Alhamdulillah … setelah muntah tadi, badanku mulai terasa ringan, tidak seberat waktu awal tadi. Hawa-hawa yang kurang nyaman tadi berangsur normal kembali. Setelah itu selanjutnya adalah pemberian pagar secara gaib, tapi sambil aku mendapat siraman rohani berupa omelan karena kemucilan (kengeyelan) diri ini dari acil Ira. Apalagi acilku ini karakter orangnya galak dan jutek. Kalau sudah bicara bisa sepanjang jalan tol. Tetapi apa yang dikatakannya memang benar dan demi kebaikanku juga. Setelah proses ruqiah selesai, kami mulai saling ngobrol dengan keluarga yang lain. Tak berapa lama aku melihat acil sedang membisiki suaminya. Entah apa yang dibicarakannya. Kalau dilihat dari raut wajah mereka sepertinya ada sesuatu yang urgent. “Mbak yu, tolong panggilkan abang, suruh dia turun” kata

