............ "Sabar, Na. Sabar ayolah," Anandhiya menyugesti dirinya sendiri agar tidak mengeluarkan protes. "Bentar lagi dia pasti ke sini. Rapatnya pasti cuma sebentar. Tunggu sejam lagi nggak masalah." Wanita itu kembali meloloskan monolog dengan suara pelan. Anandhiya memilih menunggu sang suami selesai rapat di areal kantin dan tempat staff perusahaan istirahat, terletak di salah satu sudut ruangan lantai satu kantor yang cukup luas untuk para pegawai berjumlah 50 orang. Waktu makan siang sudah lewat hampir 30 menit. Akan tetapi, belum ada tanda-tanda sang suami membalas pesan yang dikirimkannya satu jam lalu. Jadi, Anandhiya tetap setia menanti kedatangan suaminya, walau sungguh membosankan bagi wanita itu berdiam lama-lama di sini. "Perut nggak bisa banget diajakin komprom

