menjadi kenangan sebelum memulai.

1512 Kata
Hari hari terakhir menjadi murid putih biru, walaupun para siswa tidak di wajibkan lagi datang ke sekolah namun sebagian besar mereka urungkan. Mereka tetap masuk karena ingin membuat moment moment terakhir bersama sebelum perpisahan sekolah. Sudah beberapa hari setelah pernyataan aga dan penolakan zya. Zya pun sudah menjelaskan kepada kedua temannya sheren dan tiara apa yang terjadi.Tak sekali pun aga terlihat masuk sekolah, begitu pula zya meski tetap masuk sekolah ,zya berharap masih dapat melihat wajah aga meski zya menolak nya. Dalam pikirannya selalu terlintas "apa salah keputusan ku". Namun selalu zya tepis, karena selalu tidak ingin bahagia diatas penderitaan yang lain, dan mengambil keputusan untuk sebaiknya mundur saja. Saat mereka berkumpul di kantin, milen menanyakan tentang hubungan zya dan aga kepada zya langsung. " gimana hubungan lo nanti setelah lulus? apa lo mau cari satu sekolahan lagi?" tanya milen pada zya. zya hanya menjawabnya dengan singkat, " ga gimana gimana, biasa aja" seakan agar milen tidak harus tahu apa yang sudah terjadi. sambil mencolek tiara dan sheren agar ikut diam. " masa sih? tapi lo udah jadian kan?" saut nina seraya ikut kepo. " hmmm gimana ya, ga tau lah . ga jelas" saut zya seakan ingin mencari alesan. " aga juga ga pernah masuk sih, kemana tuh anak? emang dasar cowo ya PHP doang kali sama lo" ujar nina menjelaskan karena nina memang sekelas dengan aga. " aneh sih menurut gw" saut milen. shren,tiara, bahkan zya hanya terdiam agar tidak salah ngomong khawatir milen akan tersinggung. " sorry ya zy" ucap milen pada zya, disambut raut keheranan dari mereka. " sorry? kenapa?" zya berbalik bertanya sambil tersenyum tipis. " aga itu cowo baik zy, jujur gw cewe paling bego dan gw nyesel banget pernah break ama dia" jelas milen di hadapan mereka tanpa sungkan. " ya udah lo balikan aja toh zya ama aga juga ga ada hubungan apa apa" tiara menyaut se akan sewot. dan di cubit oleh sheren agar tidak menyerocos lebih banyak. lalu milen langsung menyela, " jadi aga belom nembak lo? serius?" zya menjawab dengan anggukan sambil tersenyum tipis. seakan pikirannya, "pasti milen senang karena ada kesempatan untuk kembali bersama aga" namun teryata pikirannya itu salah besar akan penjelasan milen. " gimana sih aga?" heran milen. " lo tau ga, dia tuh bilang ke gw dia itu sayang ama lo zy. sorry ya zy waktu itu gw lagi error gw bilang ke dia kalo dia cowo yang ga bakal gw lupain" jelas milen sambil cengengesan. " tapi dia jawab dia sayang ama lo, dan aga bilang kalo gw ama dia ga akan bisa bareng lagi gw malah di nasehatin bla...bla...bla... tapi gw salut sih sama lo udah bikin seorang aga ga goyah . Dan gw terima, buat apa kalo hubungan di paksain ya kan?" lanjut milen menjelaskan. Zya yang mendengar penjelasan milen seakan jantung nya berhenti, entah apa ini sakit yang teramat sangat. Di saat semua cewe satu sekolah berharap jadi pacar nya aga, termasuk zya. namun akhirnya hanya zya yang diminta untuk jadi orang yang di sayang oleh aga, tapi apa yang di buat oleh zya hanya rasa sakit untuk nya dan aga. Sheren dan tiara ikut pulang ke rumah zya untuk bermain sekedar mengobrol. " are you okay zy?" tanya sheren pada zya yang terlihat diam setelah ucapan milen di kantin sekolah tadi. " nyesel kan lo?" sela tiara. " zy, kemarin gw sedih liat lo, tapi sekarang gw malah ikutan kesel jadi nya. gw bisa bayangin sih gimana kesel nya aga ke lo, dasar cewe bego" tiara terus menyerocos seakan menyudutkan kebodohan zya. " ishh apaan sih lo udah lah ra" sheren coba menengahkan. " makanya ga usah sok jadi megaloman, kalo endingnya lo galau sendiri" lanjut tiara . " iy gw cewe g****k" saut zya seakan ikut menyalahkan diri nya sendiri. " aga mungkin ga masuk karena jijik kali ya ren liat gw" tanya zya pada sheren . " udah ah lo jangan pikirin kaya gitu" ujar sheren. " apa ga sebaiknya lo temuin aga" lanjut sheren beri saran. " apa dia mau nemuin gw? sedangkan dia aja ga pernah kelihatan akhir akhir ini" tanya zya ragu. " usaha dong zy!!! " seru tiara. mereka pun mengakhiri obrolan, sheren dan tiara pun kembali ke rumah masing masing. Zya hanya dapat merenung sendiri dalam kamar, selain itu juga tidak ada yg dapat dia ajak bicara pula di rumah nya kecuali mba mirna. karena memang keluarga nya pun sudah seperti hidup masing masing meskipun berada dalam satu atap. Zya mengingat moment moment bersama aga walaupun hanya sesekali tapi begitu manis untuknya sambil memandang foto saat berada di dunia fantasi , saat itu memang aga dan zya