Masa putih abu pun di mulai, dan ternyata zya, sheren, dan tiara di terima di sekolah menengah atas yang sama, SMA PELITA BANGSA. meski selama masa putih biru mereka selalu 1 kelas , kini di sma hanya zya dan sheren yang 1 kelas namun mereka tetap berteman. Bahkan mereka mendapatkan teman baru. Dalam menjalani masa SMA ini pun mendapatkan teman baru zya berusaha melupakan cinta monyet nya dengan aga meskipun tak sepenuh nya hilang dari ingatannya akan kebodohannya. Meski entah aga kini ber sekolah di mana.
Bukan hanya teman baru, selepas dari seragam putih biru pun Tiara dengan mudah nya lost contack dengan hendi, hingga mendapatkan cowo baru yaitu kaka kelas nya, Steven.
" ternyata dapet cowo anak sma itu lebih keren ya" ujar tiara pada kedua temannya seakan membanggakan, karena Steven cowo blasteran.
" hmmm iy...iy" saut zya.
disambut tawa sheren di sela sela waktu istirahat.
" ayo donk zy move on, lo juga ren, setia banget lo ama bobi" ucap tiara.
" emang gw lo kaya ganti baju" saut sheren.
sontak mereka tertawa bersama.
Hari hari di masa SMA mereka lalui menikmati masa nya, karena banyak orang bilang masa SMA itu adalah masa masa indah. bahkan mereka bertambah personil sahabat , di tambah lagi dengan Rindu, vivi dan yudith. meski banyak juga mereka berteman dengan yang lainnya namun mereka lebih solid ber 6.
namun di masa SMA ini zya bertambah akrab dengan vivian, karena semenjak SMA zya terkadang menginap di rumah vivi untuk menghindar dari percekcokan kedua orang tua nya yang makin rumit. Bahkan adik zya yaitu zayn memilih untuk bersekolah di pesantren.
karena zya merasa nyaman jika bersinggah di rumah vivi panggilan akrab nya, karena keluarga nya yang hangat dan menerima zya, meski baru beberapa bulan saling mengenal.bahkan keluarga vivi menganggap zya seperti anak nya sendiri, karena memang vivi anak perempuan satu satu nya dengan kedua saudara laki laki nya.Ketika menginap pun kedua orang tua zya bahkan seolah tak peduli.
Awal ujian semester pertama di mulai, setiap kelas dibagi dan di gabung dengan senior. Zya mendapat kan teman sebangku dengan senior kelas 3, di saat ini lah zya mengenal sosok zidan. rekan sebangku nya saat ujian semester. Zidan merupakan senior kelas 3 IPS. Awal mereka terlihat biasa, layak nya senior dan junior. Ketika jam istirahat seperti biasa , berkumpul di kantin sekolah.
" zy, emang lo sebangku ama ka zidan ya" tanya yudith pada zya.
" hmm, emang zidan nama nya? kenapa emang ? naksir lo?" zya balik tanya pada yudith.
" emm, engga sih cuma keren aja" ujar yudith.
" mau gw salamin?" tanya zya.
" apaan sih malu maluin aja" saut yudith.
" ah lo pake malu malu" sela vivi.
" kecil buat lo yudith, sekali kedip bisa di gaet, haha..." goda rindu.
memang 1 genk ini yang ber isi sheren, tiara, rindu, vivi, yudith dan zya terkenal anak baru yang mencuri perhatian, selain mereka menarik dengan paras yang cantik di banding junior lainnya. Hingga para kaka kelas cewe lainnya sering memandang sinis kepada mereka, namun nyali mereka sebagai junior tidak ciut, sehingga mereka mudah sekali jika ingin mendapatkan senior cowo. Namun tidak bagi zya, yang seakan masih belum move on akan cinta monyet nya.
Bel masuk pun kembali berbunyi menandakan jam ke 2 untuk ujian semester di mulai.
" hmm ,ka zidan ya?" zya memulai pembicaraan.
"iy, kenapa zya?" jawab zidan.
" kok ka zidan tau nama ku?" zya bertanya balik.
" kan aku lihat kamu tulis nama kamu di lembar jawaban" jawab zidan kembali.
" hehe iy yah..., kaka dapet salam dari temen aku. yudith" lanjut zya.
" hmm... kenapa ga beri salam sendiri temennya?" zidan merespon dengan santai.
" malu kali ka, kan nama nya juga cewe" saut zya.
" kalo kamu sendiri?" lanjut zidan bertanya yang membuat zya bingung.
" aku? kenapa?" zya bertanya dengan bingung.
" iy kamu ga mau kasih salam juga buat aku gitu" goda zidan.
" apaan sih ka ga jelas banget " saut zya.
di sambut zidan yang hanya terkekeh.
Dan obrolan pun berlanjut.
Hingga hari hari berikutnya selama ujian semester zya lebih terlihat sering mengobrol dengan kaka kelas nya itu.
" gw perhatiin, kaya nya lo lagi PDKT ya zy ama ka zidan?" tanya yudith di sela sela jam istirahat saat mereka berkumpul seperti biasa.
" ihhh.. jangan salah paham deh dith, kan gw nyalamin dari lo buat ka zidan" zya menjelaskan karena khawatir temannya itu salah paham.
" haha... santai aja kali zy, gw cuma iseng doank kok. tapi kaya nya ka zidan demennya ama lo deh" ujar yudith.
" engga ah, gw kalo bukan karena lo gw juga ga pernah mulai obrolan ama dia " lanjut zya .
" come on zy, saat nya lo move on. udah berapa bulan nih masih belum move on juga" sela sheren di tengah obrolan antara yudith dan zya.
" belum tentu juga aga masih mikirin lo zy, paling juga dia udah punya cewe di sekolah nya sekarang" sela tiara.
" apaan sih lo, napa harus inget inget nama itu lagi sih?" saut zya dengan sewot.
" ya udah lo ladenin aja ka zidan, kalo belum ada feel. minimal buat lo untuk lupain cinta monyet lo hahaha..." ujar rindu.
Hari selanjutnya nya di hari terakhir ujian semester pertama. ke enam sekawan itu berencana untuk melepas penat sekedar hangout ke sebuah mall sepulang sekolah.
" cowo gw ka Steven mo ikutan, boleh ya" tiara memulai obrolan.
" silahkan aja, yang penting dia ga risih jalan ama kita" saut yudith. lalu vivi pun menyela, " cowo gw juga mau jemput lagi pulang sekolah gimana nih?". cowo vivi memang dari angkatan yang sama namun dari sekolah yang berbeda.
" ajak aja vi, biar buat temen Steven " saut tiara.
" ok lah fix kita ber 4 jadi jones alias jomblo ngenes hahha...." zya jokes.
" seenggaknya kalo sekarang gw ga jadi obat nyamuk sendirian haha..." lanjut zya. saat jam sekolah berakhir mereka berkumpul di dekat gerbang sekolah untuk menunggu cowo nya tiara.
" tuh dia ka Steven ra, sama ka zidan " rindu memberitahukan pada tiara.
" eh , cewe cewe kece pada nunggu siapa di sini?" tanya zidan pada ke 6 sahabat ini.
" nih nunggu temen kaka, yg lagi di tunggu ama temen kita" saut yudith sambil menunjuk Steven yang berada di samping zidan.
" pada mau kemana nih?" tanya zidan berharap salah satu dari mereka ada yang menjawab .
" mau healing donk ka, abis ujian " jawab vivi.
" gabung yu " ajak Steven kepada teman nya itu yang mana mereka memang teman sekelas.
" boleh emang?" zidan bertanya sambil melirik ke zya, seolah berharap zya yang menjawab.
" boleh lah, sekalian temenin cowo gw ka, ngawal kita cewe cewe haha..." saut tiara.
" sialan jadi kita cowo di ajak cuma buat jadi bodyguard kalian gitu, trus nanti kita juga di suruh untuk nentengin belanja an kalian" ledek zidan.
" haha... engga lah ka, paling kita makan dan nonton aja" sela sheren.
" ya sambil spill cowo di mall buat kita yang jomblo haha.. " lanjut sheren sambil menunjuk pada diri nya sendiri juga kepada yudith, rindu juga zya.
" owh jadi dia jomblo" ujar zidan dalam hati nya
" tinggal nunggu cowo nya vivi nih" ujar tiara seakan tak sabar ingin cepat cepat jalan ke mall.
Tak lama datang juga cowo nya vivi, dan mereka pun pergi ke sebuah mall di jakarta yang tidak jauh dari sekolah mereka menaiki kendaraan umum karena tidak muat jika memesan taksi online.
Tiba di mall mereka memulai dengan mendatangi sebuah resto untuk sekedar mengisi perut mereka yang sudah kelaparan, sambil membicarakan film apa yang akan mereka tonton.
" ya sudah, gw bantu cari tiket dulu ya kalian nunggu di sini aja." zidan coba memberi saran.
" ok, gw temenin ya ka?" tawar yudith.
" hmmm,... awas lo ka yudith tukang caper" celetuk vivi., dan membuat mereka sontak tertawa di balas dengan senyum kecil zidan.
di sela antrian membeli tiket, zidan memulai obrolan dengan yudith.
" jadi zya belum punya cowo ya?" zidan bertanya dengan terbata bata.
" hmmm, tuh kan udah ketebak ka zidan naksir ya ama zya?" tanya yudith menggoda.
" e..e...engga kok" bantah zidan dengan kikuk.
" ga papa lagi kak, aku dukung banget kalo ka zidan naksir zya " ujar yudith.
" hmm... tapi kamu ga tersinggung kan?" tanya zidan ragu.
" tersinggung kenapa?" tanya yudith.
" ehh. ..itu awal zya mau ngobrol ke aku karena suka kasih salam dari kamu" jelas zidan.
" ha...ha... aku emang suka ama ka zidan, tapi bukan mau di jadiin pacar " jawab yudith.
" aku tuh suka aja liat ka zidan, tinggi ,putih ,keren, ideal banget lah jadi cowo sekedar kagum aja ka" lanjut yudith perjelas.
" berarti aku aja yah yang ke geer an" lanjut zidan. dan mereka berdua tertawa bersama. Tiket pun telah di beli dan mereka masuk ke dalam studio untuk menonton ,setelah usai menonton mereka kembali ke rumah masing masing.