Hari ketiga setelah melahirkan, Rayu pun diizinkan untuk pulang. Semangat Rayu yang luar biasa, sangat membantu dalam proses pemulihannya. Nugi kecil juga seakan mengerti kondisi ibunya. Bayi mungil itu bahkan tidak mengalami kesulitan saat harus mulai membiasakan minum ASI. Bagas pun seakan menjelma jadi suami siaga. Dia selalu berada di sisi Rayu. Tingkahnya ini kerapkali membuat Rayu jengah. Bagaimana tidak, Rayu harus menyusui Nugi sedangkan Bagas sepertinya tidak peka kalau Rayu malu. Semua barang Rayu sudah siap. Bagas dan Bi Atikah kembali memeriksa sebelum keluar dari ruangan yang telah mereka tempati selama tiga hari ini. “Sepertinya sudah semua. Aku yakin tidak ada yang ketinggalan.” Ujar Bagas sambil membawa tas tangan Rayu. Barang-barang lainnya sudah Bagas masukkan terlebi

