Eirene tampak bengong, dia sama sekali tak fokus dengan pekerjaannya. Selena tentu merasa aneh dengan sikap Eirene, dia menyenggol tangan Eirene. "Kamu kenapa, kok bengong sih?" tanya Selena. "Gak apa, aku cuman lagi mikirin sesuatu," jawab Eirene. "Mikirin apa?" tanya Selena. "Bukan hal menarik," jawab Eirene. "Kalau ada masalah, lebih baik kamu cerita, tak baik memendam sendiri," ucap Selena. "Iya," ucap Eirene sambil tertawa, temannya ini memang sangat pengertian Eirene kini bisa fokus mengerjakan tugasnya, meski tetap saja bayangan Vante menghantui pikirannya. Eirene merasa tak enak hati, tapi mau bagaimana lagi, dia tak bisa menjelaskannya. Juga, kalau dipikir-pikir, mengapa Vante bisa se marah itu, apa dia cemburu, tetapi mereka kan tak memiliki hubungan apapun. Eirene mengelu

