Om ku lalu memanggil adiknya, Rey. “De panggil Eyang Sunan ya … ” kata om ku pada adiknya. Aku cuma dengar om Rey ucap bismillah, dan memejamkan mata, tiba-tiba om Rey langsung bereaksi. “Hhhhmmmmm … Assalammualaikum” suara om Rey sudah berubah, pelan tapi terasa sekali getaran, dari cara beliau bicara, orangnya berwibawa dan pemberani. Aku kegirangan dalam hati, “ayo om sikat demitnya.” Si dukun yang ada di om karyo langsung menciut nyalinya, itupun baru denger suara Eyang. Wah tambah seru nih, pikirku lagi. “Tuh ada yang mau kenalan, kebetulan dari jawa juga…” kata om ku sambil senyum-senyum. “Ini eyang ada yang berani mengganggu turunane Eyang … ” kata om ku lagi kepada Eyang. Si om Rey yang dari wajahnya sudah terlihat merah padam, seperti lagi menahan amarah. Om Rey lalu menyodorka

