok dan terkejut dengan apa yang baru mereka berdua dengar, mereka hanya tersenyum saja dan tak banyak bicara.
Mungkin baik Bella maupun Angkasa nggak mau ikut berbicara, jadi mereka hanya diam saja.
"Так, тато хоче бути вашим свідком, але не тільки тато. Мама теж хоче прийти
Tak, tato khoche buty vashym svidkom, ale ne tilʹky tato. Mama tezh khoche pryyty,' jawabku dengan tersenyum.
(Iya nak Papa mau menjadi saksi kamu, tetapi nggajk hanya Papa. Mama juga mau ikut nak,)
Bayu putraku terlihat sangat senag dan bahagia sekali, Bayu tiada hentinya tersenyum.
"Дякую, мамо, дякую тато. Баю був такий щасливий, що Баю не міг описати це словами,
Dyakuyu, mamo, dyakuyu tato. Bayu buv takyy shchaslyvyy, shcho Bayu ne mih opysaty tse slovamy,' ungkap Bayu dengan tersenyum menatapku dan istriku Tiara.
(Terima kasih Ma, terima kasih Pa. Bayu sangat senang sekali sehingga tak dapat Bayu lukiskan dengan kata-kata,)
"Ласкаво просимо, пам’ятаєш татові повідомлення? Якщо ви станете наверненим, будьте вірним мусульманином.
Laskavo prosymo, pamʺyatayesh tatovi povidomlennya? Yakshcho vy stanete navernenym, budʹte virnym musulʹmanynom." ucapku dengan menasehati Bayu.
(sama-sama nak, kamu ingat iya pesan Papa. Jika jadi mualaf jadilah pemeluk Islam yang taat,)
"Готовий генерал, лейтенант Баю виконуватиме накази генерала. Я завжди пам'ятатиму генерала,
Hotovyy heneral, leytenant Bayu vykonuvatyme nakazy henerala. YA zavzhdy pam'yatatymu henerala,' ungkap Bayu dengan memberikan penghormatan kepadaku.
(Siap Jenderal, Letda Bayu akan menjalankan perintah Jenderal. Saya akan selalu ingat Jenderal,)
'Ok nak, jika kamu paham dan mengerti. Laksanakan jangan masuk kuping kanan keluar kuping kiri,' ucapku dengan menasehati Bayu putraku.
"Nah dengarkan itu Bayu, jangan seperti anak kecil lagi." ucap Tiara menimpali.
Bersambung.