menyempatkan untuk ber foto box sebagai kenangan. Ternyata memang sebelum memulai itu semua telah menjadi kenangan. Di saat yang bersamaan aga pun sedang rebahan di kamar nya sambil menatap foto bersama zya, aga beberapa hari terakhir tak pergi ke sekolah karena merasa hanya akan menyakiti zya juga diri nya. Jika zya berfikir bahwa diri nya yang salah karena kehadirannya di antara aga dan milen namun aga justru berfikir dia lebih menyakiti zya tanpa menyatakannya sejak lama. " seandainya aku tahu mau kamu untuk di akui zy" aga berbicara pada foto yang di pandangi nya. padahal aga berfikir sikap yang di tunjukan pada zya selama ini sudah mengungkapkan perasaan nya. " Seandainya, aku ga egois untuk menuntut kamu nyatain perasaan kamu, pasti kamu masih ada di dekat aku ga, padahal aku harus nya sadar dengan sikap kamu ke aku" perkataan penyesalan yang sama di ucapkan zya. Hingga pengumuman kelulusan pun telah di umumkan, dengan hasil yang memuaskan bahwa seluruh siswa menengah pertama ini dengan hasil 100 persen kelulusan semua siswa yang hadir bersorak gembira seakan lega dan menuju ke era putih abu. kegembiraan yang lepas itu tidak di rasakan sepenuhnya oleh zya karena hingga pengumuman kelulusan pun aga tak terlihat. " apa aga begitu benci aku, bahkan untuk mendengar kelulusan pun dia tak juga hadir" hati nya bergeming. Ingin rasanya zya kembali ke rumah, meski rumah pun tak membuat nya nyaman. Namun di urungkan karena mereka sedang ber coret coretan di seragam dengan saling memberikan tanda kenangan atau sekedar menulis di seragam. Namun setiap teman temannya ingin menulis di seragam zya, zya melarang mereka untuk menulis di bagian d**a atas terlebih di bagian d**a sebelah kiri. karena zya ingin menyisakan satu tempat hanya untuk aga di hati nya. Setelah hari kelulusan tinggal menunggu mereka diterima sekolah selanjutnya dimana, sambil menunggu mereka juga menunggu untuk pengambilan ijazah. Saat hari pengambilan ijazah pun tiba namun mereka tak berbarengan karena tidak di tentukan waktu persisnya, zya hanya bertemu beberapa temannya saat pengambilan tak bertemu sheren atau pun tiara terlebih aga. Saat tiba di rumah setelah pengambilan ijazah zya bersantai di kamar nya sendiri, tak lama kemudian berdering telfon rumah nya yang di sapa oleh mba mirna, " tok...tok..." terdengar ketukan pintu kamar zya. " iy mba" zya menyaut seakan tahu bahwa mba mirna di sana . " ka zya ada telfon dari temennya" saut mba mirna. " siapa? " tanya zya pada diri nya sendiri. " ya siapa nih?" zya menanyakan pada di ujung telfon. " zy lo cepet deh ke sekolah ada aga, cepetan !!! kapan lagi lo bisa ketemu aga lo ga tahu dia bakalan sekolah di mana kan?" cerocos suara di ujung sana seakan sudah tertebak oleh zya siapa pemilik suara ceriwis itu ,yang hanya dimiliki oleh temannya tiara. Tanpa berfikir panjang zya langsung menutup telfon dan beranjak pergi dengan hanya memakai kaus bolong dan celana levis panjang belel, walaupun keadaan langit yang sudah mendung dan terlihat sudah rintik, tanpa ragu zya berjalan cepat khawatir aga segera pergi. tanpa menghiraukan mba mirna yang memanggilnya untuk membawa payung, karena khawatir zya akan basah kuyup. namun zya tak menghiraukannya. tiba depan gerbang sekolah hujan pun turun sudah cukup deras dan membuat zya sudah basah kuyup, terlihat kedua temannya yang menghampirinya dengan payung, " lo gila ya !! udah tau hujan , lo ga bawa payung?" omel tiara namun coba menutup kepala zya dengan payung meski zya sudah terlanjur basah kuyup. " ga ada lagi kesempatan buat gw ya? " tanya zya pada kedua teman yang menghampiri nya itu sambil menangis meski tak terlihat karena air hujanpun ikut membasahi wajahnya. " aga tadi langsung balik zy karena tadi dia ke sini bersama orang tua nya" ungkap sheren sambil mencoba menenangkan sahabat nya itu. " gw emang cewe g****k, udah tau ga ada kesempatan lagi buat gw" sambil tertawa meringis menahan sakit. " bahkan untuk melihatnya sebentar untuk yang terakhir saja ga bisa, sampai gw harus lari di tengah hujan seperti orang gila, haha...." lanjut zya coba menutupi kesedihan nya. kedua temannya itu pun tak dapat membantu nya. " ya udah kita anter lo balik yuk" ajak sheren menawarkan pada zya. " engga lah, percuma juga gw udah basah kuyup, ya udah gw balik ya. makasih ya guys " zya berlalu dengan perlahan tidak seperti sebelumnya berlari di tengah hujan. Hal ini yang akan selalu di ingat zya penyesalan yang tanpa pernah dia ungakapin ke aga. hingga terakhir pun tanpa bisa menemui nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN