Setibanya di mansion, Vante membawa Eirene menuju kamarnya. Vante merebahkan Eirene dengan pelan, Eirene tertidur dengan tatapannya yang terpaku kepada Vante. Sungguh, Eirene tak bisa menahannya, dia rasanya ingin menyerang Vante, tapi dia tak bisa. Eirene lantas memalingkan wajahnya, ini benar-benar sulit. "Sebentar, aku ambil obat penawarnya dulu," ucap Vante. Vante keluar dari kamar, lalu kembali dengan obat dan air mineral di tangannya. Vante membantu Eirene untuk duduk lalu memberikan obat dan airnya, Eirene meminum obat itu. "Sudah?" Eirene menganggukkan kepalanya. Vante membantu Eirene untuk kembali tertidur, Vante mengelus kepala Eirene, "Istirahatlah," ucap Vante. Eirene menggigit bibir bawahnya sambil menatap Vante, tapi Eirene menggelengkan kepalanya. "Kenapa Baby?" tanya

