kehadirannya kembali

1982 Kata
"Zya" suara aga terdengar dari sisi luar pagar sekolah. zya terperngah ketika berbalik ke arah luar sekolah sosok cowo sedang menaiki motor menggunakan hoddie hitam memakai helm, dan zya sangat hapal dan bisa di pastikan itu adalah Aga. Aga melepaskan helm nya dan memarkirkan motornya di depan pagar sekolah. Aga pun menghampiri zya, namun zya hanya terdiam seperti patung sambil berfikir. " kenapa dia selalu hadir tiba tiba seperti ini" gumam zya dalam hati. zidan yang keluar dari parkiran sekolah menuju zya yang ternyata di hampiri oleh cowo yang di rasa tak di kenal oleh nya. " siapa zy?" tanya zidan pada zya yang terdiam sambil menatap aga. begitu pun aga hanya menatap zya. ketika zidan menanyakan diri nya, aga menjulurkan tangannya sendiri ke arah aga, karena zya hanya terpaku . " gw aga" saut aga. " owh ini aga first love zya" gumam zidan dalam benak nya. " ternyata ini cowo yang buat zya tak mudah goyah oleh cowo lain" lanjut zidan berfikir. Zidan pun membuyarkan lamunan nya dengan membalas uluran tangan aga untuk bersalaman. zidan pun turun dari motor nya. " gimana zya, jadi mau aku anter pulang? " tanya zidan pada zya yang hanya terdiam tanpa suara. " zya pulang ama gw" di sela oleh aga . " gw nanya zya, gimana zy?" kembali zidan menghiraukan perkataan aga dan kembali menanyakan pada zya. Namun kembali aga menegaskan pada zidan sambil berdiri tepat di hadapan zidan seraya menunjukan siapa diri nya. " zya balik ama gw!!" . namun zidan pun seperti tak mundur wajah mereka saling menatap tajam, zya yang tersadar akan sikap kedua cowo ini mencoba menarik tangan aga yang posisi nya di samping zya. " ngapain kamu ke sini?" tanya zya pada aga. " aku nyariin kamu" jawab aga. " buat apa?" tanya zya sinis. " e...e... sweater, aku mau ambil sweater aku di kamu" aga menjawab dengan membuat alasan kuat. " owh iy, biasa nya tiap hari aku bawa , siapa tahu ketemu kamu di bis mau aku kembalikan, tapi hari ini aku lupa tertinggal di rumah" jelas zya. " ya udah kamu pulang sama aku, " tegas aga sambil melirik ke arah zidan sinis. " maaf ya ka aku balik ama aga" zya pamit pada zidan yang terlihat kecewa, zya merasa tidak enak pada zidan. Zya seperti orang jahat terhadap zidan. " ok , hati hati zy... jangan ke ulang lagi ya" zidan seperti memberikan saran terhadap zya. zya pun menaiki motor aga, sambil melaju zidan hanya terpaku kecewa zya memang lebih memilih aga di bandingkan diri nya. sepanjang perjalanan ke rumah zya ,mereka hanya terdiam. zya terlihat canggung sekali ini pertama kali nya dia di bonceng oleh cowo, dan ini juga di lakukan pertama kali nya oleh cinta pertama nya. aga membuka obrolan dalam perjalanan karena merasa zya yang terlihat canggung. " zidan siapa kamu zy?" tanya aga. " kaka kelas aku" jawab zya singkat. " hmmm, hubungan ama kamu? pacar?" tanya aga dengan penasaran. " kalo ka zidan pacar aku, ga mungkin aku pulang sama kamu!! aku bukan cewe yang ga hargaiin cowo nya!! apa lagi sampe boncengan ama cowo lain di depan pacar sendiri!!" jawab zya ketus , kali ini dengan kalimat yang panjang. Aga hanya tersenyum kecil, seraya berhasil memancing zya mengeluarkan suara nya yang cempreng dan buat aga gemas. " hemmm.... berarti kamu hargai aku dong sebagai cowo, karna kamu lebih milih pulang sama aku di banding dia" goda aga pada zya, hingga membuat zya kembali terdiam karena bingung harus bicara apa lagi . Setiap perkataan aga membuat zya mati kutu. Tiba di depan rumah zya, zya turun dari motor aga dan meyuruh aga menunggu di depan pagar sambil menunggu zya mengambil sweater milik aga di kamar nya. " kamu ga suruh aku masuk dulu gitu?" protes aga karena kepanasan berada di luar. " kan kamu sendiri tadi bilang, nemuin aku cuma mau ambil sweater kamu kan?" ketus zya kesal. " ihhh nih cewe dari dulu ga peka ya" ujar aga . " whatt, aku?" balik zya bertanya seolah tak terima dengan pernyataan aga. " bukannya kamu jadi cowo ga pernah peka?" lanjut zya kesal. " suka tiba tiba nongol, setelah menghilang. tiap hari aku tungguin kamu" cerocos zya dan tanpa sadar zya mengakui bahwa menantikan kehadiran aga. Aga tersenyum melihat zya yang seolah tak sadar sambil menutup mulut dengan tangannya sendiri. Zya pun beranjak masuk ke dalam rumah seraya malu dan beralasan mengambil sweater milik aga, aga pun mengikuti zya sambil menuntun motor nya untuk di parkir di halaman rumah zya. Aga menunggu diteras rumah zya, dan duduk di kursi yang berada di teras rumah zya, yang sering di gunakan zya untuk duduk santai sendiri. karena memang rumah zya selalu sepi hanya zya dan mba mirna makhluk hidup yang nyata yang berada di rumah ini. Mbak mirna menghampiri aga yang sedang duduk, sambil membawa minuman dingin yang sudah di pinta oleh zya ketika masuk ke dalam rumah. " ehh kaka cakep, udah lama banget ga kelihatan.. kangen deh" goda mirna pada aga, di sambut tawa aga akan godaan mba mirna. " aku juga kangen deh ama mba, kangen di goda in , kangen di bikinin minuman apa lagi kalo ada snack nya" goda kembali aga pada mba mirna yang seolah mereka sudah akrab. " eh iy ga ada makanan nya , aku bikinin mie instan ya pasti ka aga laper ya?" tanya mirna. " ngelunjak, kamu kira ini rumah makan?" sambil berjalan menuju aga zya berceloteh. " mba, makin galak amat sih nih cewe" tanya aga pada mba mirna. " belum ada pawang nya ka jadi masih galak" di jawab mirna dan mereka pun tertawa, namun zya terbelalak kesal karena melihat mirna yang justru lebih akrab dengan aga. Aga yang melihat zya mulai kesal menggoda nya, " mau aku pawangin ga?" tanya aga yang seketika membuat zya memerah pipi nya. mba mirna pun masuk ke dalam rumah meninggalkan aga dan zya yang seperti ingin berbicara ber dua. " nih sweater kamu, makasih. itu udah aku cuci jadi ga ada noda" ucap zya. " buat kamu aja" saut aga. zya terheran dengan perkataan aga. "siapa tau kamu kangen aku , bisa kamu peluk tuh sweater" lanjut aga coba goda zya kembali. " nyebelin amat sih, tadi bilang mau ambil ini terima ga?" zya memaksa. " enggak!!" aga kembali menegaskan sambil menolak sweater milik nya. " aku tuh cuma alasan aja mau ambil sweater " jelas aga yang makin membuat zya terdiam tersipu. " ngga ngerti aku sama sikap kamu? apa sih mau kamu?" tanya zya. sambil meraih tangan zya dan menggenggam ke dua tangan nya aga ber ujar, " aku berharap kamu terus ber sabar ya nunggu aku, jangan goyah karna cowo lain. aku akan perbaiki semua, waktu kamu sama aku yang udah sia sia" jelas aga dengan nada lembut hingga membuat zya tak sadar menitikan air mata karena tergugah akan setiap kata yang aga ucapkan. Aga mendekati wajah zya mengusap pipinya yang basah. sambil membisikan dengan lembut." maafin aku...maafin aku... aku sudah jadi cowo yang ga sabar, aku bakal perbaiki semua nya" mendengar perkataan aga membuat zya tersadar sekaligus bingung. " aku pulang dulu ya," pamit aga dengan lembut sambil mengusap pipi zya. " sabar sebentar lagi ya, tunggu aku" lanjut aga. " aku ga paham, apa maksud kamu?" tanya zya kebingungan namun khawatir ada apa dengan aga, apa aga sakit parah seperti cerita novel romansa yang sering zya baca. Namun aga hanya membalas nya dengan senyuman sambil membalikan badannya kembali menaiki motor nya untuk kembali ke rumah nya. sesaat zya tersadar akan penyesalan nya dahulu, zya menghampiri aga sambil berkata, " aku emang ga pernah paham yang ada di pikiran kamu dan juga hati kamu. Tapi yang harus kamu tahu pasti, selalu ada tempat buat kamu di sini " jelas zya sambil menunjuk ke arah jantung nya, untuk membuktikan pada aga bahwa aga memang selalu ada di hati ,zya. Aga membalas nya dengan senyum kecil seperti biasa, " aku pulang ya" pamit aga terakhir pada zya sambil melajukan motor nya. Kembali ke kamar zya sambil tersenyum sendiri mengingat akan semua perkataan aga, meski zya kurang memahaminya namun seolah zya paham ada harapan pada hubungan mereka. dalam lamunan zya terdengar dering handphone milik zya ternyata panggilan VIDEO CALL group nya zya lupa akan melakukan panggilan group . " pasti mereka kepo" ujar zya sendiri. Namun zya menampakkan seolah tak terjadi apa apa antara dirinya , aga dan juga kejadian sengit tadi antara aga dan zidan. Hari senin pun telah tiba, semua siswa masuk seperti biasa untuk mempersiapkan ujian kenaikan kelas, dan siswa kelas 3 yang juga akan menghadapi ujian akhir sekolah. seperti biasa ketika waktu istirahat mereka gunakan untuk berkumpul di kantin, namun tanpa tiara yang entah dimana ,sepertinya sedang bersama kekasih nya Steven. Saat zya, sheren, vivi, rindu dan yudith bercengkrama terdengar teriakan yang tertuju ke arah mereka. " zyaaaaa...." teriak tiara sambil menuju ke arah mereka. " apa apa in sih, sakit lo?" tanya zya terkekeh melihat kelakuan sahabat nya itu. " pantes ya lo kelihatan sumringah," ketus tiara. " ada apaan sih? " tanya rindu heran ,juga yang lainnya atas pembicaraan mereka. " mana sweater aga, kata nya lo mau nitip ke gw" tegas tiara tanpa basa basi. sontak zya kebingungan, " e...e... itu ketinggalan lagi ra, nanti ya" jawab zya. " ketinggalan atau udah lo kasih langsung ke aga?!!" tanya tiara ketus sontak teman yang lainnya menoleh bersamaan ke arah zya sambil menatap tajam. " whoaaa.... santai ...santai...girls" zya menenangkan semua sahabat nya yang seakan ingin melahap nya. " hmmm ada apa nih, kaya nya udah mulai rahasia rahasian dari kita ya" sindir vivi. " bukan gitu girls" zya kikuk. " lagian apa apaan sih lo ra? dateng dateng kaya orang kesambet " zya berbalik menuduh tiara seakan mengalihkan perhatian teman teman nya kepada nya. " eh lo semua tau ga, waktu akhir pekan sekolah kemarin, kan zya mau jelasin semua ke ka zidan. terus lo semua tau ga siapa yang dateng???" tiara seakan menambahkan kebingungan kepada teman temannya. namun zya hanya menutup wajah nya sambil tersenyum. zya kali ini tak bisa kesal pada sahabatnya itu karena hati nya sedang berbunga bunga. " tadi gw kan ke kelas Steven, gw liat zidan juga iseng donk gw tanya gimana obrolan mereka kemarin, apa keputusan zyA, soal nya nih anak kaya ada yang di tutupin. bilang nya menolak ka zidan tapi wajah nya sumringah kaya lagi fall in love " cerocos tiara . zya hanya terkekeh mendengar ocehan temannya itu. " wait kata lo ada yang dateng tadi, siapa??" sela vivi penasaran . " AGA" tiara pertegas. sontak mereka langsung menatap zya tajam yang disambut senyum simpul oleh zya. " waktu mereka berdua selesai ngobrol, ka zidan mau anter zya pulang donk. ga tau nya aga dateng dan lo semua tau ga?" ujar tiara dengan pertanyaan yang di sembut menggeleng kepala mereka bersamaan, dan tetap tersenyum melihat tingkah pera sahabat nya, " terjadi perang sengit antara aga dan zidan" lanjut tiara berceloteh. " stop, jangan ngarang lo ra, mereka ga perang sengit" zya coba menyangkal omongan tiara. " ok mereka ga perang, tapi mereka adu argumen sengit, untuk siapa yang bisa anterin lo pulang, iy kan zy??!!" ketus tiara sinis. " heheh... sabar ra...sabar...." zya coba menenangkan sahabat nya itu yang bercerita mengebu gebu . " so, lo masih ga mau cerita ama kita ada apa?" ujar sheren. " zya, sayang kan kita udah bilang apapun keputusan lo kita ikut seneng kok. gw pribadi sekarang liat lo seneng banget cerah wajah lo ga manyun terus" sambut yudith. " hmm ok, jadi gini....." zya menjelaskan semua nya kepada ke 5 sahabat nya itu hingga tentang apa yang di janjikan aga. " congrats, zya.... penantian lo ga sia sia" vivi memberikan pelukan hangat nya pada zya. " yeayyy..... kita harus jadwalin nih ngedate barengan, iy ga sih??" sorak yudith. mereka pun semua berbahagia akan kondisi hati zya yang berbunga bunga.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN