.......... "Ibuuu." Seruan senang langsung saja diluncurkan keras oleh sosok kecil Sachita. Balita perempuan itu lalu menaruh dua boneka beruang berukuran sedang yang ada di masing-masing tangan mungilnya. "Hallo, Sayang." Anandhiya menyapa cepat. Tak lupa membuat suaranya supaya terdengar ceria. Walau, ia tengah dilanda perasaan tak enak juga khawatir. Sachita turut melebarkan senyuman lucu sembari beranjak bangun dari area bermainnya, di salah satu sudut ruang tamu yang dilapisi karpet bulu tebal berwarna biru. Balita itu pun berlari cepat menuju ke pintu utama rumah. "Ibuuu." Sachita berseru kembali. Laju kedua kaki balita itu semakin ditambah agar bisa segera menjangkau sosok wanita yang dianggap seperti ibu sendiri. Anandhiya tentu telah mengulurkan tangannya ke depan. Siap men

