Bagas melangkah gontai menuju mobilnya dan berlalu meninggalkan rumah Rayu. Bahkan letih karena perjalanan jauh belum juga hilang dari tubuh Bagas. Rayu sama sekali tidak menawarkan Bagas untuk istirahat di rumahnya. Meski Bagas paham kalau Rayu sedang menjaga kehormatannya, namun tetap saja perih itu terasa di hati Bagas. Pertemuannya dengan Rayu sungguh sangat di luar ekspektasi Bagas. Inginnya Bagas, dia bisa memeluk Rayu. Mengurangi semua lara yang sedang merundung perempuan cantik itu. Mengatakan kepada Rayu bahwa Bagas akan selalu ada di sisinya meski harus meminjam nama sebagai seorang sahabat. Sikap Rayu yang mengusirnya secara terang-terangan membuat Bagas sadar jurang di antara mereka bukan hanya semakin dalam, namun juga semakin lebar. Entah dengan cara apa Bagas mampu mengiki

