............ Rasa kantuk cukup kuat menyerang Danan. Dan, hampir lebih dari sepuluh kali banyaknya ia menguap, tak bisa mengetik laporan dengan cepat. Konsentrasinya juga mulai terpecah karena kondisi badan yang tidak enak. "Pasti kelar." Danan meloloskan kata motivasinya dalam suara pelan, namun terselip semangat besar. Ia pun optimis akan mampu menuntaskan pekerjaan segera. Waktu lembur tak perlu hingga jam sebelas malam atau sampai dini hari di kantor. Danan bertekad harus bisa pulang paling lambat pukul sembilan karena ia mesti lebih dulu menjemput Anandhiya di kediaman Surya. Mengenai kunjungan wanita itu, Danan pun sudah mengizinkan. Apalagi, sang istri mempunyai tujuan yang baik untuk menjenguk dan memastikan keadaan Surya. Ia akan menipis segala keraguan serta kecemburuan. "

