"Aku dengar kamu terima tawaran Joko, benar?" Viona menganggukkan kepalanya "Terima kasih untuk bantuannya." "Bukan aku yang melakukannya, Vi." Mereka hanya diam dan berbicara seperlunya dari Viona masuk kedalam, saling menatap satu sama lain, seakan dari tatapan ini bisa melepas rindu. Keinginan mendekat sangat besar, tapi mereka masih menikmati waktu hanya dengan saling menatap. "Bagaimana kegiatan selama ini, mas?" Viona memilih mengeluarkan suara dengan mencari topik pembicaraan. "Berjalan lancar dan melelahkan. Kamu sudah aku kasih tahu kalau mau maju jadi pemimpin daerah? Mendekati pimpinan partai, pengusaha dan tidak lupa artis. Aku sama sekali tidak menyangka jika akan sampai di tahap ini." "Terpenting kamu bahagia, mas." Viona membelai punggung Rangga pelan "Kamu pasti b

