Aku dan Tiara hanya tersenyum, melihat tingkah lucu Bayu. yang terlihat sangat kalem dan pemalu sekali.
Setelah selesai makan, Bayu dan Sekar mencuci piring. Setelah selesai Bayu berpamitan kepadaku dan Tiara untuk mengantarkan Jihan.
"Ма, Па Баю, вибач, я хочу забрати Джихана додому. Бідний Джихан, вже ніч,
Ma, Pa Bayu, vybach, ya khochu zabraty Dzhykhana dodomu. Bidnyy Dzhykhan, vzhe nich,' ucap Bayu dengan sangat sopan sekali.
(Ma, Pa Bayu permisi dulu iya mau mengantarkan Jihan pulang. Kasihan Jihan sudah malam,)
"Так, сину, будь обережний, так, любий. Приводь машину, не ганяйся, добре?
Tak, synu, budʹ oberezhnyy, tak, lyubyy. Pryvodʹ mashynu, ne hanyaysya, dobre?" titahku dengan tersenyum.
(Iya nak, kamu hati-hati iya sayang. Bawa kendaraan jangan mengebut iya nak?)
"Готовий генерале, як я смію безрозсудно привести принцесу. Я не хочу бути в небезпеці,
Hotovyy henerale, yak ya smiyu bezrozsudno pryvesty pryntsesu. YA ne khochu buty v nebezpetsi,' jawab Bayu dengan tersenyum.
(Siap Jenderal, mana berani saya membawa tuan putri dengan ugal-ugalan. Saya nggak mau bahaya,)
"Добре Баю, якщо ти зрозумієш і зрозумієш, про що тато сказав сину. Тато молиться і благословляє вас обох,
Dobre Bayu, yakshcho ty zrozumiyesh i zrozumiyesh, pro shcho tato skazav synu. Tato molytʹsya i blahoslovlyaye vas obokh,' ucapku dengan tersenyum.
(Bagus Bayu jika kamu paham dan mengerti, dengan apa yang Papa katakan nak. Papa mendoakan dan merestui kalian berdua,)
"Будь обережний на дорозі, синку, ти повинен звертати увагу на дорожні знаки, синку. дотримуватися правил,
Budʹ oberezhnyy na dorozi, synku, ty povynen zvertaty uvahu na dorozhni znaky, synku. dotrymuvatysya pravyl," titah Tiara istriku dengan tersenyum.
(Hati-hati di jalan nak, harus perhatikan rambu lalu lintas nak. Taatin peraturan,)
"Добре, мамо, мамо, просто помолися. Я сподіваюся, що мати і майбутня невістка мами в безпеці, поки вони не досягнуть місця призначення,
Dobre, mamo, mamo, prosto pomolysya. YA spodivayusya, shcho maty i maybutnya nevistka mamy v bezpetsi, poky vony ne dosyahnutʹ mistsya pryznachennya," ucap Bayu dengan tersenyum.
"Тітка і дядько Я попрощався, дякую за доброту дядька і тітки. За те, що дозволив мені відвідати,
Titka i dyadʹko YA poproshchavsya, dyakuyu za dobrotu dyadʹka i titky. Za te, shcho dozvolyv meni vidvidaty," ungkap Jihan dengan sangat ramahnya.
(Tante dan Om saya pamit iya, terima kasih atas kebaikan hati Om dan Tante. Karena sudah mengizinkan saya untuk bertamu,)
"Так, синку, дякую тобі, Джихане, що ти хочеш тут пограти. Передай привіт людям у домі,
Tak, synku, dyakuyu tobi, Dzhykhane, shcho ty khochesh tut pohraty. Pereday pryvit lyudyam u domi," ucapku dengan sangat ramahnya.
(Iya nak, terima kasih iya Jihan sudah mau main ke sini. Titip salam iya untuk orang rumah,)
"Так, синку, будь обережним на дорозі, так, любий. Тітка дуже рада, що Джихан відвідав наш дім,
Tak, synku, budʹ oberezhnym na dorozi, tak, lyubyy. Titka duzhe rada, shcho Dzhykhan vidvidav nash dim," ucap Jihan dengan tersenyum.
(Iya nak, hati-hati di jalamn iya sayang. Tante sangat bahagia sekali Jihan berkunjung ke rumah kami,)
Setelah kepergian Bayu, mengantarkan gadis pujaannya. Aku dan istriku Tiara yang sudah mengantuk sekali, akhirnya kami segera tidur.
Aku dan istriku Tiara terbangun jam empat pagi, aku segera mandi dan mengenakan pakaian yang senada.
Setelah kami sudah rapih, aku dan Tiara segera turun ke bawah. Rupanya Bayu sudah membuat sarapan pagi untuk kami sekeluarga sarapan.
Bayu terlihat sangat senang dan bahagia sekali, wajahnya selalu berseri-seri dan berbinar-binar.
Bayu membuat Pizza Sayur dan Juice Mangga.
"Будь ласка, мамо, будь ласка, тато, поїсти. Белла й Ангкаса, ви обоє багато їсте. Брат приготував провізію для вас обох,
Budʹ laska, mamo, budʹ laska, tato, poyisty. Bella y Anhkasa, vy oboye bahato yiste. Brat pryhotuvav proviziyu dlya vas obokh," ungkap Bayu dengan raut wajah berbinar-binar.
(Silahkan Mama, silahkan Papa di makan. Bella dan Angkasa kalian berdua makan yang banyak. Kakak sudah siapkan bekal untuk kalian berdua,)
"Дякую, сину, ти справді слухняна дитина. Хороший майбутній чоловік,
Dyakuyu, synu, ty spravdi slukhnyana dytyna. Khoroshyy maybutniy cholovik,"pujiku dengan tersenyum.
(Terima kasih nak, kamu memang anak yang berbakti. Calon suami yang baik nak,)
"Дякую тобі, любий сину, ти справді найрозумніша дитина мами. Мама завжди молиться за твоє щастя сину,
Dyakuyu tobi, lyubyy synu, ty spravdi nayrozumnisha dytyna mamy. Mama zavzhdy molytʹsya za tvoye shchastya synu," ungkap Tiara dengan tersenyum.
(Terima kasih putraku sayang, kamu memang anak Mama yang paling pandai. Mama doakan selalu untuk kebahagian kamu nak,)
"Щиро дякую, сестричко, що приготувала нам сніданок. Брат також потрудився приготувати нам сніданок,
Shchyro dyakuyu, sestrychko, shcho pryhotuvala nam snidanok. Brat takozh potrudyvsya pryhotuvaty nam snidanok," ucap Bella dan Amgkasa dengan sangat kompaknya.
(Terima kasih banyak Kak, sudah mau membuatkan kami sarapan. Kakak juga sudah repot-repot membuatkan sarapan untuk kami,)
"Ласкаво просимо, моя люба сестро, я дуже радий це зробити. Брат не турбує дорогий,
Laskavo prosymo, moya lyuba sestro, ya duzhe radyy tse zrobyty. Brat ne turbuye dorohyy," ucap Bayu dengan tersenyum.
(Sama-sama adikku sayang, Kakak sangat senang sekali melakukannya. Kakak merasa tak di repotkan sayang,)
Setelah kami semua selesai makan, kami kini semua berangkat. Aku dan Tiara mengantarkan Amgkasa dan Bella sekolah dulu.
Setelah usai kami kini segera mengantarkan Bayu ke mesjid yang berada di Taman mini.
Kami berdua hanya dapat menangis, tatkala kami menyaksikan putra kami Bayu membaca dua kalimat syahadat.
Proses pembacaannya berjalan dengan sakral dan syahdu, Bayu terlihat sangat bahagia.
"Любий ти плачеш? Якщо для мене природно плакати, мої почуття дуже чутливі. Але чого ти плачеш?
Lyubyy ty plachesh? Yakshcho dlya mene pryrodno plakaty, moyi pochuttya duzhe chutlyvi. Ale choho ty plachesh?" tanya Tiara dengan berbisik.
(Sayang kamu menangis? jika aku wajar menangis, perasaan aku sangatlah sensitif sekali. Tetapi untuk apa kau menangis?)
"Так, люба, я плакала, бо була щаслива від такого священного процесу. Я лише людина, це природно, якщо мені сумно, це нормально — плакати. Поки це не надмірно і не плач,
Tak, lyuba, ya plakala, bo bula shchaslyva vid takoho svyashchennoho protsesu. YA lyshe lyudyna, tse pryrodno, yakshcho meni sumno, tse normalʹno — plakaty. Poky tse ne nadmirno i ne plach," jawabku dengan memberikan penjelasan kepada Tiara istriku.
(Iya sayang, aku menangis karena bahagia akan proses sakral seperti ini. Aku hanya manusia biasa wajar jika aku sedih, nggak apa-apa menangis. Asalkan tidak berlebihan dan meraung-raung,)
Tetapi aku tak habis pikir, seharusnya putraku bahagia. Kenapa dia cemberut dan murung. Aku semakin bingung di buatnya.
"Шкода, що бачите Баю, він повинен посміхатися. Чому він похмурий?
Shkoda, shcho bachyte Bayu, vin povynen posmikhatysya. Chomu vin pokhmuryy?" bisikku di telinga Tiara.
(Sayang kau lihat Bayu, seharusnya kan dia tersenyum. Kenapa dia murung iya?)
"Так, любий, що з Баю? Мені дуже цікаво, чи варто просто запитати любий? Як ти думаєш дорогий?
Tak, lyubyy, shcho z Bayu? Meni duzhe tsikavo, chy varto prosto zapytaty lyubyy? Yak ty dumayesh dorohyy?" tanya Tiara dengan meminta pendapatku.
(Iya sayang, ada apa iya dengan Bayu?Aku sangat penasaran sekali, apa aku tanyakan saja sayang? Bagaimana dengan pendapat kamu sayang?)
"Так, любий, просто запитай. Мені теж дуже цікаво
Tak, lyubyy, prosto zapytay. Meni tezh duzhe tsikavo," jawabku dengan tersenyum.
(Iya sayang, tanyakan saja. Aku juga sangat penasaran sekali,)
"Баю чому ти хочеш? Ти повинен бути щасливим і щасливим, а чому ти похмурий сину?
Bayu chomu ty khochesh? Ty povynen buty shchaslyvym i shchaslyvym, a chomu ty pokhmuryy synu?" tanya Tiara dengan menatap lekat Bayu.
(Bayu kamu kenapa nak? Seharysnya kamu bahagia dan senang, tetapi kamu kenapa murung nak?)
Bayu hanya diam, dengan air mata yang deras dia menangis. Tambah membuat aku dan istriku Tiara semakin bingung.
Bersambung.