Esther duduk di kursi yang ada di halte bus, Esther memainkan kakinya, kedua tangannya menyangga disisi tubuh. Memasak membuat dia merasa pegal, meski tak terlalu. Sebuah motor ninja berhenti di depan Esther, Esther yang tengah memainkan kakinya tentu tak sadar dengan kedatangannya. "Esther," panggilnya. Esther menatap ke depan, kepala Esther miring, dia tak kenal dengan orang itu, jelas karena dia memakai helm. Orang itu membuka kaca helm fullfacenya, dari mata, Esther sudah bisa menebak siapa itu. "Justin?" tanya Esther. "Ayo aku antar pulang," ucap Justin. Esther mendekat ke arah Justin, Esther tampak menatap Justin tak percaya, ternyata Justin bisa berpakaian seperti ini juga, sangat keren. Justin memakai t-shirt putih dengan jaket kulit berwarna hitam dan jeans hitam, juga sepat

