Setelah beberapa minggu pun berlalu, bahakan setelah nya ujian kenaikan kelas dan ujian akhir kelas pun telah berakhir hingga para siswa tinggal menunggu hasil ujian. Namun zya belum juga mendapat kabar dari aga, ingin rasa nya zya menghubungi terlebih dahulu, namun karna kebodohannya zya saat itu lupa untuk meminta nomer Hanphone aga. Sehingga kegelisahan dan kemuraman hadir kembali di wajah kezya. Namun zya tetap menutupi nya dari para sahabat nya, agar tidak mengusir kebahagiaan mereka. Bahkan ketika beberapa kali yudith ajak untuk ngedate bareng zya selalu memberikan alasan.
Hingga pengumuman kelulusan kelas 3 pun telah tiba, Steven ( cowo tiara) dan zidan di nyatakan lulus. Namun belum juga aga menghubungi aga. Dalam kesendiriannya, zya sering sekali bersedih hati ," apa aga sedang mempermainkannya?" selalu itu pertanyaan yang ada di benak nya. zya berfikir aga membalas nya karena penolakan nya dulu. Namun terkadang fikiran itu di tepis ,karena perkataan aga untuk meminta nya bersabar.
"zy" vivi membuka percakapan.
" hmm" zya menjawab sambil menaruh kepala nya di atas meja karena sedang bad mood.
" udah ada kabar dari aga?" tanya vivi. karena zya sudah tak tahan memendam nya sendiri zya hanya curhat dengan vivi. karena khawatir jika cerita dengan teman yang lainnya mereka pasti akan membodoh bodohi nya karena selalu berharap ke satu cowo yang selalu buat zya sakit hati.
" tau vi, gw makin bingung" jawab zya dengan pasrah.
" sabar ya, kan itu yang di minta aga ke lo" vivi coba memberi nya semangat. di tengah obrolan merekA tiara datang menghampiri kedua nya.
" zy di cariin ka zidan, mau ngobrol dia ama lo" ucap tiara .
" ada apaan?" tanya zya heran. karena semenjak kejadian itu zidan seperti menghindar dari zya, namun zya pun menganggap nya wajar karena merasa zidan pasti sangat kecewa terhadap diri nya.
" ya udah samperin sana, ka zidan nunggu lo di taman sekolah " lanjut tiara.
" hmmm ok" jawab tiara sambil bangkit dari kursi malas nya.
Karena sekolah setelah ujian semua siswa di bebaskan dari kegiatan belajar.
terlihat zidan duduk sambil menundukan kepala nya . zya pun menghampiri nya dengan ragu.
" ka zidan" zya menyapa zidan ragu.
" zya, sini duduk" jawab zidan, dengan sikap nya yang seperti biasa sangat lembut terhadap zya sama seperti aga. Namun zidan memberikan kepastian pada zya, lain hal dengan aga yang sampai hari ini kabar pun tak terdengar dari nya. Zya pun duduk di samping zidan.
" aku lulus zy" ungkap zidan. seraya ingin membagi kebahagiaan hanya pada zya.
" congrats ya ka, aku ikut seneng " zya memberinya selamat.
" gimana hubungan kamu sama aga, lancar kan?" tanya zidan basa basi.
" baik ko ka" jawab zya memberikan alasan palsu untuk menutupi perlakuan aga pada nya, karna zya khawatir zidan akan mengejek nya karena kembali jatuh ke lubang yang sama.
" ka zidan ada apa manggil aku?" zya coba mengalihkan pembicaraan.
" aku kan sudah lulus, aku juga ga bisa buat kamu jadi milik aku, bahkan nanti aku juga ga bisa liat wajah kamu lagi". ujar zidan dengan sangat jelas bahwa zidan masih sangat berharap pada zya.
zya menundukan wajah nya, karena rasa malu dan kebodohannya.
" zy, are you okay?" tanya zidan curiga.
" e...e... aku hanya merasa ga enak sama kaka, sampai sekarang pun kaka masih baik sama aku, aku ga pantes ka untuk di harapkan buat cowo sebaik ka zidan" zya mencoba mengalihkan kesedihannya.
" sorry zy, aku ga bermaksud buat kamu merasa bersalah, hal yang buat aku seneng itu udah liat kamu bahagia udah cukup buat aku" tegas zidan.
tak tertahan lagi zya meneteskan air mata nya, namun zidan berfikir zya menangis karena rasa bersalah nya.
" zya harus bahagia ya, aku seneng sudah kenal zya. cuma itu yang pengen aku ungkapin. maaf kalo aku sudah menghindari kamu, bukan karena aku benci zya, tapi aku ga mau halangi kebahagiaan kamu" ucap zidan memberikan zya semangat. namun perkataan itu makin membuat zya menderas kan air mata nya. " apa yang akan ka zidan lakuin seandainya tahu apa yang aga perbuat sama aku?" tanya zya dalam hati.
pengumuman kenaikan kelas pun di umumkan, 100 % siswa naik kelas. mereka pun bersuka cita tak terkecuali zya dan sahabat nya .
" kita hangout ke mall yuk, gw traktir" ucap tiara.
" yeayy,... ada apa nih?" saut zya dan yang lain.
" jangan banyak tanya mau ga?" lanjut tiara.
" mau donk" di jawab kompak oleh zya dan kawan kawan.
mereka pun berlanjut hangout di mall dan mencari tempat makan favorite mereka. setelah selesai makan mereka pun mengobrol sebentar karena ada sesuatu yang ingin di sampaikan oleh tiara.
" girl's, sorry ya kalo gw dah banyak salah, dan sorry kalo gw kasih tau nya mendadak. kelas 2 ini bokap nyokap gw akan pindah. So gw ga akan 1 sekolah lagi dengan kalian" tiara menjelaskan.
sontak zya dan teman teman merasa kabar dari tiara membuat mereka tak menyangka bahwa squad mereka akan berkurang 1 orang. Zya pun tanpa berkata apapun langsung memeluk tiara di ikuti teman yang lainnya.
" gw pasti bakalan kangen banget ama kalian" ucap tiara tersedu.
" pokok nya lo jangan pernah putus komunikasi ama kita ya ra" ujar yudith.
" gw merasa walaupun baru kenal kalian sebentar ,gw udah merasa solid with kalian" sambut vivi.
" udah ah, gw mau ada in acara perpisahan ga mau ada mewek mewek an, pokok nya hari ini kita harus seneng seneng, karena besok waktu nya dengan Steven he..he... abis ini kita lanjut karaoke yuk" lanjut tiara mencoba menyenangkan sahabat sahabat nya itu.
mereka pun melalui hari terakhir mereka dengan perpisahan yang menyenangkan kan. Namun tidak untuk zya, walaupun wajah nya tersenyum namun ada kepahitan di hatinya. Zya merasa di tinggal kan oleh aga dan tiara dengan mendadak. zya merasa kasih sayang yang tulus itu memang tidak ada, jika ada maka tuhan akan memisahkan seperti tiara kasih sayang persahabatan ini harus terpisahkan. Ingin rasa nya zya menangis atas ketidak adilan dalam hidup nya, namun harus dia tahan karena tidak ingin membebani sahabat nya itu.
Sudah 2 bulan berlalu, tidak ada kepastian juga dari aga, kabar pun tidak ada. Bahkan beberapa kali zya pulang sekolah menaiki bis berharap masih ada kesempatan bertemu aga.Namun tidak terlihat juga sosok yang ingin di temui nya. Zya pun memutuskan agar di pupus sedalam dalam nya untuk berharap ke aga. Di kelas 2 ini squad mereka terpecah karena mereka tidak se kelas lagi, namun yudith, vivi dan rindu mendapatkan kelas yang sama. Namun mereka tetap berkumpul ketika waktu senggang dan juga di waktu istirahat . sering sekali para sahabat nya ini mengajak zya untuk nge date bareng namun zya menolak karena sadar dia belum bisa membuka hati untuk cowo manapun karena masih terasa sakit di hati nya , kecewa untuk yang ke dua kali karena aga. Perlahan para sahabatnya itu pun mengetahui apa yang terjadi, namun mereka tak ingin banyak bertanya pada zya karena khawatir akan membuat zya mengingat rasa sakit nya, namun beberapa kali mereka berusaha agar zya move on dan memperkenalkan zya pada cowo, berharap ada yang bisa mendapatkan hati zya. Namun tetap zya tak mudah untuk membuka hati.
" zy, mau sampai kapan sih lo nutup hati lo?" tanya rindu.
" he...he.. belum tau nih, gw juga pengen nya begitu" jawab zya.
" ya gimana bisa kalo pikiran dan hati lo cuma terjebak dalam bayangan aga" ketus sheren yang terlihat kesal karena kebodohan zya.
" kalo tiara ada disini, pasti dia yang akan cerewet tuh ceramah in lo" lanjut sheren kesal.
" udah ah, hati kan ga bisa di paksain. nanti juga sadar sendiri dia" saut rindu kesal.
" tapi lo harus paksain zy, meski cuma coba coba cuma untuk lupain aga" saran vivi.
" iy juga ya,... mungkin gw harus coba. kalo engga kapan gw akan tahu mana yang tulus mana yang bulus ha....ha..." ucap zya.
" coba deh kalian cari kandidat buat gw, nanti gw cap..cip..cup.. ha....ha..." lanjut zya.
" dasar bego,... gw rasa lo kepelet ya ama aga" sela yudith sambil menoyor dahi zya.
" tapi boleh juga, nanti gw kasih pilihan ya zy.. ga papa lah buat iseng iseng mah dari pada jones terus lo ha...ha..." sambut vivi di sambut tawa yang lainnya.
" okay, gw buka pendaftaran mulai besok ya ha...ha..." sambung zya , mereka pun tertawa bersama dan menyatukan tangan mereka seolah membuat kesepakatan. dalam bathin zya bertekad tidak akan pernah menggunakan hati nya lagi untuk siapa pun, semua cuma ke isengan nya saja.
Beberapa hari kemudian mereka pun memberikan kandidat untuk calon pacar zya, ada yang sudah di kenal kan atau sekedar lewat telfon, namun tetap saja belum ada yang sreg di hati zya.
" gimana sih lo, katanya cuma iseng harus nya lo asal pilih aja ga usah pake hati" ketus vivi.
" tetep aja biar iseng juga kriteria nya harus tinggi donk" saut zya.
" maksud lo kriteria nya harus di atas aga gitu??: sewot sheren. Zya pun terdiam, dalam benak nya " apa iy setiap gw liat cowo harus seperti aga, padahal tidak ada satu pun cowo yang bisa seperti aga. kalo begini gimana gw bisa move on".
" zy , gimana sih lo" yudith membuyarkan lamunan zya.
" udah lah, urusin zya mah bebel. besok saturday night kita nonton live musik yuk. cowo gw adam mau kasih free tiket nya nih" sela rindu.
" wah boleh tuh, gw bawa cowo gw ya ryan" sambut yudith.
" boleh donk, adam siapin 2 tiket buat kalian masing masing" saut rindu.
" asyik... finally kita nge date bareng, ya walaupun tanpa tiara ." sambut vivi dan sheren.
" lah apa kabar gw??? ga kasihan apa sama gw?" zya bertanya kenpada sahabatnya.
" bodo amat!!! " di jawab serentak oleh teman temannya itu.
" pokok nya lo harus ikut sama pasangan atau tanpa pasangan titik!!!!" ujar rindu kesal.
" whoaaa.... santai donk, kesel banget kaya nya he...he..." saut zya santai.
" gw pasti ikutan donk, sekalian refresing kali aja gw nemu cowo di sana" lanjut zya. mereka pun tertawa bersama karena kekesalan mereka pada zya karena perhatian mereka terhadap nya. Dan zya pun memahami itu.
Mereka pun menikmati live musik ber genre jazz itu, walaupun zya tanpa pasangan zya menikmati nya juga karena bagi nya mendengar kan musik salah satu yang membuat ketenangan jiwa nya karena sudah lama sekali bagi nya tidak bermain musik, karena hanya akan mengingatkan kenangan saat bermain gitar di depan aga, dan saat itu pula yang membuat zya menarik perhatian aga. Namun karena cowo rindu salah satu pengisi acara, karena cowo nya rindu adalah salah satu anggota band. Vivi , rindu sheren dan yudith mendesak zya untuk naik ke atas panggung untuk bermain bersama group band adam. Zya menolak karena canggung sudah lama tak bermain gitar, namun rindu memaksa dan mengajak nya ber duet karena rindu terbilang mempunyai suara yang lumayan enak di dengar. Zya pun meng iyakan karena ada temannya mungkin tak akan canggung. di atas panggung zya meminta untuk membawakan lagu FIRST LOVE dan rindu pun meng iya kan, karena rindu dapat membawakan nya. Lagu ini pun di mainkan zya di iringi oleh band milik adam ( cowo rindu) rindu pun dan juga zya menyanyikan nya dengan apik hingga para pengunjung lainnya menyukai dan menikmati nya, sehingga memberikan aplouse yang banyak untuk mereka.
" ga nyangka gw masih bisa gw main gitar, dan yang pasti ga tau kenapa hati gw plong banget ya" ujar zya dengan semangat.
" iy...iy.... emang harus nya lo kaya gini" di sambut kompak oleh sahabat sahabat nya.
" zya, sumpah lo keren. mau ga next time lo gabung main lagi ama group band gw" ucap adam ketika menghampiri mereka.
" iy nih sayang ajak aja biar dia happy ga jones" ujar rindu pada adam.
" Btw, zy lo dapet salam dari kawan gw." sela rudi cowo nya vivi.
" iy tadi ga sengaja cowo gw ketemu temen sekolah nya pas lo tampil tadi terus tanya apa rudi kenal ama 2 cewe yang tampil, terus gw bilang asal jangan rindu karena udah ada surat hak milik ha...ha..." jelas vivi.
" ya gw jelasin nya lo zy, dan kebetulan emang dia perhatiin nya ke lo, kata nya keren banget lo cewe nyanyi sambil main gitar" lanjut vivi.
" ah, cape ga sih lo pada nyodorin cowo ke zya, pala batu dia mah" sela sheren.
" gw jamin lo pasti ga bakal nolak, yang ini beda tipis lah zy ama aga ha..ha..." sambut vivi.
" apa sih? ga usah sebut nama itu lagi deh" saut zya kesal karena di ungkit nama Aga.
" what,... serius nih lo dah move on ?" yudith terkesima atas sikap zya.
" kalo lo mau coba nanti gw kenalin ya, soal nya tadi dia bareng ama kawan gw yang lain sih jadi ga enak kan . pada mau lanjut jalan mereka" jelas rudi.
" mau ya zy" tanya vivi meyakinkan zya.
" ok , besok gimana? malam ini gw nginep di rumah lo ya vi jadi besok kita jalan dari rumah lo" jawab zya.
" widihhh semangat amat,... gitu donk" goda sheren. setelah itu mereka pun kembali kerumah masing masing dengan di antar oleh pasangannya masing masing namun zya mengikuti vivi karena akan menginap di rumah nya.
Rudi pun sudah membuat janji dengan temannya agar bisa bertemu dengan zya. Sebelum tidur dalam kamar vivi seperti biasa mereka selalu deep talk.
" zy, lo yakin kan?" vivi memastikan pada zya.
" kalo ga coba sekarang mau sampai kapan gw begini" saut zya
" tapi jangan terlalu lo paksain ya zy. karena gw dan rudi pun ga terlalu kenal dia. walaupun satu sekolah rudi tidak terlalu dekat hanya say hello saja" jelas vivi pada zya.
" santai aja vi niat gw juga mau coba coba doank kok ha..ha ..." saut zya.
dan mereka pun tertawa bersama.
Ke esokan hari nya mereka bertemu di salah satu mall yang sudah di tunjuk rudi untuk bertemu. mereka pun bertemu di salah satu Cafe di dalam mall.
" hai, zya ya" sosok cowo itu mengulurkan tangannya.
" omg sumpah keren deh" gumam zya dalam hati.
" sst zy" vivi menyenggol zya membuyarkan lamunan zya.
" eh ...iya hai.." zya pun menyambut uluran tangan itu.
" aku Bangun" cowo itu pun memperkenalkan nama nya.
" hah... bangun? bangun dari apa?" tanya zya.
" dasar bego, nama dia bangun zya" ujar vivi sambil menoyor dahi zya.
" he...he... lucu kamu ya" sela bangun.
" eh sorry ya" ucap zya.
" sorry ya bangun, erorr nih cewe kelamaan jomblo" saut vivi di sambut tawa bangun dan rudi.
" masa cewe kaya kamu lama jomblo?" lanjut bangun bertanya.
" berat ngun, kriteria dia mah" sambut vivi lagi.
" udah donk sayang, kamu jadi jubir nya zya apa" ujar rudi pada pacar nya itu.
" eh iy, sorry....sorry... lo juga diem aja" ketus vivi pada zya.
" iy ga papa juga vi, sekalian buka aib gw vi" ejek zya pada vivi. bangun pun tertawa melihat kedua sahabat ini.
" seru deh kamu, boleh donk aku lebih deket dan kenal kamu? " tanya bangun.
" buset nih cowo to the point banget, beda dengan aga yang selalu bertele tele ungkapin perasaan nya. namun memang sikap aga itu yang selalu buat aku penasaran dan ku kagumi" bathin zya.
" zya boleh kan?" pertanyaan bangun membuyarkan lamunan zya.
" e...e... silahkan " zya menjawab.
" ya udah lanjut mau makan apa kalian?" tanya bangun pada zya ,vivi dan rudi.
Hari hari pun berlalu setelah perkenalan itu bangun terlihat sering menjemput zya pulang sekolah menggunakan kendaraan roda 4 nya, sosok bangun yang mempesona juga terlihat tajir karena yang selalu membawa mobil sport nya, membuat cewe satu sekolah zya terlihat iri pada zya.
Namun meskipun banyak yang mengagumi bangun tetap saja tidak membuat hati zya bergetar, itu hanya kekaguman dan kesombongan yang ingin zya tunjukan jika bertemu aga, bahwa bukan aga satu satu nya cowo yang zya harap kan.