Di sepanjang jalan, tak ada pembicaraan sama sekali. Meskipun begitu, tangan Vante menggenggam erat tangan Eirene dengan tangannya yang tak memegang kemudi. Hari ini Vante sengaja membawa mobilnya sendiri, karena dia ingin mengajak Eirene pergi, tapi hatinya masih merasa tak enak. Eirene menatap Vante, Vante begitu fokus ke depan, Eirene rasa Vante marah. Tetapi, saat Eirene ingin melepas genggam tangan Vante, Vante mengeratkannya dan tak membiarkan dia untuk lepas. "Baby," panggil Eirene. "Ya," jawab Vante dengan tatapannya yang tetap fokus ke depan. "Apa kamu marah?" tanya Eirene. "Tidak," jawab Vante. Vante mengatakan tidak, tapi sikap Vante berbanding terbalik. "Kita harus bicara," ucap Eirene. Vante menepikan mobilnya di sisi jalan, begitu mobil berhenti, Vante menyandarkan ke

