Lamaran Di Tolak

1696 Kata
Aku merasa firasatku nggak enak sekali, aku hanya dapat berdoa kepada Tuhan. Semoga sampai dengan selamat. Setibanya aku di rumah Jihan, kami langsung mengetuk rumah Jihan. Kami akhirnya mengutarakan niat kami yang datang, yang ingin melamar Sekar. Terlihat Jihan sudah sangat cantik, dengan mengenakan kebaya warna merah muda. "Pak kedatangan saya ke sini, untuk melamar putri Bapak Jihan. Untuk saya nikahkan dengan putra saya Bayu," ucapku dengan tersenyum manis. "Maaf Pak, lamaran dan seserahan nya silahkan di bawa kembali. Maaf saya menolaknya Jihan sudah saya ingin lamarkan dengan orang lain," ucap Ayah Jihanrdengan tersenyum. Aku sangat kecewa dan marah, bisa-bisanya keluarga kami seperti itu. "Джихан, чому у тебе серце зі мною? Якщо ти мене не любиш, ти можеш зламати мою любов. Я не проти Секара, якщо ти будеш чесний із самого початку. Тож я не піду так далеко, Dzhykhan, chomu u tebe sertse zi mnoyu? Yakshcho ty mene ne lyubysh, ty mozhesh zlamaty moyu lyubov. YA ne proty Sekara, yakshcho ty budesh chesnyy iz samoho pochatku. Tozh ya ne pidu tak daleko," ungkap Bayu dengan penuh kekesalan. (Jihan kenapa kamu tega denganku? Jika kamu nggak cinta kepadaku, kamu bisa memutuskan cintaku. Aku nggak masalah Sekar, asalkan kau jujur dari awal. Jadi aku nggak akan melangkah sejauh ini,) "Вибач Баю, мене змусили вийти заміж за іншу. Скоро мене запропонують, вибач Баю. Я не можу цього сказати, Баю, Vybach Bayu, mene zmusyly vyyty zamizh za inshu. Skoro mene zaproponuyutʹ, vybach Bayu. YA ne mozhu tsʹoho skazaty, Bayu," ungkap Jihan dengan menitikan air mata. (Maafkan aku Bayu, aku terpaksa harus menikah dengan orang lain. Sebentar lagi aku akan di lamar, maafkan aku Bayu. Aku nggak sanggup mengatakannya Bayu,) Tak lama datang rombongan yang akan melamar Jihan. Dia terlihat sangat gagah mengenakan Seragam Militer TNI AD. Apa mungkin Jihan mengkhianati putraku dengan perwira bertubuh jangkung tersebut? Keluarga Jihan sangat ramah, kepada perwira TNI AD. Sedangkan dengan putraku dan aku sangat berbeda mungkin karena aku tak memakai seragam aku. Tetapi aku nggak masalah, aku hanya mampu tersenyum kecut. Aku langsung berpamitan kepada keluarga Jihan, aku hanya melihat putraku Bayu menangis tersedu-sedu. Sontak saja aku memarahi dan menasehatinya, jangan lemah seperti itu. "Не будь таким Баю, не будь дурним і плаксливим. Тільки тому, що ти так дурний розлучився, Баю, Ne budʹ takym Bayu, ne budʹ durnym i plakslyvym. Tilʹky tomu, shcho ty tak durnyy rozluchyvsya, Bayu," ucapku menasehati Bayu. (Kamu jangan seperti itu Bayu, jangan bodoh dab cengeng. Hanya karena kamu putus cinta jadi bodoh kamu Bayu,) "Я дуже злий, засмучений і розчарований. Тільки уявіть, що це так, YA duzhe zlyy, zasmuchenyy i rozcharovanyy. Tilʹky uyavitʹ, shcho tse tak," keluh Bayu dengan sangat kesal. (Aku sangat marah, kesal dan kecewa. Bayangkan saja jadi seperti ini,) "Ви можете бути засмучені та злий, але не будьте плаксою. Ти чоловік, а не жінка Vy mozhete buty zasmucheni ta zlyy, ale ne budʹte plaksoyu. Ty cholovik, a ne zhinka," ucapku dengan tersenyum. (Kamu boleh kesal dan marah, tetapi kamu jangan cengeng. Kamu itu laki-laki bukan wanita,) "Тато мене не розуміє, тато ніколи не розлучається. Тато, ти не знаєш, який у мене стан? Tato mene ne rozumiye, tato nikoly ne rozluchayetʹsya. Tato, ty ne znayesh, yakyy u mene stan?" ucap Bayu dengan bertanya kepadaku. . (Papa nggak mengerti aku, Papa nggak pernah putus cinta. Papa jadi nggak tau kondisi aku seperti apa?) Siapa bilang aku nggak pernah putus cinta, aku pernah kok putus cinta dan di kecewakan. Mungkin Bayu masih kesal dan marah, karena di perlakukan seperti itu. Aku sangat paham dan wajar sekali, kenapa Bayu seperti ini? Intinya aku harus menenangkan Bayu, jangan sampai Bayu mempermainkan agama. Bayu sangat syok ketika di rumah, dia terjatuh dan pingsan. "Bayu sayang kamu yang tabah dan kuat nak, kamu jangan bersedih lagi. Mungkin dia bukan jodoh kamu sayang," ucapku dengan menenangkan Bayu. "Iya nak, kamu nggak usah cemas dan khawatir, jodoh nggak pernah salah. Jika memang kalian berjodoh pasti akan di persatukan," ucap Tiara yang menyemangati Bayu. Aku dan Tiara sontak sangat kaget sekali, dengan apa yang di ucapkan Bayu. Aku dan Tiara tak menyangka, jika Bayu yang baru saja memeluk islam. Ingin kembali memeluk Agama awalnya yaitu Kristen. Sebagai orang tua, aku dan Tiara sangatlah sedih jika Bayu mempermainkan Agama. "Я знову християнин? Мені марно бути мусульманином, якщо я скасую шлюб з Джиханом. Я дуже люблю Джихана, YA znovu khrystyyanyn? Meni marno buty musulʹmanynom, yakshcho ya skasuyu shlyub z Dzhykhanom. YA duzhe lyublyu Dzhykhana," ungkap Bayu dengan menitikan air matanya. (Apa saya kristen kembali saja? Percuma saya jadi seorang muslim, jika batal menikah dengan Jihan. Saya sangat cinta dengan Jihan,) "Баю, ти розумієш, про що ти говориш? Ви не заслуговуєте цього сказати, хоча ми з вашою мамою щойно навернули вас у іслам учора. Боротьба мене і твоєї мами здається марною і безглуздою, якщо ти такий, Bayu, ty rozumiyesh, pro shcho ty hovorysh? Vy ne zasluhovuyete tsʹoho skazaty, khocha my z vashoyu mamoyu shchoyno navernuly vas u islam uchora. Borotʹba mene i tvoyeyi mamy zdayetʹsya marnoyu i bez·hluzdoyu, yakshcho ty takyy," ucapku dengan menasehati Bayu. (Bayu kamu sadar nak, kamu bicara apa? Kamu nggak pantas berkata seperti itu, padahal saya dan Mama kamu baru saja mengislamkan kamu kemarin. Perjuangan aku dan Mama kamu seakan sia-sia dan tiada arti jika kamu seperti ini,) "Так, синку, те, що сказав тато, правда, любий. Ти не заслуговуєш бути таким, як цей Баю, ти повинен пам'ятати Баю. Ти зараз вчишся бути щирим, хто знає, скоро зустрінеш свою половинку, сину, Tak, synku, te, shcho skazav tato, pravda, lyubyy. Ty ne zasluhovuyesh buty takym, yak tsey Bayu, ty povynen pam'yataty Bayu. Ty zaraz vchyshsya buty shchyrym, khto znaye, skoro zustrinesh svoyu polovynku, synu," ucap Tiara yang turut menimpali. (Iya nak, apa yang di katakan Papa ada benarnya sayang. Kamu nggak pantas seperti ini Bayu, kamu harus ingat Bayu. Kamu sekarang belajar iklas siapa tau akan segera kamu di pertemukan jodoh kamu nak,) Berhubung sudah malam, Bayu akhirnya aku suruh untuk tidur. Supaya dia dapat rileks. Supaya dia dapat tenang dan berfikir jernih. "Баю вже пізно, синку, ти краще спи любий. Чим ви наголошуєте багато думок, Bayu vzhe pizno, synku, ty krashche spy lyubyy. Chym vy naholoshuyete bahato dumok," titah Tiara dengan tersenyum. (Bayu sudah malam nak, lebih baik kamu tidur sayang. Dari pada kamu stres banyak pikiran,) "Баю ти спи сину, пізно Баю. Бажаю тобі солодких снів, нехай щастя і благополуччя завжди рясніють. Тато завжди молиться за тебе, сину, Bayu ty spy synu, pizno Bayu. Bazhayu tobi solodkykh sniv, nekhay shchastya i blahopoluchchya zavzhdy ryasniyutʹ. Tato zavzhdy molytʹsya za tebe, synu," ucapku dengan tersenyum. (Bayu kamu tidur nak, udah malam Bayu. Semoga kamu mimpi indah, semoga kebahagian dan kesejahteraan selalu melimpah ruah. Papa doakan selalu untuk kamu nak,) "Так, мама, так тато. Тоді Баю спить першим, так, Баю справді сонний. Вибачте, тато і мама, Tak, mama, tak tato. Todi Bayu spytʹ pershym, tak, Bayu spravdi sonnyy. Vybachte, tato i mama," ucap Bayu dengan menitikan air matanya. (Iya Mama, iya Papa. Kalau begitu Bayu tidur dulu iya, Bayu sudah ngantuk banget. Permisi Papa dan Mama,) Setelah Bayu masuk ke dalam kamar, kini Bayu sedang menangis di dalam kamarnya. "Apa yang di katakan Papa dan Mama ada benarnya juga?" tanya Bayu kepada dirinya sendiri. Lamban laun Bayu akhirnya terpejam dan menutup matanya dan tertidur. Di dalam kamar aku dan Tiara hanya dapat saling menguatkan dengan apa yang baru saja terjadi? "Шкода, що я не можу цього всього зрозуміти. Реальність не відповідає нашим очікуванням. Shkoda, shcho ya ne mozhu tsʹoho vsʹoho zrozumity. Realʹnistʹ ne vidpovidaye nashym ochikuvannyam." ungkap Tiara dengan tersenyum. (Sayang aku nggak habis pikir, akan semua ini. Kenyataannya nggak sesuai ekpetasi kita,) "Так, соромно, нічим, реальність завжди така. Тож ми повинні бути сильними і непохитними, завтра ми зміцнимо Баю, так. Тепер ніч, нам краще спати, Tak, soromno, nichym, realʹnistʹ zavzhdy taka. Tozh my povynni buty sylʹnymy i nepokhytnymy, zavtra my zmitsnymo Bayu, tak. Teper nich, nam krashche spaty," ucapku dengan tersenyum. (Iya sayang mau bagaimana lagi, kenyataan memang selalu seperti itu. Jadi kita harus kuat dan tabah, besok kita kuatkan Bayu iya. Sekarang sudah malam kita sebaiknya tidur,) Aku dan Tiara terbangun pagi sekitar jam empat pagi, setelah selesai mandi kami berdua membuat sarapan. Ketiga anak kami, Bayu, Bela dan Angkasa turun. Sudah terlihat Bayu sudah rapih dengan mengenakan seragam militer lengkap dengan tas ranselnya. Bayu mengatakan jika Bayu ingin di pindahkan tugasnya, Bayu sangat ingin melupakan Jihan. Bayu memintaku untuk dia di tugaskan sebagai pasukan Garuda, tetapi aku belum mau mengirimnya. Aku mau Bayu itu berangkat dari hati, kegembiraan bukan karena kecewa. "Папа Баю, будь ласка, дозволь Баю стати військом Гаруди. Баю справді хоче бути військом Гаруди, Papa Bayu, budʹ laska, dozvolʹ Bayu staty viysʹkom Harudy. Bayu spravdi khoche buty viysʹkom Harudy,"ungkap Bayu dengan tersenyum. (Papa Bayu mohon, izinkan Bayu menjadi pasukan Garuda. Bayu sangat ingin menjadi pasukan Garuda,) "Ти пішов лише тому, що твоє серце було розбите, так? Ty pishov lyshe tomu, shcho tvoye sertse bulo rozbyte, tak?" tanyaku dengan sorot mata tajam. (Kamu berangkat hanya karena patah hati kan nak?) "Так, тато, я хочу піти, тому що хочу забути своє розчарування Джиханом. Так я забуду Джихана, Tak, tato, ya khochu pity, tomu shcho khochu zabuty svoye rozcharuvannya Dzhykhanom. Tak ya zabudu Dzhykhana," ungkap Bayu dengan menitikan air matanya. (Iya Papa, aku mau berangkat karena mau melupakan kekecewaan aku kepada Jihan. Dengan begitu aku akan melupakan Jihan,) "Вибач сину, ти ще не можеш поїхати в Ліван. Тато не міг допустити цього Баю, Vybach synu, ty shche ne mozhesh poyikhaty v Livan. Tato ne mih dopustyty tsʹoho Bayu," ucapku dengan menolak keinginan Bayu. (Maaf nak, kamu belum bisa ke Lebanon. Papa belum bisa nengizinkannya Bayu,) "Чому тато? Що не так з Баю? Chomu tato? Shcho ne tak z Bayu?" tanya Bayu dengan sangat penasaran sekali. (Kenapa Papa? Memangnya Bayu salah apa?) "Kamu nggak salah apa-apa nak," ucapku dengan tersenyum. "Jika Bayu nggak salah, kenapa Papa tak mengizinka?" tanya Bayu kembali dengan sangat heran sekali. Bersambung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN