belajar untuk move on

1529 Kata
Semester ke 2 di awal sekolah pun di mulai setelah para siswa SMA PELITA BANGSA libur semester pertama. Zidan bertekad untuk memberanikan diri untuk mengakui bahwa diri nya memang suka pada zya. karena selama libur sekolah tak melihat zya membuat nya gusar ,dan membuat diri nya yakin bahwa memang zidan rindu akan sosok zya meski belum lama mengenal nya, zidan menganggap zya sosok cewe yang susah untuk di dekati. Zidan memulai dengan mendekati teman teman zya, bahkan zidan sudah mengakui nya pada yudith. di sela sela waktu istirahat seperti biasa ke 6 sahabat ini berkumpul di kantin. " zy, kata Steven cowo gw lo ada salam tuh dari ka zidan" tiara memulai obrolan. " ihh...apaan sih, gebetan yudith tuh" saut zya. " eh ga papa kali zy, gw juga udah tau kok ka zidan naksir lo dia sendiri yang bilang ke gw. gw pun no problem yang penting sahabat gw ini bisa punya cowo, ga jomblo terus hahaha.." ujar yudith menggoda zya. "cie...cie...bakalan launching couple baru nih di squad kita" goda rindu. " udah la zy, coba aja dulu" sambut sheren. " coba? lo pikir mau beli baju gitu" jawab zya. " hati itu jangan di paksa, nanti malah bikin sakit hati" sambut vivi seakan lebih mengerti perasaan zya , karena zya akhir akhir ini memang lebih dekat dengan vivi karena sering menginap di rumah nya sambil deep talk sebelum tidur. Bel pertanda masuk kelas pun berbunyi. para siswa pun kembali ke kelas masing masing. Di dalam kelas, tiara menghampiri zya yang hendak duduk bersama vivi, karena zya memang sebangku dengan vivi. " zy, nanti temenin gw yuk main ke rumah cowo gw" ajak tiara. " ishh, ogah gw mau nontonin lo pacaran gitu?" tolak zya. " ama yang lain juga zy, lo juga vi" jelas tiara. " gw ga bisa, gw udah janji juga ama rudi " saut vivi. " ishh... ayo lah zy...plizzz" bujuk tiara pada zya. " yang lain juga pada ga bisa, yudith ama rindu mau janjian ama gebetannya, sheren juga mau ketemu ama bobi. lo doank nih yang nganggur" jelas tiara. " sialan lo... gw jadi bantalan "sela zya. " ogah ah..." lanjut zya. " ayo lah zy....plizzz" tiara coba membujuk lagi sambil melirik pada vivi. Entah apa yang di rencanakan ke 5 teman nya ini pada zya. " nyebelin deh, ok lah tapi jangan sore sore ya pulang nya" zya akhirnya meng iya kan. Tanpa di ketahui oleh zya ternyata zidan meminta dukungan pada ke 5 teman nya itu, agar mendukungnya untuk mendekati zya. meski awal sudah di peringatan oleh sheren dan vivi yang lebih memahami zya, bahwa zya tipe cewe yang " Hard to get". Karena beberapa kali cowo kelas 1 yang coba mendekati nya pun di tolak mentah mentah oleh zya. Meski ke 5 temannya itu tak menjelaskan mengapa zya selalu menjaga jarak dengan cowo pada zidan, hanya untuk menjaga perasaan kaka kelas nya itu. Namun para sahabat zya ini mendukung zidan untuk mendekati zya, setidaknya mereka menganggap zidan bisa membuat zya dapat melupakan cinta pertama nya itu . Mereka pun membuat rencana agar zidan punya waktu berbicara dengan zya. Bel sekolah menandakan telah berakhir pun berbunyi. semua siswa membubarkan diri sedangkan tiara dan zya yang berencana hendak ke rumah Steven menunggu Steven keluar kelas, mereka menunggu Steven di halaman sekolah. " bye zya, tiara have fun ya" yudith ,rindu ,sheren, dan vivi pamit untuk pergi lebih dulu pada ke duanya. " sialan lo, tiara nih yang bakalan happy, lah gw bakalan kaya kambing conge" ketus zya disambut tawa dari ke 5 sahabatnya itu. Tak berapa lama Steven muncul, namun Steven tak sendiri. Steven berjalan menuju halaman sekolah menghampiri tiara dan zya. "loh ,kok sama ka zidan?" tanya zya berbisik pada tiara. " e...e.. ga tau gw" jawab tiara seolah ikut kaget. " yuk langsung ke rumah aku" ajak steven. " Btw, zidan ikut ama kita ya" lanjut Steven memberitahu. mereka pun beranjak menaiki mobil yang setiap hari di bawa Steven ke sekolah. Tiba di rumah Steven mereka pun bersenda gurau dan mengobrol santai. Steven dan tiara beralasan ingin membuat makanan untuk mereka santap, dan membuat ruang agar zidan dapat berbicara berdua dengan zya. " zya" sapa zidan . " iy ka"sambut zya. "emang kenapa zya masih jomblo?" tanya zidan tanpa ragu. " ehh.... gimana ya , belum mau aja" jawab zya. " aduh kayanya gw di kerjain nih ama mereka" gerutu zya dalam hati. " belum mau atau belum ada yang cocok?" lanjut zidan bertanya. " beda tipis itu mah ka, intinya belum ada yang bisa bikin hati zya deg deg an aja.. hehe..." jawab zya santai seolah memberi sinyal penolakan. " kalo aku gimana?" tanya lagi zidan " gimana ? maksudnya?" tanya zya heran. " e...e... apa aku bisa lebih deket ama kamu dan lebih kenal kamu lebih jauh?" ungkap zidan tanpa ragu mengungkapkan perasaan nya. zya pun terdiam, dalam hati terperangah karena tidak menyangka kaka kelas nya itu mengungkapkan perasaan nya dengan cepat. " e... gimana ya boleh aja nama nya mau berteman kan ?" ungkap zya seakan menghindar. " bukan berteman zya, aku ingin kamu jadi cewe aku" tegas zidan. " buset nih cowo frontal banget" bathin zya . " gimana zy?" tanya zidan membuyarkan lamunan zya. " maaf ya ka, aku mau berteman aja dulu untuk berhubungan lebih dengan cowo aku belum mau" jelas zya. " apa aku ga bisa bikin hati kamu bergetar? " lanjut zidan bertanya. " heheh... siapa sih cewe yang ga salting deket ka zidan, tapi bagi aku , aku belum siap untuk berhubungan spesial dengan cowo ka" perjelas zya. " hmm ok tapi aku boleh donk di kasih kesempatan untuk lebih kenal kamu dan deket sama kamu?" lanjut zidan coba membujuk. " boleh aja, tapi nanti kaka jangan kecewa ya kalo ternyata aku masih belum bisa" jawab zya. " lagian kenapa aku ka, padahal yang naksir ka zidan banyak loh, bahkan temen ku yudith" lanjut zya. " kan kamu sendiri yang bilang ,kalo kamu belum ada yang bisa getaran hati kamu. begitu juga aku, aku ngerasa bergetar hati aku kalo inget kamu, mulai kangenin kamu kalo ga liat kamu" zidan coba merayu. " bisa aja ka zidan he..he.." zya tersipu. " ga ada yang spesial dari aku ka" zya coba mencairkan suasana. Tidak lama Steven dan tiara kembali dari dapur sambil membawa makanan. lalu mereka menyantap nya bersama. zya berbisik pada tiara. " sialan lo, ngerjain gw ya. biar ka zidan bisa nembak gw?" tanya zya kesal. namun tiara hanya menjawab dengan terkekeh. Ke esokan hari di sekolah, tak sabar ke 4 teman yang lain tak sabar mendapatkan kabar baik . tanpa sabar saat mereka berkumpul di kantin, sheren, vivi, rindu dan yudith membombardir zya dengan pertanyaan " gimana zy?" sheren memulai pertanyaan. " owh....jadi lo semua udah tau ya. b******k ya kalian" ketus zya sambil bergurau. di sambut tawa ke 5 temannya itu. " ayo lah zy, lo mau cari yang kaya gimana lagi, ini udah cowo yang ketiga yang nembak lo. ini ka zidan loh kurang apa dia?" ungkap vivi. " zya sayang, ayolah gimana?" lanjut yudith. " makasih ya atas usaha kalian but sorry gw masih belum bisa, masih belum ada yang bisa bikin hati gw bergetar." jelas zya. " ayo lah zy, nikamatin masa SMA ini dengan punya cowo ha...ha...ha... jadi kita bisa nge date rombongan ha...ha.." gurau yudith di sambut tawa yang lainnya. " seenggak nya lo kasih kesempatan ama ka zidan zy" lanjut vivi. " tenang guys, gw coba membuka diri kok ,gw kasih kesempatan ama ka zidan tapi gw ga jamin kalo nanti berlanjut atau engga ya." ungkap zya. " seenggaknya lo udah coba buka hati lo zy" ujar sheren. " jadi hubungan lo gimana?" tanya tiara. " ya kasih harapan lah, asal jangan PHP lo" sela rindu. Hari hari di lalui selama semester 2, zidan tetap berusaha dengan memberikan perhatian pada zya, namun ketika zidan mencoba untuk mengajak zya untuk nge date masih belum bisa di terima oleh zya walaupun hanya sekedar berkunjung ke rumah zya. bahkan ketika ingin mengajak nya nonton zya mengajak teman lainnya agar menghindar dari waktu ber dua dengan zidan.Namun itu tidak membuat zidan berputus asa, bahkan membuat zidan semakin penasaran . Namun bertambah hari dengan sikap perhatian dan ketulusan zidan , zya coba membuka hati, " guys apa gw harus nerima ka zidan aja ya?" tanya zya pada ke 5 temannya itu di waktu senggang di dalam kelas. "alhamdulillah...." jawab serentak tiara, rindu dan yudith serta vivi. namun tidak dengan sheren yang seakan lebih mengenal zya lebih dulu. "lo mau nerima karna kasihan atau emang lo udah cinta ama ka zidan?" tanya sheren tegas. " justru gw belum tahu, makanya gw coba aja dulu siapa tahu gw bisa suka beneran" lugas zya. " gila lo" sela yudith sambil menoyor dahi zya. " lo mau mainin hati cowo!!" ketus yudith. " ya engga lah" jawab zya tegas. " lo ga bisa gitu zy," lanjut vivi. " gini guys, sebetulnya gw agak terenyuh sih ama perhatian ka zidan, dia baik banget sih ya walaupun gw masih belum ada rasa suka banget ama ka zidan tapi siapa tahu gw bisa suka kan?" lanjut zya menjelaskan pada ke 5 sahabat nya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN