Begitu masuk, Jeffrey mendekat ke arah ranjang dan menghempas Eirene untuk berbaring di atas ranjang. Eirene bangkit, dia terduduk dengan lemas, tubuhnya kini tak bisa dikondisikan. Jeffrey membuka pakaian atasnya, melihat itu, tubuh Eirene semakin gerah, dia menggelengkan kepalanya, dia tak boleh lemah. Eirene bangkit, Jeffrey dengan senang hati membawa Eirene ke dalam pelukannya. Sudah tak ada lagi yang bisa Eirene lakukan, dia memberi obat perangsang dengan dosis tinggi, jadi tak mungkin Eirene akan menolak sentuhannya. "Berhenti," ucap Eirene. "Ayolah sayang, menurut lah kepadaku, maka kamu tak akan kesakitan," ucap Jeffrey. Eirene ingin berteriak minta tolong, tapi tidak mungkin, tak akan ada yang bisa mendengarnya dan membantu dia keluar dari sini. Sampai, sebuah nama terucap, "

