Jebakkan

1018 Kata

Dua hari ini, Vante tak lagi mengganggunya. Meskipun bertemu, dia akan cuek dan dingin kepada Eirene, ini memang yang Eirene mau, tapi ada sesuatu yang berbeda, yang Eirene rasakan dalam hati. Sebelumnya, saat Eirene pulang setelah Vante salah paham kepadanya, Vante memberikan pesan bahwa dia akan menjauh sesuai apa yang Eirene mau. Bila Eirene tengah memikirkan Vante, maka Eirene akan membaca pesan itu. Eirene menyangga dagunya dengan tangan, tatapannya memang mengarah ke laptop, tapi pikirannya melayang kemana-mana. Kenapa, kenapa dia justru merasa sepi dan sedih saat Vante menjauhinya, dia memang sangat plin-plan. Seseorang menepuk bahu Eirene, tentu saja itu Selena. "Rene, ayo pulang," ucap Selena. Eirene menaikkan kedua alisnya, tak terasa ternyata waktu pulang sudah tiba. "Ya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN