Ruqiah Perdana

1325 Kata

Bruuukkkk… Lagi lagi aku termimpi. Selalu dilantai, jika saja adik-adiku tau, pasti mereka akan menertawakanku. Sudah dua malam aku selalu dihantui sesuatu yang buruk. Aku belum berani mengatakan pada ibuku. Khawatir beliau kepikiran, dan itu bisa berakibat buruk pada kesehatan ibu. “Lalu aku harus bercerita pada siapa? Ah sudahlah sementara ku keep dulu lah. Mudahan nanti ada jalannya,” pikirku dalam hati. Kebetulan hari ini weekend, jadi bisa bersantai di rumah. Waktu sudah menunjukkan pukul 6:30. Rasa malas masih saja bergelayut di benakku. Masing-masing orang di rumahku sudah sibuk pada kegiatannya sendiri-sendiri. Kedua adikku yang harus bersiap-siap sekolah, ayah yang lagi asyik menonton berita, dan ibu yang sibuk menyiapkan sarapan di dapur. Sementara aku masih malas untuk beran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN