pertemuan dengannya

2452 Kata
Hari hari berikutnya, niatan zya yang ingin menerima zidan masih di urungkan entah mengapa masih ada rasa ragu yang begitu besar , ragu karena khawatir nantinya malah menyakiti hati kedua nya jika zya terlalu tergesa menerima zidan sebagai cowo nya. " lo belum nerima ka zidan juga zy?" tanya vivi dalam percakapan hanya mereka berdua karena mereka sebangku. " hmmm. gimana ya vi? nanti lah" jawab zya. " gimana sih lo? kemarin kemarin katanya mau lo terima aja ka zidan" ujar vivi. " zya, bahagia itu harus di kejar bukan di tunggu " vivi coba memberi zya pen jelasan . " iy sih, emang gw harus ambil keputusan, nanti deh pulang sekolah gw ngomong ama ka zidan supaya kita bisa coba jalin hubungan" ungkap zya. " gitu donk, gw dukung lo untuk bahagia. yang penting ga nyakitin siapa pun zy. Dan kalo lo merasa ini ga bener lo harus cepet akhiri ya zy biar ga nyakitin hati orang" jelas vivi. Zya terus saja masih berfikir dalam hati, apa bisa zya menjalani nya nanti bersama cowo lain sedangkan di hati yang paling dalam masih ter ukir nama Aga, ya Aga yang masih menghiasi hati nya, yang membuat nya nyaman yang membuat zya bisa melupakan segala keributan dalam keluarga nya. Namun ketika mengingat aga selalu ada rasa bersalah dan penyesalan yang taramat dalam hingga membuat zya sulit untuk membuka hati untuk cowo lain. " zyaaaa.... congrats, gw denger dari vivi lo bakal nerima ka zidan pulang sekolah nanti" tiara bersorak seakan dia yang sedang jatuh cinta. " suttt... apa apaan sih lo berisik tau" zya coba menenangkan temannya itu. " apa pun keputusan itu gw harap itu yang terbaik ya zy, gw bersyukur lo udah buka hati lo buat cowo lain" dukung sheren. " ya mungkin ini udah waktu nya" lanjut zya meski tak terlihat begitu bersemangat karna sebentar lagi akan punya cowo. mungkin ini akan menjadi cowo pertama zya namun tidak dengan first love, bagi zya first love nya hanya pada aga. " aduh, kok tiba tiba perut gw sakit ya" keluh zya pada vivi saat jam pelajaran akan di mulai. " nervous kali lo, bakal punya cowo" ejek vivi. " serius gw vi,kaya kram gitu" zya menjelaskan sambil meringis. " mau haid kali lo" terka vivi. " iy mungkin" saut zya. Bel pertanda jam sekolah telah usai pun berbunyi. Para siswa berhamburan keluar kelas untuk segera pulang kerumah masing masing. Namun ketika zya beranjak dari bangku nya sontak rindu mencoba menghentikannya. " zya, rok lo nembus tuh" rindu memberitahukan zya di lanjut dengan teman lainnya yang memperhatikan rok sekolah zya yang sudah terlihat ada noda darah haid zya. " aduh gimana nih?" bingung zya. " ya udah cepet ke toilet, gw ke kantin beliin pembalut ya" sheren memberi saran. seusai dari toilet, zya masih kebingungan karena noda darah haid nya belum juga hilang. " gimana nih, kaya nya gw tunda dulu kali ya , untuk bicara ama ka zidan" ujar zya. " ya terserah lo, malu juga tau he...he.." ejek yudith. " ya udah ,nih coba di samarin noda nya pake plester" lanjut rindu memberi ide. Mereka pun bergegas mengantarkan zya kembali ke rumah agar tak menjadi pusat perhatian karena noda di rok sekolah nya. ke 5 sahabat nya itu berjalan menutupi bagian belakang zya dengan berjalan di depan dan belakang zya. sambil menggoda zya mereka memberhentikan angkutan umum yang akan mereka taiki untuk ke rumah zya, mereka sengaja naik angkutan umum agar bisa berdiri karena khawatir jika naik taksi online, noda darah zya akan menempel di jok mobil. ketika mereka menaiki bis , sambil tertawa karena ke 5 sahabat itu menggoda zya yang gagal punya cowo. Namun sheren dan tiara yang sudah diatas bis terlebih dahulu seketika terdiam ketika melihat sosok yang tak asing menggunakan seragam putih abu di balut sweater dan kepalanya di tutupi topi nike sedang di bangku belakang bis yang terlihat tidak terlalu ramai. Zya terbelalak ketika sudah di atas bis, dan ikut terdiam seperti tiara dan sheren. " AGA!!!!" zya tersontak dalam hati, jantung nya tetiba berdegup begitu cepat hingga sulit dikendalikan. mata zya dan aga saling bertatap penuh rasa rindu, dan rasa cinta yang masih ada di antara kedua nya. Aga pun terlihat kaget akan pertemuan yang tak di sengaja ini, karena memang selama ini aga pun tidak mengetahui zya melanjutkan sekolah di mana. " agaaaa..... ihh kangen deh gw ama lo , tambah cute deh lo." teriak tiara sambil mengambil bangku di sebelah aga sambil merangkulnya. " aduh aga, emang lo sampe kapan pun tetep ter cogan deh buat kita ha...ha...ha..." tambah sheren yang ikut ambil sela di bangku sebelah kiri aga. karena aga duduk di bangku panjang yang berada paling belakang bis. " ini aga zy?" tanya vivi berbisik pada zya di ikuti rindu dan yudith yg ikut mendengarkan. " pantes aja, semua cowo lo tolak, ternyata lo ga move on dari cowo yang modelannya kaya gini ha.ha..." goda yudith hingga membuat yang lain tertawa di ikuti aga yang tersenyum sambil melirik kecil ke arah zya yang sesekali menunduk kepala mencoba menutupi raut wajah nya yang memerah. yudith dan rindu pun mengambil alih bangku di sebelah tiara, namun zya dan vivi tetap berdiri karena khawatir haid zya makin menembus di rok sekolah nya. " kenapa ga duduk zy?" tanya aga dengan suara lembut, suara yang begitu zya rindukan dari sosok aga. " dia takut ga" saut tiara. " takut ama gw?" tanya aga heran. lalu di sambut tawa ejek dari yang lain. vivi yang berdiri di samping zya tiba tiba langsung membalikkan badan zya seraya memperlihatkan noda darah yang ada di balik rok zya kepada aga. sontak membuat zya malu dan langsung menoyor dahi vivi. " gila lo" ketus zya. mereka pun tertawa geli melihat kekonyolan vivi. Tanpa berfikir panjang aga berdiri melepaskan sweater yang di pakai nya dan memasangkan di pinggang zya agar menjulur menutupi rok nya yang terkena noda, sontak perlakuan aga membuat zya seperti patung dan ke 5 sahabat nya itu melongo. " owh,... sweet banget sih jadi pengen deh " goda rindu sambil meremas lengan yudith yang berada di samping nya karena gemas melihat perlakuan aga terhadap zya. " paham gw sekarang zy, " ujar vivi seraya memberi kode. " ga perlu, ga" zya coba menolak dengan melepaskan sweater aga, namun aga menolak nya dengan mengikat kembali bagian lengan sweater di pinggang zya. " ok, nanti aku kembalikan" lanjut zya seolah pasrah dengan perlakuan aga. " kenapa dia selalu seperti ini?" tanya zya dalam hati nya sendiri. aga pun hanya membalasnya dengan senyum kecil. Bis pun berhenti di halte dimana zya akan turun bersama ke 5 sahabat nya itu. " bye aga..." tiara melambaikan tangan ke arah aga yg melaju dengan bis itu. Namun tatapan aga hanya tertuju pada wajah zya yang selalu tertunduk. " sumpah zya.... mungkin kalo gw juga pasti ga bakal bisa move on juga kaya lo, secara perlakuan nya yang sweet, suara nya yang lembut, dan yang pasti cute nya itu loh bikin merinding ihhh...." vivi perjelas. yang lain pun ikut terkagum oleh aga sambil berjalan menuju rumah zya, namun zya hanya terdiam . Dalam pikirannya penuh dengan pertanyaan dan kebingungan. Tiba di rumah zya, di sambut mba mirna dan menyediakan sekedar minuman dingin dan snack untuk teman teman zya, zya pun membersihkan diri dan mengganti seragam nya untuk di cuci oleh mba mirna. Mereka pun melanjutkan obrolan yang tak habisnya membahas sosok aga yang membuat teman baru nya ( vivi,rindu,yudith) yang belum mengenal aga terkagum kagum. " gw liat ka zidan aja terkagum, tapi ternyata di atas langit masih ada langit...ha...ha.." yudith coba menggoda, dan di sambut tawa oleh yang lain. " serius zy, kalo lo ga mau gw rebut nih ha...hha.." goda kembali yudith. " ehhh... belum tau aja lo, emang gitu dia suka sok manis ke semua cewe, hingga buat cewe jadi gagal paham ama sikap nya" jelas zya ketus. " eh...zy , aga emang sweet tapi ga semua cewe di kasih perhatian lebih kaya ke lo" ketus tiara pada zya seraya membela aga. " hmmm, iy lo aja yang terlalu overthinking, jangan lupa kalo lo pernah nyesel kan?" kembali sheren pun ikut memborbadir zya. " kok jadi pada nyalahin gw sih " zya merajuk. " serius lo nolak dia?" tanya heran rindu. " iya rin, padahal aga tuh sampe bilang ke gw dan sheren kalo dia tuh sayang banget ama zya, tapi nih anak terlalu ber prinsip" ujar tiara sambil melirik tajam pada zya. Zya pun hanya terdiam memikirkan kebodohannya. " udah ah,.. nanti kita pulang dia mewek sendirian lagi haha...." ejek vivi. menjelang sore pun mereka kembali ke rumah masing masing dari rumah zya. Hari ini membuat zya terus berfikir keras, hingga sulit tidur. Yang ada dibayangannya hanya suara dan senyum kecil aga. " kenapa dia hadir lagi?" selalu pertanyaan itu yang ada di benak zya sambil memegang sweater aga dan tercium aroma tubuh aga yang masih menempel di sweter itu. Ke esokan hari di sekolah seperti biasa sebelum pelajaran di mulai para murid saling bercengkrama . zya terlihat mengantuk karena memang semalam zya selalu terbangun karena pikirannya yang selalu tertuju ke aga. Seminggu berlalu setiap pulang sekolah zya mengajak sahabat sahabat nya itu untuk pulang menggunakan angkutan umum dengan harapan bisa bertemu dengan aga kembali. dengan alasan ingin mengembalikan sweater milik aga. Namun seperti paham ke 5 sahabat nya itu hanya mengikuti nya. karena mengembalikan sweater hanya alasan zya untuk bertemu aga, padahal bisa saja zya menitipkan nya pada Tiara yang dimana jarak rumah tiara hanya 2 blok dengan aga. Namun seminggu berlalu pun aga tak juga di temui nya. Hingga setelah 2 minggu berlalu di akhir pekan sekolah zya lupa membawa sweater aga, karena terburu buru saat berangkat pagi tadi. " kaya nya aga emang menghindar kali ya dari gw , mungkin masih kesel ama gw. Atau dia udah punya cewe ya? ga mungkin kan cowo kaya aga jomblo pasti banyak yang bapee ke dia " keluh zya pada ke 5 temannya di sela waktu istirahat. " kebiasaan kaya gini deh lo overthingking terusss" saut tiara. " senin nanti gw titip ke lo aja ya ra" zya berkata pada tiara dengan nada lesu . " hmmm... mulai deh galau lagi" goda vivi. " Btw apa kabar nya ka zidan tuh yang lo anggurin?" tanya yudith. " dari pada lo pegel hati berharap, kan udah ada yang pasti tuh" lanjut yudith. " eh iy, gw lupa kasih tau lo zy, tadi ka zidan titip pesen mau bicara ama lo sepulang sekolah nanti di taman halaman sekolah " sela tiara. " aduh gimana donk??" zya seraya ingat akan janjinya untuk membuka hati pada kaka kelas nya itu namun tiba tiba di buyarkan dengan kehadiran aga yang membuat nya goyah. " ya gimana lo nya lah, toh ga ada kepastian dari aga, jelas udah ada yang pasti " jelas rindu. " kelamaan lo ah, gw , rindu udah dapet cowo gitu juga sheren ,vivi,ama tiara yang udah punya duluan. kapan kita nge date rame rame nya" ujar yudith di sambut tawa mereka bersamaan. " menurut gw kalo lo goyah lagi, mending lo tolak baik baik zy, jangan kasih harapan lagi buat ka zidan. kasihan kan dia, udah baik banget ama lo" jelas sheren. " itu dia, gw ga enak dia baik banget dan emang tulus ke gw." saut zya. " ok ,gw akan kasih kepastian ke ka zidan" lanjut zya. Bel pertanda waktu sekolah usai pun berbunyi, zya seakan berat melangkah untuk menghampiri ka zidan. Mungkin karena rasa bersalah yang selalu memberikan harapan pada zidan. Namun ke 5 temannya itu memberikan nya semangat. " ayo zy, lo pasti bisa" ujar vivi sambil menggoda. " ok, lo semua duluan aja ya, takut gw lama soal nya gw gugup masih bingung mau ngomong apa hehe..." zya menjelaskan mencoba menenangkan hati nya sendiri. " ok, kita duluan ya nanti kita video call group ya lo kabarin kita, " sambut vivi. Zya pun menghampiri ke taman halaman sekolah yang terlihat sosok zidan sudah menunggu nya di bangku taman. " hai ka" zya menyapa dengan santai mencoba agar tak terlihat gugup. " sini zya duduk" sambut zidan sambil menepuk bangku kosong yang ada di sebelah nya. Zya pun menghampiri dan duduk di samping zidan. Zya pun membuka obrolan, " makasih ya ka beberapa bulan ini kaka udah baik dan perhatian ke aku. Aku pun tahu ka zidan cowo yang tulus" di saat perkataan zya zidan coba memotong pembicaraan zya. " aku ngerti kok zy" zya langsung terperangah khawatir akan zidan akan marah terhadap nya yang sudah memberi nya harapan. " beruntung sekali dia zy, bisa dapetin hati kamu yang ga mudah goyah dan ke goda oleh cowo lain" jelas zidan. " hah?" zya kebingungan. " aku sudah dengar zy tentang kisah cinta pertama kamu. Harusnya kamu perjuang in itu, jangan sampai kamu nyesel. Jika ada kesempatan lagi kamu lakuin itu zya" zidan memberi nya saran dengan bijak. " sialan ...ini pasti kerjaan nya tiara, dasar mulut emberr" gerutu zya dalam hati seolah tahu apa yang di sampaikan sahabat nya itu ke zidan. " maaf ya ka, kaka boleh kok benci aku, marah sama aku. anggep ga pernah kenal aku" ujar zya memelas. Namun zidan meraih tangan zya, sambil berkata " zy, ga papa ko aku. aku malah seneng kenal kamu. ternyata hari gini masih ada cewe kaya kamu yang masih megang prinsip, engga gampangan ama cowo lain. justru itu yang bikin aku penasaran dan sayang ama kamu" zidan menjelaskan seraya menenangkan zya yang terlihat khwatir zidan akan marah pada nya. " aku yakin kok ka , masih ada cewe yang seperti ka zidan harapkan, cuma ka zidan aja yang hanya perhatiin aku terus he...he..." goda zya. " ihhh... udah mulai geer ya kamu " sambut zidan sambil memencet hidung zya. " ya udah kita balik yuk, mau aku anter ga? kamu kan udah di tinggal tuh ama gerombolan kamu hehe..." ujar zidan. " udah jangan kebanyakan berfikir, ayo aku anter , kalu ini niat aku ke rumah kamu bukan untuk ngapel tapi tulus layak nya seorang kakak " bujuk zidan. " ok lah, makasih ya ka udah ngertiin aku. ka zidan the best lah" goda zya mencoba mencairkan suasana yang dari awal canggung. " hmmm, mulai mau coba coba jadi cewe penggoda ya, ga cocok buat kamu" ujar zidan sambil menjewer telinga zya tipis. " aw...aw... iy ka ampun" jerit kecil zya. sambil berjalan menuju parkiran sekolah mereka Tertawa mencairkan suasana. Mereka berdua pun berjalan menuju parkiran untuk mengambil kendaraan roda 2 yang di gunakan oleh zidan setiap hari. Zya berdiri di sisi pagar sekolah seraya menunggu zidan dengan motor nya. Namun tiba tiba zya tercengang ketika ada suara memanggil namanya dari sisi luar pagar sekolah, suara itu. Suara yang tak asing yang selalu di rindukan zya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN