Bayu Murung

1001 Kata
Aku tebangun sekitar jam empat pagi, aku segera mandi dan mengajak istriku untuk sarapan bersama. "Sayang ayo kita masak, masak apa iya yang enak?" tanyaku kepada Tiara istriku. Istri aku Tiara memberi ide, untuk kami memasak bubur Ayam. "Gimana enak nggak?" tanya Tiara tatkala aku mencicipinya. "Lumayan tetapi kurang garam sedikit," jawabku dengan tersenyum. Setelah masakan matang, kami makan bersama dengan anak-anak kami. Aku dan Tiara, sangat bahagia sekali. Putra kami Bayu kembali percaya diri. "Nah gitu nak, kamu harus percaya diri sayang. Kamu harus tetap semangat nak," ucapku yang selalu menyemangati putraku Bayu. Bayu terlihat sangat senang dan bahagia, semoga saja mood putraku selalu bagus dan bersinar. Karena aku dan istriku Tiara, kami berdua ada kegiatan mau nggak mau kami tidak mengantarkan Bayu. Bella dan Angkasa, kebetulan mereka berdua sedang tidak sekolah jadi mereka dapat mengantarkan Bayu Kakak mereka berdua. "Nak Papa berangkat kerja dulu iya," ucapku dengan tersenyum. "Iya Papa," jawab anak-anakku secara serempak. "Nak Mama berangkat dulu iya," ucap istriku dengan tersenyum. "Iya Mama," jawab anak-anakku secara serempak. Aku dan Tiara langsung melangkahkan kaki kami, setibanya kami di kantor. Aku langsung berkumpul bersama para prajurit sedangkan istriku sedang berkumpul dengan Ibu-ibu Jalasenatri. Aku sangat lelah dan letih sekali, aku langsung menghampiri para prajurit yabg sedang belari. Aku menugaskan mereka untuk segera berpatroli membantu Angkatan Udara di Halim Perdana Kusuma. "Kalian semua saya kirim ke Halim Perdana Kusuma, kalian semua harus membantu Angkatan Udara. Ini daftar-daftarnya yang saya kirim sebanyak dua ratus orang," ucapku dengan ketegasan. "Baik Jenderal," jawab mereka semua dengan sangat kompak sekali. Tidak terasa sudah waktu istrihat makan siang, aku langsung memesan makanan khas Korea. "Sayang kita makan yugh!" ajakku dengan tersenyum. "Makan apa sayang?" tanya Tiara dengan tersenyum. "Saya sudah pesan Ramyoen, Taekpoki dan Mie pedas," jawabku dengan tersenyum. "Kita makan di ruangan sayang?" tanya Tiara kembali. "Iya sayang, " jawabku dengan sangat singkat. Tak lama, akhirnya pesanan kami datang juga. "Akhinya makanan yang kita pesan datang juga, semoga saja rasanya enak dan pedas. Aku sangat menantikan untuk segera memakannya," ucapku dengan tersenyum. "Iya sayang, akhirnya datang juga. Aku sudah nggak sabar sayang, untuk segera menikmatinya. Semoga saja nggak mengecewakan rasanya," ucap Sekar dengan tersenyum. Tumben sekali masakan khas Korea yang kami pesan, rasanya kurang enak dan lezat. Tidak berasa pedas dan garam. Rasanya sungguh sangat mengecewakan sekali, seharusnya rasanya memuaskan. "Sayang bagaimana rasanya?" tanyaku dengan tersenyum. "Rasanya kurang enak sayang, kurang pedas dan kurang bumbu. Rasanya kurang menambah selera, tetapi berhubung sudah kamu beli. Yasudah makan saja," jawab Tiara dengan tersenyum. "Iya sayang, aku menyesal beli di sana lagi. Kalau tau rasanya kurang enak, aku beli di tempat lain," ucapku dengan tersenyum. Aku dan Tiara yang sudah selesai makan, kini kami makan berpisah untuk mengerjakan pekerjaan kami masibg-masing. "Sayang sudah dulu iya, aku masih sangat sibuk sayang. Aku masih harus mengerjakan pekerjaanku dengan para prajurit," ucapku dengan tersenyum. "Iya sayang, aku juga masih ada kegiatan menyulam. Aku menyulam dulu iya," ucap Tiara dengan tersenyum. Aku dan Tiara istriku pulang jam empat sore, kami tiba di rumah sekitar jam setengah lima. Ketika kami pulang, kami melihat Bayu malahan murung sekali. Seperti burung beo yang kehilangan burung betina. "자기야, 바유의 표정이 왜 우울해? 내가 묻는거야 아니면 네가 묻는거야? jagiya, bayuui pyojeong-i wae uulhae? naega mudneungeoya animyeon nega mudneungeoya?" bisik Tiara di telingaku. (Sayang wajah Bayu kenapa murung? Aku yang tanya atau kamu yang tanya?) "당신은 단지 사랑, 당신은 어머니입니다. 나는 오후 식사를 위해 요리를 하고 싶어 지한의 집으로 간다. 바유에게 지한을 프러포즈하기 위해 dangsin-eun danji salang, dangsin-eun eomeoniibnida. naneun ohu sigsaleul wihae yolileul hago sip-eo jihan-ui jib-eulo ganda. bayuege jihan-eul peuleopojeuhagi wihae," jawabku dengan tersenyum. (Kau saja sayang, kau kan Ibunya. Aku mau masak untuk makan sore kita, baru kita ke rumah Jihan. Untuk melamar Jihan untuk Bayu,) Aku memasak Nasi Goreng Ati Ampela, sedangkan Tiara mengajak ngobrol Bayu. Setelah matang kami akhirnya makan sore bersama, rupanya Bayu sedih karena baju tidurnya. Tidak ada yang senada, makanya dia bad mood. "Ви примхливі тільки тому, що куплений вами одяг для сну не такого кольору, вже Баю, не хмурись. Ви посміхаєтеся, Vy prymkhlyvi tilʹky tomu, shcho kuplenyy vamy odyah dlya snu ne takoho kolʹoru, vzhe Bayu, ne khmurysʹ. Vy posmikhayetesya," ucapku dengan tersenyum. (Kamu murung hanya karena pakaian tidurnya yang kamu beli nggak ada warna senada, sudah Bayu jangan cemberut. Kamu tersenyum,) "Так, тату, мабуть, дуже важко купити відповідний одяг. Я такий розгублений, я не знаю, що ще робити. я дуже розгублена, Tak, tatu, mabutʹ, duzhe vazhko kupyty vidpovidnyy odyah. YA takyy roz·hublenyy, ya ne znayu, shcho shche robyty. ya duzhe roz·hublena," ungkap Bayu dengan sangat murung. (Iya Pap, rupanya sangat sulit membeli pakaian yang senada. Saya sangat bingung sekali, saya nggak tau harus bagaimana lagi. Saya sangat bingung,) "Збентежений чому? ти розгублений? Ви можете отримати його, якщо шукаєте одяг. той же сон, поки не поспішає, Zbentezhenyy chomu? ty roz·hublenyy? Vy mozhete otrymaty yoho, yakshcho shukayete odyah. toy zhe son, poky ne pospishaye," ucapku dengan tersenyum. (Bingung kenapa nak ? apa kamu bingung-bingung. Bisa dapet kok jika kamu cari pakaian. tidur yang senada, asalkan nggak di buru-buru,) Setelah kami selesai makan, kami akhirnya berangkat ke rumah Jihan. Kami akhirnya siap-siap berangkat ke rumah Jihan. Ketika di dalam perjalanan mau ke rumah Jihan mobil kami hampir menabrak kucing, sontak kami semua panik. Kami semua berdoa meminta pertolongan kepada Tuhan. Semoga saja bukan sebuah tanda buruk, aku lihat putraku Bayu. Iya Bayu hanya murung dan seperti ada sesuatu yang mengganjal pikiran dan perasaannya. Semoga saja bukan sebuah arti hal yang buruk. Aku saja yang mengalami hal buruk, asalkan tidak dengan anak aku Bayu. Bersambung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN